Harga Bitcoin hari ini, Selasa (8/9/2026) kembali berada di bawah tekanan. Bitcoin (BTC) turun 1,14% dalam 24 jam ke level US$78.771,46. Pelemahan ini terjadi seiring dengan penurunan pasar kripto secara lebih luas di tengah meningkatnya ekspektasi terhadap kebijakan suku bunga The Fed.
Data CoinMarketCap melihat tekanan utama datang dari perubahan ekspektasi pasar setelah data ketenagakerjaan Amerika Serikat menunjukkan kondisi ekonomi yang lebih kuat dari perkiraan. Laporan pada 6 September mencatat penambahan 162.000 lapangan kerja, jauh di atas proyeksi 53.000.
Potensi Kebijakan The Fed Lebih Ketat
Data tersebut mendorong pasar kripto untuk kembali memperkirakan kebijakan moneter The Fed yang lebih ketat. Ekspektasi kenaikan suku bunga September disebut meningkat hingga sekitar 60%, sekaligus mendorong kenaikan imbal hasil Treasury AS dan dolar AS.
Kondisi tersebut menjadi tekanan bagi Bitcoin yang dalam beberapa waktu terakhir bergerak sebagai aset berisiko dengan sensitivitas tinggi terhadap perubahan kondisi makroekonomi.
Selain tekanan makro, penurunan Bitcoin juga diperkuat oleh aksi likuidasi di pasar derivatif. Dalam 24 jam terakhir, sekitar US$33,73 juta posisi Bitcoin dilikuidasi, dengan US$30,69 juta di antaranya berasal dari posisi long.
Analisis Harga Bitcoin

Likuidasi tersebut menunjukkan bahwa sebagian pelaku pasar masih menggunakan leverage untuk bertaruh pada kenaikan Bitcoin. Ketika harga bergerak berlawanan dengan posisi mereka, posisi long terpaksa ditutup dan turut memperbesar tekanan jual.
Dari sisi teknikal, Bitcoin juga menghadapi penolakan di area US$80.000. Harga sempat naik hingga US$80.537, tetapi gagal mempertahankan level tersebut dan kembali turun.
Bitcoin juga gagal bertahan di atas level Fibonacci retracement 23,6% yang berada di sekitar US$80.095. Kondisi ini memperkuat indikasi bahwa area US$80.000 masih menjadi resistance penting bagi pergerakan BTC dalam jangka pendek.
Bitcoin Masih Berpeluang Konsolidasi
Dalam jangka pendek, Bitcoin diperkirakan masih bergerak dalam fase konsolidasi dengan rentang sekitar US$78.000 hingga US$80.500.
Level US$78.000 menjadi area penting yang perlu diperhatikan investor. Selama Bitcoin mampu bertahan di atas support tersebut, peluang untuk kembali menguji area US$80.000 masih terbuka.
Namun, jika BTC menembus dan bertahan di bawah US$78.000, tekanan jual berpotensi semakin kuat. Dalam skenario tersebut, Bitcoin berpeluang bergerak menuju support berikutnya di sekitar US$76.000.
Perhatian pasar kini mulai bergeser ke data inflasi Amerika Serikat. Data Consumer Price Index (CPI) yang dijadwalkan rilis pada 11 September akan menjadi salah satu katalis utama bagi pergerakan Bitcoin berikutnya.
Inflasi AS Jadi Faktor Penting

Jika inflasi AS kembali menunjukkan angka yang lebih tinggi dari perkiraan, ekspektasi kebijakan hawkish The Fed berpotensi semakin menguat. Kondisi tersebut dapat kembali menekan aset berisiko, termasuk Bitcoin.
Sebaliknya, data inflasi yang lebih rendah dari perkiraan dapat memberikan ruang bagi Bitcoin untuk kembali menguat dan mencoba menembus resistance US$80.000.
Untuk saat ini, prospek Bitcoin masih berada dalam kondisi netral hingga bearish dalam jangka sangat pendek. Pergerakan BTC tidak hanya ditentukan oleh kondisi teknikal, tetapi juga sangat bergantung pada data ekonomi AS dan arah kebijakan The Fed.
Pertanyaan utama bagi pasar kini adalah apakah Bitcoin mampu mempertahankan US$78.000 menjelang rilis CPI, atau justru kehilangan support tersebut dan membuka jalan menuju penurunan yang lebih dalam ke US$76.000.
Bagi investor yang ingin memantau pergerakan Bitcoin, maupun aset kripto lainnya secara real-time, aplikasi FLOQ menyediakan data harga, grafik, serta berbagai aset digital yang dapat dipantau kapan saja. Selain itu, kamu juga dapat belajar lebih dalam mengenai BTC dan aset kripto lainnya melalui FLOQ Academy agar dapat mengambil keputusan investasi yang lebih bijak.
Download aplikasi FLOQ di Play Store atau App Store. FLOQ merupakan aplikasi aset digital yang telah berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Dapatkan informasi pasar, edukasi crypto, serta akses trading aset digital dalam satu aplikasi.
Baca juga: Celestia (TIA) Hari Ini (7/9) Melejit di Tengah Pasar Lesu, US$0,63 Jadi Target?





