Harga Ethereum (ETH) hari ini, Senin (24/8) kembali menjadi perhatian pasar setelah mencatat kenaikan sekitar 30% dalam sepekan.
Dilaporkan Coingape, penguatan tersebut terjadi di tengah meningkatnya minat institusional, tercermin dari arus dana masuk ke produk spot Ethereum ETF yang mencapai US$697 juta pada periode 17–21 Agustus 2026.
Kenaikan harga ETH berlangsung ketika sentimen pasar kripto berubah menjadi extreme greed. Fear and Greed Index menyentuh level 79, yang menjadi level tertinggi sejak Desember 2024.
Kondisi tersebut menunjukkan tingginya selera risiko investor, tetapi sekaligus meningkatkan risiko konsolidasi karena sejumlah aset kripto utama mulai berada dalam kondisi jenuh beli.

Arus Dana Institusional Jadi Penopang Ethereum
Salah satu katalis utama bagi Ethereum adalah derasnya arus modal ke produk investasi berbasis aset kripto.
ETF Ethereum mencatat net inflow US$697 juta sepanjang 17–21 Agustus. Angka tersebut menjadi salah satu arus dana terbesar di antara produk ETF kripto pada periode tersebut.
Sebagai perbandingan, ETF Bitcoin spot mencatat arus dana masuk sekitar US$1,918 miliar. Sementara itu, ETF XRP spot menerima US$39,78 juta dan spot Solana ETF mencatat US$28,34 juta.
Besarnya arus dana ke ETF Ethereum menunjukkan permintaan institusional masih menjadi salah satu penopang utama harga ETH.
Spot Bitcoin ETFs Recorded $1.918 Billion in Net Inflows Last Week
— Wu Blockchain (@WuBlockchain) August 24, 2026
From Aug. 17 to Aug. 21 (ET), spot Bitcoin ETFs recorded net inflows of $1.918 billion. Spot Ethereum ETFs saw net inflows of $697 million, while spot Solana ETFs recorded $28.34 million, spot XRP ETFs $39.78… pic.twitter.com/K9F273H8t9
ETH Berpeluang Kejar US$2.700
Dari sisi teknikal, Ethereum masih menunjukkan momentum bullish meski mulai muncul tanda perlambatan.
ETH sempat bergerak ke sekitar US$2.453,91 setelah mencatat kenaikan sekitar 4% dalam periode empat jam. Relative Strength Index (RSI) berada di level 66,74, yang menunjukkan tren masih berada dalam kondisi relatif kuat.
Namun, indikator MACD mulai menunjukkan bearish crossover. Sinyal tersebut mengindikasikan momentum kenaikan berpotensi melambat dalam jangka pendek.

Level US$2.500 kini menjadi area penting yang perlu diperhatikan. Jika Ethereum mampu menembus dan mempertahankan harga di atas level tersebut, peluang menuju US$2.550, US$2.600, hingga US$2.700 semakin terbuka.
Sebaliknya, kegagalan menembus US$2.500 dapat memicu aksi ambil untung. Area US$2.350 menjadi support awal, sementara tekanan jual yang lebih kuat dapat membawa ETH menguji US$2.300.
Jika US$2.300 kembali ditembus ke bawah, perhatian pasar berpotensi beralih ke level US$2.200.
Dengan kenaikan sekitar 30% dalam sepekan dan sentimen pasar yang sudah berada di zona extreme greed, Ethereum masih memiliki ruang untuk melanjutkan pemulihan, tetapi volatilitas dan risiko konsolidasi perlu diwaspadai.
Bagi investor yang ingin memantau pergerakan Ethereum, maupun aset kripto lainnya secara real-time, aplikasi FLOQ menyediakan data harga, grafik, serta berbagai aset digital yang dapat dipantau kapan saja. Selain itu, kamu juga dapat belajar lebih dalam mengenai Bitcoin dan aset kripto lainnya melalui FLOQ Academy agar dapat mengambil keputusan investasi yang lebih bijak.
Download aplikasi FLOQ di Play Store atau App Store. FLOQ merupakan aplikasi aset digital yang telah berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Dapatkan informasi pasar, edukasi crypto, serta akses trading aset digital dalam satu aplikasi.
Baca juga: Market Outlook W3 Agustus 2026: Bitcoin Tembus $77.985! Apakah Rally Bakal Lanjut?




