Harga Bitcoin hari ini, Rabu (2/9) kembali berada di bawah tekanan. Bitcoin (BTC) turun 1,77% dalam 24 jam ke level US$77.318,39, tertinggal dari pergerakan pasar kripto yang cenderung datar.
Penurunan Bitcoin terjadi di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengonfirmasi serangan udara baru terhadap target Iran di sekitar Selat Hormuz. Kondisi tersebut memicu sentimen risk-off di pasar global dan membuat investor mengurangi eksposur trading terhadap aset berisiko, termasuk Bitcoin.
Trump menyebut serangan tersebut sebagai operasi berskala besar dan memperingatkan bahwa Amerika Serikat akan memberikan respons yang lebih keras apabila Iran melakukan serangan balasan.

Tekanan terhadap Bitcoin juga diperkuat oleh kenaikan harga minyak. Harga Brent sempat menembus US$94 per barel seiring meningkatnya kekhawatiran terhadap potensi gangguan pasokan minyak melalui Selat Hormuz.
Kenaikan harga minyak berpotensi memperbesar tekanan inflasi dan pada akhirnya mengurangi ekspektasi terhadap pelonggaran kebijakan moneter Amerika Serikat. Kondisi tersebut menjadi sentimen negatif bagi aset berisiko seperti saham dan kripto.
Bitcoin Tertekan Sentimen Makro
Dilaporkan BeInCrypto, pergerakan Bitcoin saat ini menunjukkan keterkaitan yang kuat dengan aset makro. Korelasi BTC dengan emas tercatat mencapai 94%, mengindikasikan bahwa pergerakan Bitcoin masih sangat dipengaruhi oleh kondisi makroekonomi dan sentimen pasar global.
Selain faktor geopolitik, sikap hawkish Federal Reserve turut menjadi perhatian investor. Pasar kini menantikan keputusan suku bunga The Fed pada 16 September 2026, dengan ekspektasi pasar yang menunjukkan peluang kenaikan suku bunga sekitar 67%.
"The United States is, as we speak, striking Iranian Targets near the Strait of Hormuz. The strikes are large and powerful, and in retaliation for the Iranians’ failed attempt at adding sea mines to the Strait, which currently has no mines (They have been completely removed or… pic.twitter.com/4t3urANDVb
— The White House (@WhiteHouse) September 1, 2026
Jika tekanan inflasi kembali meningkat akibat lonjakan harga minyak, ruang bagi The Fed untuk melonggarkan kebijakan moneter dapat semakin terbatas. Suku bunga yang lebih tinggi berpotensi meningkatkan daya tarik aset berdenominasi dolar dan menekan aset berisiko.
Situasi ini menjadi kontras dengan reli Bitcoin sebelumnya. BTC sempat kembali menyentuh level US$80.000 hanya beberapa hari lalu setelah adanya dorongan dari likuiditas Departemen Keuangan AS.
US$77.500 Jadi Level Kunci Bitcoin
Tekanan jual juga diperparah oleh aksi likuidasi posisi leverage. Dalam 24 jam terakhir, total likuidasi Bitcoin mencapai sekitar US$92,88 juta, dengan sekitar 89% di antaranya berasal dari posisi long.
Besarnya likuidasi posisi long menunjukkan bahwa sebagian trader masih mempertahankan ekspektasi kenaikan harga ketika Bitcoin mulai terkoreksi. Ketika harga bergerak turun, posisi leverage tersebut terpaksa ditutup dan menciptakan tekanan jual tambahan.
Dari sisi teknikal, US$77.500 menjadi level penting yang perlu diperhatikan. Jika Bitcoin mampu bertahan di sekitar area tersebut, BTC berpotensi memasuki fase konsolidasi sembari investor menunggu perkembangan geopolitik dan keputusan The Fed.

Sebaliknya, apabila tekanan jual mendorong Bitcoin menembus level tersebut secara meyakinkan, harga berpotensi melanjutkan penurunan menuju US$75.000.
Dengan demikian, arah Bitcoin dalam beberapa hari ke depan kemungkinan masih sangat bergantung pada perkembangan konflik AS-Iran, pergerakan harga minyak, serta perubahan ekspektasi terhadap kebijakan moneter The Fed.
Untuk saat ini, level US$77.500 menjadi batas penting antara peluang konsolidasi dan risiko koreksi Bitcoin yang lebih dalam.
Bagi investor yang ingin memantau pergerakan Bitcoin, maupun aset kripto lainnya secara real-time, aplikasi FLOQ menyediakan data harga, grafik, serta berbagai aset digital yang dapat dipantau kapan saja. Selain itu, kamu juga dapat belajar lebih dalam mengenai Bitcoin dan aset kripto lainnya melalui FLOQ Academy agar dapat mengambil keputusan investasi yang lebih bijak.
Download aplikasi FLOQ di Play Store atau App Store. FLOQ merupakan aplikasi aset digital yang telah berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Dapatkan informasi pasar, edukasi crypto, serta akses trading aset digital dalam satu aplikasi.
Baca juga: Pajak Kripto di Indonesia: Rincian dan Cara Menghitungnya



