Harga Bitcoin hari ini, Rabu (5/8) kembali menunjukkan tanda-tanda pemulihan setelah sempat tertekan di awal pekan. BTC berhasil bangkit dari area support penting dan kembali diperdagangkan di atas US$64.000 atau sekitar Rp1,15 miliar, didorong meredanya kekhawatiran geopolitik menyusul upaya Qatar mendorong dimulainya kembali negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran.
Berdasarkan pergerakan pasar terbaru, Bitcoin sempat turun hingga kisaran US$62.400 sebelum berbalik arah dan menyentuh level US$64.100. Pemulihan ini memperkuat optimisme pelaku pasar bahwa BTC berpotensi melanjutkan kenaikan apabila mampu menembus area resistance terdekat.
Sentimen Geopolitik Dorong Minat ke Aset Berisiko
Penguatan Bitcoin terjadi setelah Qatar mengonfirmasi bahwa pihaknya bersama Oman dan Pakistan tengah memediasi pembicaraan antara Amerika Serikat dan Iran. Jika negosiasi berjalan positif dan aktivitas pelayaran di Selat Hormuz kembali normal, tekanan terhadap harga minyak diperkirakan akan mereda.
Kondisi tersebut dapat meningkatkan minat investor terhadap aset berisiko seperti saham dan kripto. Sebaliknya, apabila pembicaraan kembali menemui jalan buntu, sentimen pasar berpotensi berubah negatif dan memicu aksi jual di pasar aset kripto.
Analisa Teknikal Bitcoin Hari Ini

Dari sisi teknikal, Bitcoin masih mempertahankan struktur pemulihan setelah berhasil ditutup di atas level 61,8% Fibonacci di area US$63.496. Selama level ini tetap bertahan, peluang kenaikan menuju US$65.026 masih terbuka.
Indikator Relative Strength Index (RSI) juga mulai menunjukkan perbaikan dengan bergerak di kisaran 50, menandakan tekanan jual mulai mereda meski pasar masih berada dalam fase netral.
Sementara itu, indikator Aroon Up berada di level tinggi, menunjukkan tren kenaikan mulai mendominasi dibanding tekanan turun dalam beberapa hari terakhir.
Level Kunci yang Harus Diperhatikan Investor
Pada grafik empat jam, Bitcoin sedang menguji batas atas pola descending channel yang membatasi pergerakan harga sejak akhir Juli.
Sejumlah analis menilai US$64.300 menjadi level konfirmasi terpenting. Jika Bitcoin mampu ditutup di atas area tersebut pada timeframe empat jam, peluang kenaikan menuju US$65.500 hingga US$66.500 akan semakin besar.
Namun tantangan utama masih datang dari banyaknya order jual yang menumpuk di kisaran US$64.000–US$65.000, sehingga area tersebut diperkirakan menjadi hambatan terdekat bagi pergerakan harga.

Baca juga: Web3 Adalah Masa Depan Internet? Kenali Cara Kerjanya Sebelum Ketinggalan!
Risiko Koreksi Masih Membayangi
Meski momentum mulai membaik, risiko koreksi belum sepenuhnya hilang. Data peta likuidasi menunjukkan konsentrasi posisi leverage terbesar masih berada di sekitar US$62.000.
Jika Bitcoin gagal mempertahankan support di US$63.500, harga berpotensi kembali turun menuju US$62.400, bahkan menguji area likuidasi di sekitar US$62.000 sebelum kembali mencari arah baru.
Sebaliknya, apabila resistance berhasil ditembus, tekanan terhadap posisi short dapat memicu short squeeze yang mempercepat kenaikan harga menuju area US$66.500 hingga mendekati puncak Juli di US$66.975.

Cek harga Bitcoin terbaru di FLOQ
Pergerakan harga Bitcoin hari ini masih dipengaruhi kombinasi sentimen makro dan analisa teknikal. Selama BTC mampu bertahan di atas area US$63.500 dan menembus resistance US$64.300, peluang melanjutkan reli menuju US$66.500 tetap terbuka. Namun investor tetap perlu mewaspadai perkembangan negosiasi geopolitik AS-Iran serta potensi volatilitas yang muncul apabila support penting kembali ditembus.
Bagi investor yang ingin memantau pergerakan Bitcoin secara real-time dan mulai berinvestasi aset kripto, aplikasi FLOQ menyediakan akses ke lebih dari 100 aset kripto dengan fitur monitoring harga yang mudah digunakan untuk membantu mengambil keputusan investasi yang lebih terukur.
Download aplikasi FLOQ di Play Storeatau App Store. FLOQ merupakan aplikasi aset digital yang telah berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Dapatkan informasi pasar, edukasi crypto, serta akses trading aset digital dalam satu aplikasi.





