Pasar kripto dan saham memasuki pekan terakhir September 2026 dengan sejumlah agenda ekonomi penting yang berpotensi memengaruhi arah aset berisiko, termasuk Bitcoin (BTC).
Setidaknya terdapat lima katalis utama yang menjadi perhatian pasar, mulai dari risalah rapat Bank of Japan (BOJ), data inflasi Personal Consumption Expenditures (PCE), pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat (AS), indeks manufaktur, hingga laporan ketenagakerjaan.
Perhatian investor juga tertuju pada kebijakan moneter Federal Reserve (The Fed) setelah bank sentral AS menaikkan suku bunga acuannya pada 16 September 2026 ke kisaran 3,75%-4%.

Dalam pertemuan tersebut, The Fed menyebut inflasi masih berada pada level tinggi. Namun, Ketua The Fed Kevin Warsh belum memberikan sinyal pasti mengenai kemungkinan kenaikan suku bunga berikutnya.
"Trends matter. Data points are noisy. Data point dependence is a dangerous preoccupation," kata Warsh dalam konferensi pers setelah pertemuan The Fed.
Data ekonomi yang akan dirilis pekan ini menjadi penting karena dapat memberikan gambaran mengenai kondisi inflasi dan perekonomian AS menjelang pertemuan The Fed pada 27-28 Oktober 2026.
Risalah Bank of Japan Jadi Katalis Pertama
Agenda pertama datang dari Bank of Japan (BOJ) yang akan merilis risalah pertemuan 30-31 Juli pada Senin (28/9) waktu Jepang.
Risalah tersebut akan memberikan gambaran mengenai pandangan para anggota dewan BOJ terhadap kondisi ekonomi dan kebijakan moneter Jepang.
BOJ sebelumnya menaikkan suku bunga hingga sekitar 1% pada Juni dan kembali menaikkannya menjadi sekitar 1,25% pada 18 September.
Perbedaan tingkat suku bunga antara Jepang dan AS menjadi salah satu faktor yang turut diperhatikan pasar global. Perubahan ekspektasi kebijakan BOJ dapat berdampak terhadap pasar obligasi, yen, imbal hasil US Treasury, hingga Bitcoin.
Data PCE Jadi Perhatian Utama
Pada Rabu (30/9), pasar akan mendapatkan data Personal Consumption Expenditures (PCE), salah satu indikator inflasi yang menjadi perhatian utama The Fed.
Core PCE, yang tidak memasukkan komponen makanan dan energi yang lebih volatil, tercatat tumbuh 3,3% secara tahunan hingga Juli. Untuk Agustus, pasar memperkirakan angka tersebut meningkat menjadi 3,4%.

Angka tersebut masih berada di atas target inflasi The Fed sebesar 2%.
Selain inflasi, data pengeluaran konsumen juga menjadi perhatian. Pengeluaran masyarakat AS diperkirakan meningkat 0,5% pada Agustus, yang akan menjadi kenaikan bulanan terbesar dalam lebih dari satu tahun jika terealisasi.
Pergerakan data inflasi dan konsumsi tersebut berpotensi memengaruhi ekspektasi terhadap kebijakan suku bunga, sekaligus berdampak pada imbal hasil obligasi pemerintah AS, dolar AS, indeks saham utama, dan Bitcoin.
Data GDP AS Ikut Dipantau
Masih pada Rabu, Bureau of Economic Analysis (BEA) dijadwalkan merilis estimasi ketiga sekaligus final untuk pertumbuhan ekonomi AS pada kuartal II 2026.
Estimasi kedua sebelumnya menunjukkan ekonomi AS tumbuh 1,5% secara tahunan, melambat dibandingkan pertumbuhan 2,1% pada kuartal I.
Revisi pertumbuhan yang lebih kuat dapat memberikan ruang bagi The Fed untuk mempertahankan suku bunga pada level tinggi lebih lama.
Sebaliknya, perlambatan ekonomi yang lebih besar dapat menjadi perhatian pasar terhadap prospek pertumbuhan AS. Data GDP terutama akan diperhatikan dalam kaitannya dengan imbal hasil US Treasury, dolar AS, dan indeks S&P 500.
Indeks Manufaktur AS Menyusul
Pada Kamis (1/10), pasar akan mendapatkan data ISM Manufacturing Index.
Indeks tersebut mengukur aktivitas sektor manufaktur AS melalui survei terhadap para manajer pembelian. Angka di atas 50 menunjukkan sektor manufaktur berada dalam fase ekspansi.
Pada Agustus, indeks manufaktur berada di level 54,6, turun dari 55,6 pada Juli. Sementara itu, indeks harga yang dibayarkan produsen tetap berada di level 71,1, menunjukkan tekanan biaya di sektor manufaktur masih relatif tinggi.
Data ini dapat menjadi perhatian bagi pasar saham sektor industri, US Treasury, dolar AS, dan harga minyak.
šŗšø Key Events This Week:
ā Bull Theory (@BullTheoryio) September 27, 2026
1. Monday, BOJ Monetary Policy Minutes:
Any signal of further rate hikes could narrow the U.S.-Japan rate gap and impact global bond markets.
2. Wednesday, PCE Inflation:
The Fedās preferred inflation metric will show how much consumers are spending andā¦
Laporan Jobs Jadi Penutup Pekan
Katalis terakhir sekaligus salah satu yang paling diperhatikan pasar datang pada Jumat (2/10) melalui laporan ketenagakerjaan AS untuk September.
Forecaster memperkirakan ekonomi AS menambah sekitar 90.000 lapangan kerja pada September, turun dari 162.000 pekerjaan pada Agustus. Tingkat pengangguran diperkirakan tetap berada di 4,1%.
Sementara itu, pertumbuhan upah per jam tercatat sebesar 0,3% pada Agustus.
Data tenaga kerja yang kuat dapat memperkuat ekspektasi bahwa The Fed masih memiliki alasan untuk mempertahankan suku bunga tinggi. Sebaliknya, pelemahan pasar tenaga kerja dapat mengubah ekspektasi pasar terhadap kebijakan moneter berikutnya.
Dampaknya dapat menjalar ke imbal hasil US Treasury, dolar AS, S&P 500, Nasdaq, emas, hingga Bitcoin.
Bitcoin Berada di Tengah Perhatian Pasar
Rangkaian data ekonomi tersebut pada akhirnya akan menjadi bagian dari pertimbangan pasar menjelang pertemuan The Fed pada 27-28 Oktober.
Pada saat yang sama, perubahan ekspektasi suku bunga dapat memengaruhi pergerakan imbal hasil US Treasury. Kenaikan suku bunga dan imbal hasil obligasi umumnya meningkatkan daya tarik instrumen berpendapatan tetap dibandingkan aset berisiko.

Bitcoin sendiri tercatat diperdagangkan di sekitar US$84.728 berdasarkan data BeInCrypto dalam materi tersebut.
Dengan demikian, pelaku pasar akan mencermati bukan hanya satu indikator, tetapi kombinasi data inflasi, pertumbuhan ekonomi, aktivitas manufaktur, dan pasar tenaga kerja untuk melihat bagaimana kondisi ekonomi AS berkembang serta bagaimana hal tersebut dapat memengaruhi arah kebijakan moneter berikutnya.
Bagi investor yang ingin memantau pergerakan dan trading Bitcoin, maupun aset kripto lainnya secara real-time, aplikasi FLOQ menyediakan data harga, grafik, serta berbagai aset digital yang dapat dipantau kapan saja. Selain itu, kamu juga dapat belajar lebih dalam mengenai aset kripto lainnya melalui FLOQ Academy agar dapat mengambil keputusan investasi yang lebih bijak.
Download aplikasi FLOQ di Play Store atau App Store. FLOQ merupakan aplikasi aset digital yang telah berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Dapatkan informasi pasar, edukasi crypto, serta akses trading aset digital dalam satu aplikasi.
Baca juga: Kripto Tak Lagi Sekadar Soal Harga, Ini Kunci Memahami Masa Depannya





