
Tumbler
Apa Itu Tumbler?
Tumbler juga dikenal sebagai mixing service, adalah layanan dalam dunia kripto yang dirancang untuk meningkatkan privasi transaksi. Cara kerjanya adalah dengan mencampurkan sejumlah transaksi kripto dari banyak pengguna, lalu mengirimkan kembali dana ke penerima akhir secara acak atau bertahap. Hasilnya, jejak transaksi menjadi lebih sulit dilacak oleh pihak luar.
Tumbler bekerja mirip seperti “pengocok koin”. Saat Kamu mengirim koin ke layanan tumbler, koin tersebut akan dicampur dengan milik pengguna lain, lalu dikeluarkan kembali ke dompet penerima dalam jumlah yang sama, tetapi melalui rute dan waktu yang berbeda.
Bagaimana Tumbler Bekerja?
Berikut adalah gambaran umum cara kerja layanan tumbler:
1. Pengumpulan Dana dari Beberapa Sumber
Pengguna mengirim aset kripto ke alamat yang dikelola oleh layanan tumbler. Setiap pengguna memiliki jumlah dan waktu pengiriman yang berbeda.
2. Pencampuran Dana
Tumbler mencampurkan dana tersebut dalam satu pool besar, lalu mengacak jalur, jumlah, dan waktu pengiriman keluar. Dalam beberapa kasus, Tumbler juga menggunakan wallet sementara (intermediary wallets) untuk memperumit pelacakan.
3. Pengiriman Ulang
Setelah pencampuran selesai, dana dikirim kembali ke dompet penerima sesuai instruksi pengguna, tetapi dengan jejak transaksi yang sangat berbeda dari aslinya. Ini membuat proses pelacakan di blockchain menjadi sulit.
4. Pembayaran Biaya Layanan
Biasanya, tumbler memungut biaya sekitar 1–3% dari jumlah yang dicampurkan sebagai kompensasi atas layanan privasi tersebut.
Mengapa Tumbler Digunakan?
Tumbler memiliki beberapa manfaat, tetapi juga menimbulkan kekhawatiran. Berikut alasan mengapa layanan ini digunakan:
Untuk Privasi Transaksi
Blockchain bersifat publik dan transparan. Dengan menggunakan tumbler, pengguna bisa menyembunyikan identitas atau aktivitas finansial mereka dari pengawasan.
Untuk Melindungi Identitas
Pengguna yang tinggal di negara dengan kontrol finansial ketat atau ingin merahasiakan aktivitas perdagangan dapat memanfaatkan tumbler untuk menghindari pengawasan.
Disalahgunakan untuk Kejahatan
Sayangnya, layanan ini sering dikaitkan dengan:
- Pencucian uang (money laundering)
- Penyembunyian hasil peretasan
- Transfer dana gelap atau hasil ilegal
Hal ini menyebabkan banyak regulator dan otoritas hukum mengawasi tumbler dengan ketat. Beberapa layanan terkenal bahkan sudah diblokir atau dituntut secara hukum.
Contoh Tumbler yang Pernah Populer
- Wasabi Wallet: Dompet Bitcoin dengan fitur pencampuran CoinJoin.
- Tornado Cash: Layanan mixing berbasis Ethereum yang sempat diblokir oleh otoritas AS karena diduga digunakan dalam aksi pencucian uang skala besar.
Disclaimer: Seluruh informasi yang disampaikan disusun oleh mitra industri dengan tujuan memberikan edukasi kepada pembaca. Kami menyarankan Anda untuk melakukan riset secara mandiri dan mempertimbangkan dengan matang sebelum melakukan transaksi.
Bagikan melalui:

Kosakata Selanjutnya
Turing Complete
Kemampuan sistem komputasi untuk menyelesaikan perhitungan atau logika kompleks apa pun, seperti komputer umum. Smart contract pada beberapa blockchain bersifat Turing complete, memungkinkan pemrograman fleksibel.
Two-Factor Authentication (2FA)
Lapisan keamanan tambahan yang memerlukan dua bentuk verifikasi untuk mengakses akun, seperti sandi dan kode One Time Password (OTP). Digunakan secara luas di platform crypto untuk melindungi aset pengguna dari akses tidak sah.
Type Checking
Proses verifikasi bahwa nilai data dalam kode sesuai dengan tipe data yang diharapkan. Digunakan dalam pemrograman untuk mencegah bug dan menjaga integritas logika aplikasi.
TypeScript Programming Language
Bahasa pemrograman open-source yang dikembangkan oleh Microsoft sebagai superset dari JavaScript, dengan dukungan tipe statis. Digunakan luas dalam pengembangan aplikasi web dan blockchain karena meningkatkan skalabilitas, keamanan, dan pengalaman debugging.
Typosquatting
Strategi penipuan digital di mana pelaku mendaftarkan domain atau nama proyek dengan kesalahan ketik dari yang asli untuk mengecoh pengguna. Sering digunakan untuk mencuri data login, aset digital, atau meniru proyek crypto populer.


