
Trustless
Apa Itu Trustless?
Istilah trustless sering terdengar di dunia blockchain dan Web3, tapi bukan berarti "tanpa kepercayaan sama sekali". Justru sebaliknya, trustless mengacu pada sistem yang tidak memerlukan kepercayaan personal terhadap siapa pun, karena semua aturan dijalankan secara otomatis dan transparan oleh kode dan konsensus jaringan.
Dalam sistem tradisional, kita harus percaya pada bank, notaris, atau perusahaan penyedia layanan untuk bertindak jujur. Namun dalam sistem trustless, Kamu tidak perlu percaya pada siapa pun secara pribadi—cukup percaya pada teknologi yang mendasarinya.
Bagaimana Sistem Trustless Bekerja?
Sistem trustless berjalan berdasarkan prinsip bahwa mekanisme teknis bisa menggantikan peran kepercayaan manusia. Berikut ini bagaimana sistem trustless diimplementasikan, terutama di blockchain:
1. Menggunakan Mekanisme Konsensus
Blockchain seperti Bitcoin dan Ethereum menggunakan algoritma konsensus seperti Proof of Work (PoW) atau Proof of Stake (PoS) untuk memastikan bahwa semua node dalam jaringan setuju atas keadaan data. Tidak ada satu pihak pun yang bisa mengubah data secara sepihak.
2. Kriptografi Sebagai Jaminan
Semua transaksi dalam blockchain diamankan dengan teknik kriptografi yang kompleks. Tanda tangan digital memastikan bahwa hanya pemilik wallet yang bisa melakukan transaksi, tanpa perlu otoritas pusat.
3. Kontrak Pintar (Smart Contract)
Smart contract menjalankan logika secara otomatis ketika kondisi tertentu terpenuhi. Tidak ada ruang untuk campur tangan, korupsi, atau manipulasi karena kode bersifat transparan dan tidak dapat diubah setelah disebarkan ke jaringan.
4. Transparansi dan Immutability
Semua data yang dicatat dalam blockchain bersifat publik (untuk jaringan terbuka) dan tidak dapat diubah (immutable). Ini menciptakan kepercayaan berbasis bukti, bukan asumsi.
Mengapa Konsep Trustless Penting?
Trustless bukan hanya jargon teknologi, tapi merupakan evolusi dalam cara manusia bekerja sama. Berikut alasan kenapa sistem trustless sangat penting:
Menghilangkan Ketergantungan pada Pihak Ketiga
Dalam DeFi, Kamu bisa meminjam, menukar, atau menyimpan aset tanpa perlu lembaga perantara seperti bank.
Mengurangi Biaya dan Friksi
Tanpa perantara, proses menjadi lebih cepat dan murah. Tidak perlu lagi membayar biaya administrasi atau menunggu otorisasi dari pihak sentral.
Meningkatkan Keamanan dan Ketahanan Sistem
Karena tidak ada titik pusat yang bisa diretas atau dimanipulasi, trustless system jauh lebih tahan terhadap serangan dan kegagalan.
Membuka Akses Global
Siapa pun, di mana pun, bisa menggunakan sistem trustless tanpa diskriminasi atau batasan geografis. Ini mendukung inklusi keuangan secara global.
Disclaimer: Seluruh informasi yang disampaikan disusun oleh mitra industri dengan tujuan memberikan edukasi kepada pembaca. Kami menyarankan Anda untuk melakukan riset secara mandiri dan mempertimbangkan dengan matang sebelum melakukan transaksi.
Bagikan melalui:

Kosakata Selanjutnya
Tumbler
Layanan yang mencampur transaksi crypto untuk mengaburkan asal dan tujuan aset guna meningkatkan privasi. Sering digunakan untuk menyulitkan pelacakan dana, meskipun dapat disalahgunakan.
Turing Complete
Kemampuan sistem komputasi untuk menyelesaikan perhitungan atau logika kompleks apa pun, seperti komputer umum. Smart contract pada beberapa blockchain bersifat Turing complete, memungkinkan pemrograman fleksibel.
Two-Factor Authentication (2FA)
Lapisan keamanan tambahan yang memerlukan dua bentuk verifikasi untuk mengakses akun, seperti sandi dan kode One Time Password (OTP). Digunakan secara luas di platform crypto untuk melindungi aset pengguna dari akses tidak sah.
Type Checking
Proses verifikasi bahwa nilai data dalam kode sesuai dengan tipe data yang diharapkan. Digunakan dalam pemrograman untuk mencegah bug dan menjaga integritas logika aplikasi.
TypeScript Programming Language
Bahasa pemrograman open-source yang dikembangkan oleh Microsoft sebagai superset dari JavaScript, dengan dukungan tipe statis. Digunakan luas dalam pengembangan aplikasi web dan blockchain karena meningkatkan skalabilitas, keamanan, dan pengalaman debugging.


