
Selfish Mining
Apa Itu Selfish Mining?
Selfish mining adalah strategi penambangan dalam blockchain—khususnya pada jaringan berbasis Proof of Work—di mana seorang penambang atau kelompok penambang secara sengaja menunda publikasi blok yang berhasil mereka tambang, untuk mendapatkan keuntungan yang tidak seimbang. Tujuannya adalah untuk mengalahkan penambang lain dalam membangun rantai terpanjang dan mendapatkan hadiah blok secara lebih sering daripada yang seharusnya secara adil.
Sahabat Floq perlu tahu bahwa strategi ini bukan sekadar teori, tetapi benar-benar bisa memengaruhi stabilitas dan integritas konsensus blockchain jika dilakukan dalam skala besar.
Bagaimana Cara Kerja Selfish Mining?
Pada sistem blockchain seperti Bitcoin, penambang yang berhasil menemukan blok baru akan segera memublikasikannya ke jaringan agar semua node dapat memverifikasinya. Namun, dalam selfish mining, penambang justru menyimpan blok tersebut secara privat untuk menciptakan rantai tersembunyi. Berikut adalah alur strategi selfish mining:
Menambang Blok dan Menyimpannya
Ketika penambang selfish menemukan blok, mereka tidak langsung mengumumkannya ke jaringan.
Mencoba Menambang Blok Kedua (Memperpanjang Rantai Pribadi)
Mereka berusaha menemukan blok berikutnya sebelum jaringan lain berhasil mengejar. Jika berhasil, mereka akan memiliki rantai dua blok di belakang layar.
Menunggu dan Menyerang
Jika jaringan publik menemukan blok, selfish miner segera menerbitkan rantainya sendiri, yang lebih panjang, sehingga rantai publik ditolak oleh konsensus.
Mendapatkan Hadiah Lebih Banyak
Karena blockchain selalu mengakui rantai terpanjang sebagai rantai yang valid, selfish miner akan mendapatkan lebih banyak reward, meskipun secara statistik seharusnya tidak mendominasi.
Strategi ini bukan pelanggaran protokol langsung, tapi memanfaatkan kelemahan mekanisme konsensus dengan cara yang tidak etis.
Mengapa Selfish Mining Merugikan Jaringan Blockchain?
Selfish mining mengganggu prinsip keadilan dan desentralisasi dalam jaringan blockchain. Berikut beberapa alasan kenapa strategi ini berbahaya:
1. Mengurangi Kepercayaan terhadap Konsensus
Sistem blockchain dirancang agar semua partisipan memiliki kesempatan yang adil untuk mendapatkan imbalan. Selfish mining memutarbalikkan sistem ini demi keuntungan sepihak.
2. Mendorong Sentralisasi Hash Power
Jika selfish mining terbukti lebih menguntungkan, maka penambang kecil akan terdorong untuk bergabung ke kolam (mining pool) besar atau strategi serupa. Ini bisa mengarah ke sentralisasi kekuatan komputasi, yang berisiko pada terjadinya serangan 51%.
3. Meningkatkan Risiko Fork
Selfish mining dapat menyebabkan lebih banyak orphan blocks (blok yang ditolak jaringan), yang membuat jaringan menjadi tidak stabil dan memperlambat transaksi.
4. Membuka Pintu Serangan Lanjutan
Dengan mempermainkan waktu publikasi blok, selfish miner bisa membuka peluang untuk serangan lanjutan seperti double-spending.
Meski strategi ini memerlukan sumber daya besar dan risiko tinggi, beberapa studi menunjukkan bahwa dengan kekuatan hash sebesar 25%-30%, selfish miner bisa mulai mendapatkan keuntungan tambahan dibanding menambang secara jujur. Oleh karena itu, penting bagi protokol blockchain untuk terus diperkuat agar strategi seperti ini tidak bisa dieksploitasi lebih jauh.
Beberapa solusi yang sudah dicoba komunitas termasuk:
- Penyesuaian reward algoritmik untuk mengurangi keuntungan selfish mining.
- Peningkatan waktu penyebaran blok agar semua node dapat menyinkronkan lebih cepat.
- Pengembangan protokol baru seperti GHOST (Greedy Heaviest-Observed Sub-Tree) yang mempertimbangkan semua cabang blok, bukan hanya rantai terpanjang.
Disclaimer: Seluruh informasi yang disampaikan disusun oleh mitra industri dengan tujuan memberikan edukasi kepada pembaca. Kami menyarankan Anda untuk melakukan riset secara mandiri dan mempertimbangkan dengan matang sebelum melakukan transaksi.
Bagikan melalui:

Kosakata Selanjutnya
Sell Wall
Tumpukan besar pesanan jual pada harga tertentu yang dapat menghambat kenaikan harga aset. Sering dimanfaatkan untuk manipulasi psikologis pasar oleh trader besar (whales).
Semantic Web
Ekstensi dari World Wide Web yang memungkinkan data dibaca, dimengerti, dan diproses oleh mesin secara otomatis. Dalam Web3, digunakan untuk menciptakan sistem yang lebih terhubung dan cerdas.
Series B Funding
Tahap pendanaan startup setelah produk dan pasar terbukti, dengan fokus pada ekspansi skala besar. Biasanya melibatkan venture capital besar dan strategi pertumbuhan agresif.
Settlement
Proses akhir transaksi di mana kepemilikan aset resmi berpindah tangan. Dalam blockchain, settlement terjadi saat transaksi tercatat secara permanen dalam blok.
Settlement Layer
Lapisan dasar dalam arsitektur blockchain yang bertanggung jawab atas pencatatan dan validasi transaksi. Ethereum dan Bitcoin bertindak sebagai settlement layer untuk aplikasi Layer-2 di atasnya.


