Cari

Klik huruf yang tersedia untuk mengetahui daftar glossary

Pattern 1

Secondary Market

Apa Itu Secondary Market?

Secondary market adalah pasar sekunder di mana aset digital seperti token kripto, NFT, atau aset blockchain lainnya diperdagangkan setelah melewati fase peluncuran awal. Fase awal ini bisa berupa Initial Coin Offering (ICO), Initial Exchange Offering (IEO), atau Initial DEX Offering (IDO). Setelah aset diluncurkan dan didistribusikan ke investor awal, secondary market menjadi tempat utama untuk jual beli token tersebut oleh publik.

Bagi Sahabat Floq, secondary market berperan seperti bursa efek dalam dunia finansial tradisional. Ini adalah tempat di mana investor bisa masuk atau keluar dari kepemilikan aset digital secara bebas, tergantung pada pergerakan harga dan permintaan pasar.

Bagaimana Cara Kerja Secondary Market?

Setelah peluncuran awal (primary market) selesai dan token tersedia untuk diperdagangkan, token akan dicatatkan di bursa—baik terpusat (CEX) seperti Binance dan Coinbase, maupun terdesentralisasi (DEX) seperti Uniswap dan PancakeSwap. Di sinilah token mulai memiliki harga pasar yang ditentukan oleh penawaran dan permintaan.

Di secondary market:

  • Investor awal dapat merealisasikan keuntungan jika harga token naik dari harga pembelian saat ICO atau IDO.
  • Investor baru bisa masuk untuk membeli token berdasarkan nilai pasar yang sedang berlaku.
  • Likuiditas terbentuk, memungkinkan transaksi terjadi secara cepat dan efisien.
  • Harga token menjadi transparan dan fluktuatif, mencerminkan sentimen pasar, berita proyek, dan faktor eksternal lainnya.

Transaksi di secondary market biasanya lebih aktif dan dinamis dibandingkan dengan fase awal karena melibatkan lebih banyak partisipan, dari trader harian hingga investor jangka panjang.

 

Mengapa Secondary Market Penting dalam Dunia Crypto?

Secondary market adalah bagian vital dari ekosistem aset digital karena menjadi penggerak utama likuiditas dan adopsi pasar. Berikut alasan mengapa peran pasar sekunder sangat penting:

1. Memberikan Likuiditas

Tanpa secondary market, pemilik token tidak akan punya tempat untuk menjual aset mereka. Likuiditas yang tinggi memungkinkan harga terbentuk secara efisien dan mendukung stabilitas proyek.

2. Menentukan Harga Pasar Nyata

Harga token di primary market sering kali bersifat tetap atau dibatasi. Namun di secondary market, harga ditentukan oleh mekanisme pasar terbuka, memberikan gambaran nilai riil dari suatu proyek.

3. Akses Terbuka bagi Investor Baru

Setelah fase ICO atau IDO selesai, investor yang belum sempat ikut masih bisa mendapatkan token melalui secondary market. Ini memperluas jangkauan distribusi aset.

4. Mendukung Perkembangan Ekosistem

Aktivitas perdagangan yang sehat di secondary market memberi sinyal positif bagi proyek, komunitas, dan calon mitra strategis. Proyek yang likuid dan aktif biasanya lebih menarik perhatian di dunia Web3.

Namun, penting juga diingat bahwa secondary market penuh dengan volatilitas. Harga bisa naik tajam dalam waktu singkat, tapi juga bisa turun drastis karena sentimen pasar atau kondisi global. Oleh karena itu, edukasi dan manajemen risiko tetap menjadi kunci utama bagi Sahabat Floq yang ingin berpartisipasi dalam perdagangan aset digital.

 

 

Disclaimer: Seluruh informasi yang disampaikan disusun oleh mitra industri dengan tujuan memberikan edukasi kepada pembaca. Kami menyarankan Anda untuk melakukan riset secara mandiri dan mempertimbangkan dengan matang sebelum melakukan transaksi.

Bagikan melalui:

Pattern 1Pattern 1Pattern 1Pattern 1Pattern 1
Blur 2

Belajar, Investasi, dan Tumbuh Bersama Kami

Jadilah bagian dari FLOQ. Mulai perjalanan investasimu dengan platform terpercaya dari hari pertama.

Google PlayApp Store
Blur 2Blur 2Device