
Routing Attack
Apa Itu Routing Attack?
Routing attack adalah jenis serangan dalam jaringan blockchain yang terjadi ketika lalu lintas data antar node dialihkan atau dimanipulasi secara jahat. Tujuannya bisa bermacam-macam, mulai dari menunda propagasi blok, menyebabkan pemisahan jaringan (partitioning), hingga menyesatkan node tertentu dengan informasi palsu.
Sahabat Floq, serangan ini tidak menyerang protokol blockchain itu sendiri, melainkan infrastruktur jaringan internet yang digunakan oleh node-node blockchain untuk berkomunikasi. Karena jaringan blockchain bergantung pada sinkronisasi data real-time antar node, gangguan pada lapisan ini bisa memiliki dampak serius terhadap keandalan dan keamanannya.
Bagaimana Routing Attack Terjadi?
Routing attack memanfaatkan kerentanan dalam sistem routing internet seperti Border Gateway Protocol (BGP), yang merupakan tulang punggung komunikasi global antar server. Berikut adalah skenario umum terjadinya routing attack dalam konteks blockchain:
1. BGP Hijacking
Penyerang memalsukan informasi routing dan mengklaim bahwa mereka memiliki jalur tercepat menuju node tertentu. Akibatnya, lalu lintas data yang seharusnya menuju node valid justru dialihkan ke node penyerang.
2. Delay Attack
Setelah mengarahkan lalu lintas ke jalur palsu, penyerang dapat menunda penyampaian blok atau transaksi, sehingga menyebabkan node korban bekerja dengan data yang sudah usang atau tidak lengkap.
3. Partitioning Attack
Penyerang mengisolasi sekelompok node dari jaringan utama. Dalam kondisi ini, node-node yang terisolasi tidak dapat berkomunikasi dengan jaringan global, menciptakan versi blockchain yang terpisah (fork lokal).
4. Man-in-the-Middle Manipulation
Jika lalu lintas data melewati node penyerang, mereka bisa mengubah atau menyensor informasi tertentu, misalnya memblokir transaksi spesifik atau mengganggu propagasi blok dari miner.
Mengapa Routing Attack Menjadi Ancaman Serius?
1. Merusak Sinkronisasi Jaringan
Blockchain bekerja dengan prinsip konsensus terdistribusi, yang bergantung pada komunikasi lancar antar node. Routing attack dapat mengacaukan proses ini dan mengganggu pembaruan informasi secara real-time.
2. Membuka Celah untuk Serangan Lain
Routing attack dapat digunakan sebagai langkah awal untuk meluncurkan serangan lanjutan seperti:
- 51% attack, jika penyerang berhasil mengisolasi kelompok mining pool
- Double spending, dengan mengeksploitasi delay dalam propagasi transaksi
3. Menurunkan Kepercayaan Jaringan
Ketika node-node tidak menerima informasi yang benar, pengguna bisa mengalami keterlambatan konfirmasi transaksi atau bahkan inkonsistensi saldo, yang merusak kepercayaan pada sistem.
4. Sulit Dideteksi oleh Node Biasa
Karena terjadi di level jaringan (bukan aplikasi), routing attack sulit dideteksi oleh node blockchain biasa. Banyak node bahkan tidak menyadari bahwa lalu lintas mereka telah dimanipulasi.
5. Rentan Terjadi pada Infrastruktur Terpusat
Jaringan blockchain yang masih tergantung pada infrastruktur internet terpusat dan node dengan konektivitas rendah lebih mudah dieksploitasi melalui serangan ini.
Routing attack menyoroti kerentanan infrastruktur jaringan yang menopang blockchain, bahkan dalam sistem yang sudah dirancang untuk tahan sensor dan gangguan. Bagi Sahabat Floq yang ingin mendalami aspek keamanan jaringan dalam ekosistem Web3, memahami potensi dan mekanisme routing attack adalah langkah penting untuk mengembangkan sistem node yang lebih resilien, terdesentralisasi, dan tangguh terhadap manipulasi data di lapisan komunikasi.
Disclaimer: Seluruh informasi yang disampaikan disusun oleh mitra industri dengan tujuan memberikan edukasi kepada pembaca. Kami menyarankan Anda untuk melakukan riset secara mandiri dan mempertimbangkan dengan matang sebelum melakukan transaksi.
Bagikan melalui:

Kosakata Selanjutnya
Royalty
Pembayaran otomatis yang diberikan kepada pencipta setiap kali aset digital seperti Non-Fungible Token (NFT) dijual kembali. Dikodekan langsung ke dalam smart contract untuk menjamin kompensasi berkelanjutan.
Rug Pull
Skema penipuan di mana pengembang proyek crypto menarik semua dana investor dan meninggalkan proyek secara tiba-tiba. Umumnya terjadi dalam proyek Decentralized Finance (DeFi) atau Non-Fungible Token (NFT) yang belum diverifikasi dengan baik.
Rugged
Istilah slang untuk menggambarkan seseorang atau komunitas yang menjadi korban rug pull. Biasanya digunakan dalam konteks peringatan atau pengalaman pahit di dunia crypto.
Ryuk Ransomware
Jenis ransomware yang ditargetkan ke institusi besar, mengenkripsi data dan menuntut pembayaran dalam crypto sebagai tebusan. Dikenal karena serangannya yang agresif dan sering dikaitkan dengan infrastruktur penting.
Satoshi Nakamoto
Nama samaran pencipta Bitcoin yang merilis whitepaper-nya pada tahun 2008 dan meluncurkan jaringan Bitcoin pada 2009. Identitas asli Satoshi masih belum diketahui hingga saat ini.


