Cari

Klik huruf yang tersedia untuk mengetahui daftar glossary

Pattern 1

Royalty

Apa Itu Royalty?

Royalty dalam konteks aset digital, terutama Non-Fungible Token (NFT), merujuk pada pembayaran berulang yang diterima oleh kreator setiap kali karyanya dijual kembali di pasar sekunder. Berbeda dari model tradisional, di mana seniman hanya mendapat keuntungan dari penjualan pertama, NFT memungkinkan pembuat konten untuk terus mendapatkan kompensasi setiap kali karya mereka berpindah tangan.

Sahabat Floq, sistem royalty ini ditanamkan langsung ke dalam smart contract, sehingga prosesnya otomatis, transparan, dan tidak tergantung pada perantara. Ini menjadikan royalty sebagai salah satu inovasi penting yang membedakan Web3 dari ekosistem kreatif konvensional.

 

Bagaimana Royalty Bekerja di NFT?

Royalty dikonfigurasi saat NFT pertama kali dibuat (minting) dan disematkan ke dalam smart contract token tersebut. Informasi yang biasanya dicantumkan meliputi:

  • Persentase royalti: Misalnya 5% dari harga jual sekunder.
  • Alamat wallet pencipta: Tempat royalti akan dikirim otomatis.
  • Kondisi pembayaran: Bisa disesuaikan berdasarkan platform atau jenis transaksi.

Contoh:

Kamu menciptakan NFT karya seni digital dan menetapkan royalty sebesar 10%. Ketika NFT-mu dijual seharga 1 ETH, kamu mendapatkan 1 ETH penuh. Namun jika pemilik NFT tersebut menjualnya kembali seharga 3 ETH, kamu secara otomatis menerima 0,3 ETH (10%) dari penjualan tersebut. Semua ini berlangsung tanpa perlu campur tangan pihak ketiga.

Beberapa marketplace NFT seperti OpenSea, Rarible, dan Foundation memungkinkan kreator untuk mengatur royalty secara langsung di platform mereka, meskipun implementasinya bisa berbeda tergantung protokol yang digunakan.

 

Mengapa Royalty Penting dalam Ekosistem Web3?

1. Memberikan Keuntungan Berkelanjutan untuk Kreator

Royalty menghadirkan sumber pendapatan pasif jangka panjang bagi pencipta konten. Ini sangat membantu bagi seniman, musisi, desainer, dan kreator digital yang sebelumnya sulit memperoleh kompensasi dari penjualan karya sekunder.

2. Mendukung Ekonomi Kreatif yang Lebih Adil

Dengan adanya sistem royalty otomatis, Web3 menawarkan model ekonomi yang mengakui kontribusi asli pencipta, dan tidak hanya menguntungkan spekulan atau pemilik aset sementara.

3. Menghilangkan Ketergantungan pada Lembaga Tradisional

Di dunia Web2, royalty biasanya dikelola oleh agensi atau lembaga hak cipta dengan proses yang kompleks dan tidak transparan. Web3 memungkinkan pembayaran royalty langsung, real-time, dan terverifikasi di blockchain.

4. Mendorong Inovasi dalam Model Bisnis

Royalty bisa disesuaikan untuk berbagai jenis NFT, mulai dari seni digital, musik, lisensi software, hingga akses eksklusif komunitas. Ini membuka peluang baru dalam menciptakan model bisnis kreatif dan partisipatif.

5. Meningkatkan Nilai Jangka Panjang Aset

Dengan memastikan kreator tetap mendapat insentif, sistem royalty mendorong mereka untuk terus mendukung dan mengembangkan ekosistem di sekitar aset yang mereka buat, sehingga meningkatkan nilai kolektibel jangka panjang.

 

Royalty adalah wujud nyata dari keadilan ekonomi digital di era Web3. Bagi Sahabat Floq yang ingin menjelajahi dunia NFT, memahami konsep ini sangat penting karena royalty bukan hanya mekanisme teknis, tetapi juga fondasi etika baru dalam hubungan antara kreator dan komunitas. Teknologi ini memberi harapan bahwa di masa depan, setiap karya digital bisa memiliki nilai berkelanjutan—bukan hanya sekali pakai, tapi terus memberi manfaat bagi penciptanya.

 

Disclaimer: Seluruh informasi yang disampaikan disusun oleh mitra industri dengan tujuan memberikan edukasi kepada pembaca. Kami menyarankan Anda untuk melakukan riset secara mandiri dan mempertimbangkan dengan matang sebelum melakukan transaksi.

Bagikan melalui:

Pattern 1Pattern 1Pattern 1Pattern 1Pattern 1
Blur 2

Belajar, Investasi, dan Tumbuh Bersama Kami

Jadilah bagian dari FLOQ. Mulai perjalanan investasimu dengan platform terpercaya dari hari pertama.

Google PlayApp Store
Blur 2Blur 2Device