
Retargeting
Apa Itu Retargeting?
Retargeting adalah proses penyesuaian tingkat kesulitan penambangan dalam sistem konsensus Proof-of-Work (PoW), seperti pada jaringan Bitcoin. Tujuan dari retargeting adalah untuk menjaga interval waktu antar blok tetap stabil, meskipun kekuatan komputasi (hashrate) jaringan naik atau turun secara signifikan.
Sahabat Floq, dalam sistem PoW, blok baru seharusnya muncul pada interval waktu yang sudah ditentukan, misalnya, setiap 10 menit di jaringan Bitcoin. Namun, karena jumlah penambang dan daya komputasi bisa berubah-ubah, maka sistem harus secara otomatis menyesuaikan kesulitannya agar waktu produksi blok tidak menjadi terlalu cepat atau terlalu lambat. Inilah fungsi utama dari retargeting.
Bagaimana Retargeting Bekerja?
Retargeting tidak terjadi setiap kali blok dibuat, melainkan dilakukan secara berkala, misalnya setiap 2016 blok di Bitcoin (sekitar dua minggu). Mekanisme ini mencakup beberapa langkah berikut:
1. Mengukur Waktu Aktual Produksi Blok
Jaringan akan menghitung berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk menambang sejumlah blok terakhir. Jika total waktu lebih cepat dari target, berarti hashrate meningkat. Jika lebih lambat, berarti menurun.
2. Menghitung Ulang Tingkat Kesulitan
Berdasarkan waktu aktual tersebut, sistem akan menyesuaikan tingkat kesulitan penambangan. Kesulitan akan dinaikkan jika blok ditambang terlalu cepat, dan diturunkan jika terlalu lambat.
3. Menerapkan Kesulitan Baru
Setelah dihitung, tingkat kesulitan baru akan mulai berlaku untuk blok berikutnya, dan proses ini akan terus diulang setiap siklus.
Dengan cara ini, meskipun jumlah penambang atau kekuatan komputasi terus berubah, jaringan tetap menjaga stabilitas waktu blok, yang penting untuk ritme transaksi dan distribusi reward.
Mengapa Retargeting Penting dalam Blockchain PoW?
1. Menjaga Konsistensi Jaringan
Retargeting memastikan bahwa produksi blok berlangsung dalam interval waktu yang konsisten, seperti 10 menit per blok. Konsistensi ini penting untuk:
- Menyeimbangkan suplai koin baru
- Mengatur waktu konfirmasi transaksi
- Menjaga stabilitas ekonomi dalam sistem
2. Menghindari Kecepatan Blok yang Tidak Terkontrol
Tanpa retargeting, ketika banyak penambang baru masuk dan hashrate melonjak, blok akan ditambang terlalu cepat. Hal ini bisa mengakibatkan:
- Over-inflasi suplai koin
- Penurunan keamanan jaringan
- Masalah sinkronisasi antar node
3. Menyesuaikan Diri dengan Dinamika Jaringan
Retargeting membuat jaringan lebih adaptif terhadap fluktuasi hashrate, baik karena perubahan harga koin, migrasi penambang, atau kondisi teknis lainnya.
4. Fondasi Sistem Keamanan
Dengan menjaga kesulitan penambangan tetap seimbang dengan kapasitas jaringan, retargeting membantu memastikan bahwa:
- Penambangan tetap kompetitif dan adil
- Serangan seperti 51% attack menjadi lebih sulit dilakukan
Retargeting adalah contoh bagaimana blockchain dirancang untuk mengatur dirinya sendiri secara otomatis tanpa campur tangan pihak pusat. Bagi Sahabat Floq yang ingin memahami lebih dalam mekanisme dasar keamanan dan stabilitas blockchain berbasis Proof-of-Work, memahami konsep retargeting adalah langkah penting. Ia adalah penjaga ritme dalam dunia kripto, sunyi namun vital untuk memastikan semua berjalan sesuai waktu yang telah dijanjikan jaringan.
Disclaimer: Seluruh informasi yang disampaikan disusun oleh mitra industri dengan tujuan memberikan edukasi kepada pembaca. Kami menyarankan Anda untuk melakukan riset secara mandiri dan mempertimbangkan dengan matang sebelum melakukan transaksi.
Bagikan melalui:

Kosakata Selanjutnya
Return On Investment (ROI)
Metrik kinerja yang menunjukan persentase keuntungan atau kerugian dari investasi relatif terhadap jumlah modal yang digunakan. Digunakan untuk mengevaluasi efisiensi dan profitabilitas suatu aset.
Revenue Participation Tokens
Token yang memberikan pemegangnya bagian dari pendapatan proyek atau platform yang mengeluarkannya. Menawarkan model insentif baru dalam ekonomi token terdesentralisasi.
Reverse ICO
Proses di mana perusahaan yang sudah ada mengadopsi model tokenisasi dan meluncurkan Initial Coin Offering (ICO) untuk mendistribusikan tokennya. Strategi ini digunakan untuk modernisasi model bisnis dan menarik dana dari komunitas crypto.
Reverse Indicator
Indikator pasar yang memberikan sinyal yang seringkali berlawanan dari kenyataan pasar dan digunakan sebagai referensi kontraindikatif. Contohnya termasuk sentimen investor yang terlalu optimis atau pesimis secara ekstrem.
Roadmap
Dokumen atau visualisasi yang menggambarkan rencana pengembangan jangka pendek dan panjang dari proyek crypto. Membantu komunitas dan investor memahami arah strategis serta tonggak pencapaian yang ditargetkan.


