
Return On Investment (ROI)
Apa Itu Return On Investment (ROI)?
Return On Investment (ROI) adalah indikator kinerja finansial yang digunakan untuk mengukur efisiensi atau profitabilitas sebuah investasi. ROI dihitung dengan membandingkan keuntungan bersih yang diperoleh dari suatu aset dengan jumlah modal yang dikeluarkan untuk berinvestasi dalam aset tersebut.
Sahabat Floq, ROI biasanya dinyatakan dalam bentuk persentase dan menjadi salah satu alat paling sederhana namun powerful dalam menilai performa investasi, baik itu saham, properti, crypto, atau bahkan proyek bisnis.
Rumus ROI secara umum adalah:
ROI (%) = [(Keuntungan Bersih – Modal Awal) / Modal Awal] x 100
Misalnya, jika kamu menginvestasikan Rp10 juta dan mendapatkan keuntungan Rp2 juta, maka ROI-nya adalah 20%. Artinya, kamu menghasilkan 20% dari modal yang kamu tanamkan.
Bagaimana Cara Menggunakan ROI?
ROI digunakan oleh investor untuk:
1. Mengevaluasi Efektivitas Investasi
Dengan menghitung ROI, kamu bisa membandingkan berbagai peluang investasi dan memilih mana yang memberikan return tertinggi dengan risiko terkendali.
2. Mengukur Kinerja Portofolio
Apakah investasi kripto kamu selama setahun menghasilkan keuntungan atau kerugian? ROI membantu kamu melihat hasilnya secara kuantitatif.
3. Mengambil Keputusan Investasi Lanjutan
Jika ROI dari sebuah aset terus menurun, bisa jadi saatnya merealokasi dana ke aset lain yang lebih menguntungkan.
Mengapa ROI Penting untuk Investor Kripto?
1. Transparan dan Mudah Dipahami
Berbeda dari indikator teknikal yang kompleks, ROI adalah angka yang langsung berbicara tentang performa investasi kamu.
2. Bisa Diadaptasi ke Berbagai Strategi
ROI bisa diterapkan pada berbagai pendekatan investasi: jangka panjang (HODL), trading harian, yield farming, staking, NFT, dan lainnya.
3. Membantu Mengukur Risiko
Meski ROI tidak mengukur risiko secara langsung, dengan membandingkan ROI antar proyek kripto, kamu bisa menilai mana yang menghasilkan return tertinggi dalam konteks volatilitas dan eksposur risiko.
4. Digunakan dalam Evaluasi Proyek Blockchain
Banyak proyek Web3 yang menyampaikan ROI kepada investor awal atau pemegang token, baik dalam bentuk tokenomics, APY, atau growth projection. Memahami ROI membantu kamu menilai apakah janji proyek realistis atau hanya janji kosong.
Return On Investment (ROI) adalah metrik dasar namun esensial bagi Sahabat Floq yang ingin menilai apakah suatu aset atau strategi benar-benar memberikan nilai lebih terhadap modal yang digunakan. Dalam dunia kripto yang penuh peluang dan risiko, memahami cara menghitung dan menafsirkan ROI dapat menjadi bekal penting dalam mengambil keputusan investasi yang lebih bijak dan terukur.
Disclaimer: Seluruh informasi yang disampaikan disusun oleh mitra industri dengan tujuan memberikan edukasi kepada pembaca. Kami menyarankan Anda untuk melakukan riset secara mandiri dan mempertimbangkan dengan matang sebelum melakukan transaksi.
Bagikan melalui:

Kosakata Selanjutnya
Revenue Participation Tokens
Token yang memberikan pemegangnya bagian dari pendapatan proyek atau platform yang mengeluarkannya. Menawarkan model insentif baru dalam ekonomi token terdesentralisasi.
Reverse ICO
Proses di mana perusahaan yang sudah ada mengadopsi model tokenisasi dan meluncurkan Initial Coin Offering (ICO) untuk mendistribusikan tokennya. Strategi ini digunakan untuk modernisasi model bisnis dan menarik dana dari komunitas crypto.
Reverse Indicator
Indikator pasar yang memberikan sinyal yang seringkali berlawanan dari kenyataan pasar dan digunakan sebagai referensi kontraindikatif. Contohnya termasuk sentimen investor yang terlalu optimis atau pesimis secara ekstrem.
Roadmap
Dokumen atau visualisasi yang menggambarkan rencana pengembangan jangka pendek dan panjang dari proyek crypto. Membantu komunitas dan investor memahami arah strategis serta tonggak pencapaian yang ditargetkan.
Roth IRA
Jenis akun pensiun di Amerika Serikat yang memungkinkan pertumbuhan investasi bebas pajak dan penarikan bebas pajak pada masa pensiun. Beberapa investor menggunakan dana ini untuk eksposur tidak langsung ke crypto melalui Exchange Traded Fund (ETF) atau saham blockchain.


