Cari

Klik huruf yang tersedia untuk mengetahui daftar glossary

Pattern 1

Network-Enhanced Virtual Machine (NEVM)

Kalau kamu sudah cukup lama mengikuti dunia kripto, mungkin kamu pernah merasakan satu hal yang sama seperti banyak investor lainnya: baru saja mulai paham satu teknologi, eh muncul lagi istilah baru yang bikin garuk-garuk kepala.

Awalnya mungkin kamu cuma kenal Bitcoin. Lalu mulai dengar Ethereum. Setelah itu muncul lagi istilah seperti DeFi, NFT, DAO, Layer 2, zk-Rollup, hingga berbagai blockchain baru yang katanya lebih cepat, lebih murah, dan lebih canggih. Kadang rasanya dunia blockchain ini seperti update aplikasi di smartphone. Belum sempat memahami fitur yang lama, sudah muncul versi baru lagi.

Tapi di balik semua inovasi yang terus bermunculan, sebenarnya ada satu masalah yang dari dulu masih terus dicari solusinya oleh para developer blockchain. Sederhananya begini. Kalau kamu disuruh memilih mobil, maunya pasti yang irit bensin, mesinnya kencang, nyaman dipakai, biaya servis murah, dan tentunya aman. Masalahnya, mencari yang semuanya sempurna sekaligus sering kali nggak mudah. Nah, blockchain juga kurang lebih seperti itu.

Ada blockchain yang terkenal super aman, tapi pengembangan aplikasinya nggak terlalu fleksibel. Ada juga yang fleksibel banget untuk bikin aplikasi, tapi masih menghadapi tantangan di sisi keamanan atau desentralisasi. Karena itulah banyak proyek blockchain berlomba-lomba mencari formula yang lebih seimbang.

Salah satu yang cukup menarik untuk dibahas adalah Network-Enhanced Virtual Machine (NEVM).

Namanya memang terdengar cukup "berat". Tapi kalau dipahami pelan-pelan, konsepnya sebenarnya nggak serumit yang dibayangkan. Justru NEVM mencoba menyelesaikan masalah yang selama ini cukup sering jadi bahan perdebatan di dunia blockchain.

Sebelum Bahas NEVM, Kita Ngobrol Dulu Soal Blockchain

Banyak orang masuk ke dunia kripto karena harga. Itu fakta. Lihat aset naik 20%, tertarik. Lihat orang lain cuan, ikut penasaran. Lihat postingan profit di media sosial, langsung pengen ikut masuk. Padahal kalau dipikir-pikir, keputusan keuangan yang cuma berdasarkan hype biasanya nggak berakhir terlalu baik. Dalam psikologi keuangan, ada istilah yang cukup terkenal yaitu FOMO (Fear of Missing Out).

Kondisi ketika seseorang takut ketinggalan peluang sehingga akhirnya mengambil keputusan secara impulsif. Makanya nggak heran banyak investor pemula yang lebih hafal grafik harga dibanding teknologi yang sebenarnya mereka beli. Padahal memahami teknologi justru bisa membantu kamu melihat sebuah proyek dari perspektif yang lebih panjang. Karena pada akhirnya, harga bisa naik turun setiap hari. Tapi teknologi yang kuat biasanya punya peluang bertahan lebih lama. Dan di sinilah NEVM menjadi menarik untuk dipelajari.

Jadi, Sebenarnya Apa Itu NEVM?

Kalau dijelaskan sesederhana mungkin, NEVM adalah teknologi yang dikembangkan oleh Syscoin untuk menggabungkan dua hal yang selama ini punya keunggulan masing-masing:

  • Keamanan dari Proof-of-Work (PoW)
    Fleksibilitas dari Ethereum Virtual Machine (EVM)

Kalau masih terdengar rumit, coba bayangkan kamu sedang membangun sebuah pusat perbelanjaan. Agar pusat perbelanjaan itu sukses, kamu butuh dua hal.

Pertama, bangunannya harus kokoh dan aman.
Kedua, bagian dalamnya harus fleksibel sehingga bisa diisi berbagai macam toko dan aktivitas.

Kalau bangunannya rapuh, pengunjung nggak akan merasa aman. Kalau bangunannya kuat tapi kosong melompong, juga nggak ada yang tertarik datang. NEVM mencoba menghadirkan keduanya sekaligus. Keamanan yang kuat sebagai fondasi. Dan fleksibilitas yang tinggi untuk membangun berbagai aplikasi blockchain modern.

Kenapa Keamanan Blockchain Itu Penting Banget?

Kalau ngomongin kripto, salah satu aset yang paling mahal sebenarnya bukan Bitcoin, Ethereum, atau token lainnya. Yang paling mahal adalah kepercayaan.

Karena tanpa kepercayaan, seluruh sistem nggak akan berjalan. Bayangkan kamu menyimpan uang di sebuah bank yang setiap minggu kena hack. Pasti lama-lama kamu nggak nyaman, kan? Hal yang sama berlaku di blockchain.

Semakin besar nilai aset yang tersimpan di dalam jaringan, semakin penting sistem keamanannya. Nah, salah satu alasan Proof-of-Work masih sering dibicarakan sampai sekarang adalah karena rekam jejaknya. Sistem ini sudah digunakan Bitcoin selama bertahun-tahun dan berhasil mempertahankan keamanan jaringan dalam berbagai kondisi pasar.

Makanya banyak orang melihat PoW sebagai salah satu standar keamanan yang sudah teruji waktu.

Lalu Apa Itu EVM yang Ada di NEVM?

Kalau PoW bisa diibaratkan sebagai satpam dan fondasi bangunan, maka EVM adalah ruang kerja tempat semua aktivitas berlangsung. Ethereum Virtual Machine atau EVM memungkinkan developer membuat berbagai aplikasi blockchain. Mulai dari:

  • Platform DeFi
    Marketplace NFT
    Blockchain gaming
    DAO
    Sistem voting digital
    Hingga berbagai aplikasi Web3 lainnya

Karena popularitas Ethereum yang sangat besar, banyak developer di seluruh dunia sudah terbiasa menggunakan sistem berbasis EVM. Di sinilah salah satu keunggulan NEVM muncul. Developer nggak perlu belajar dari nol. Mereka tetap bisa menggunakan berbagai tools dan bahasa pemrograman yang sudah familiar. Ibaratnya seperti pindah rumah tetapi masih bisa membawa seluruh furnitur lama tanpa harus membeli semuanya dari awal.

Kenapa Banyak Orang Mulai Melirik NEVM?

Karena teknologi ini mencoba menjawab pertanyaan yang cukup menarik "Bagaimana kalau keamanan ala Bitcoin dan fleksibilitas ala Ethereum bisa berjalan bersama?"

Selama ini, banyak orang melihat keduanya seperti dua kubu yang berbeda. Padahal kebutuhan dunia blockchain modern sebenarnya nggak sesederhana memilih salah satu. Developer ingin sistem yang fleksibel. Pengguna ingin biaya murah. Investor ingin keamanan tinggi. Komunitas ingin desentralisasi tetap terjaga. NEVM mencoba mencari titik tengah di antara semua kebutuhan tersebut. Walaupun tentu saja tidak ada teknologi yang benar-benar sempurna.

Cara Kerja NEVM Tanpa Istilah yang Ribet

Kalau membaca dokumentasi blockchain, biasanya kamu akan menemukan banyak istilah teknis yang bikin pusing. Tapi konsep dasar NEVM sebenarnya cukup sederhana. NEVM menggunakan pendekatan yang disebut Dual Chain Architecture.

Bahasa gampangnya: tugas-tugas besar dipisah supaya nggak saling mengganggu.

Bayangkan sebuah restoran. Di depan ada kasir yang melayani pelanggan. Di belakang ada dapur yang fokus memasak. Kalau kasir ikut masak dan koki ikut menerima pesanan, pasti semuanya jadi berantakan. Karena itu tugasnya dipisah. Begitu juga dengan NEVM.

Lapisan pertama fokus menjaga keamanan jaringan. Lapisan kedua fokus menjalankan aplikasi dan smart contract. Karena masing-masing punya tugas yang jelas, sistem bisa bekerja lebih efisien.

Apa Keuntungan Buat Pengguna?

Mungkin sekarang kamu bertanya: "Kalau aku bukan developer, kenapa harus peduli soal NEVM?" Pertanyaan bagus. Karena pada akhirnya teknologi blockchain yang baik akan berdampak langsung ke pengalaman pengguna. Misalnya:

  • Transaksi Lebih Efisien
    Nggak ada yang suka biaya transaksi mahal.
    Apalagi kalau nilai transaksinya kecil.
    Teknologi yang lebih efisien berpotensi membantu menekan biaya penggunaan jaringan.

Aplikasi Lebih Nyaman Digunakan

Semakin baik infrastrukturnya, semakin nyaman pula pengalaman pengguna saat memakai aplikasi blockchain. Mulai dari transaksi, staking, trading, hingga aktivitas Web3 lainnya.

Keamanan Lebih Baik

Buat pengguna biasa, keamanan mungkin terasa membosankan untuk dibahas. Padahal justru ini aspek yang paling penting. Karena ketika keamanan bermasalah, semua fitur keren lainnya jadi nggak terlalu berarti.

Tantangan yang Masih Harus Dihadapi

Meski menawarkan banyak potensi, bukan berarti jalan yang harus ditempuh NEVM akan selalu mulus. Setiap teknologi baru memiliki tantangan.

Persaingan yang Ketat

Industri blockchain berkembang sangat cepat. Banyak proyek baru bermunculan dengan keunggulan masing-masing. Untuk menarik perhatian developer dan pengguna, sebuah teknologi harus mampu menunjukkan nilai tambah yang jelas.

Edukasi dan Komunitas

Teknologi terbaik sekalipun akan sulit berkembang tanpa komunitas yang kuat. Developer membutuhkan dokumentasi yang jelas. Pengguna membutuhkan edukasi yang mudah dipahami. Komunitas membutuhkan dukungan jangka panjang.

Interoperabilitas

Saat ini dunia blockchain terdiri dari banyak ekosistem berbeda. Kemampuan untuk terhubung dan berinteraksi dengan jaringan lain menjadi salah satu faktor penting bagi pertumbuhan sebuah proyek. Pelajaran Penting untuk Investor Kripto Ada satu pelajaran menarik yang bisa dipetik dari NEVM. Sering kali kita berpikir bahwa inovasi berarti menciptakan sesuatu yang sepenuhnya baru.

Padahal dalam banyak kasus, inovasi justru lahir dari kemampuan menggabungkan kekuatan yang sudah ada. NEVM mencoba melakukan hal tersebut. Mengambil keamanan yang telah terbukti. Mengambil fleksibilitas yang sudah populer. Lalu menggabungkannya menjadi sesuatu yang baru.

Sebagai investor maupun pengguna kripto, pola pikir seperti ini penting untuk dipahami. Karena nilai sebuah teknologi tidak selalu datang dari seberapa heboh pemasarannya. Sering kali nilai justru muncul dari kemampuannya menyelesaikan masalah nyata.

NEVM dan Masa Depan Infrastruktur Blockchain

Dunia blockchain masih berada dalam fase perkembangan yang sangat dinamis. Teknologi yang hari ini terlihat canggih bisa saja berkembang lebih jauh beberapa tahun ke depan. Di tengah perubahan tersebut, satu hal yang tetap menjadi kebutuhan utama adalah keseimbangan antara keamanan, efisiensi, skalabilitas, dan kemudahan penggunaan. 

NEVM hadir sebagai salah satu upaya untuk mencapai keseimbangan itu. Dengan menggabungkan kekuatan Proof-of-Work yang telah teruji selama bertahun-tahun dan fleksibilitas Ethereum Virtual Machine yang menjadi standar pengembangan Web3, NEVM menawarkan pendekatan yang menarik bagi masa depan blockchain.

Apakah NEVM akan menjadi blockchain terbesar di masa depan? Tidak ada yang tahu. Dunia kripto bergerak terlalu cepat untuk membuat prediksi pasti. Tapi yang membuat NEVM menarik adalah pendekatannya. Alih-alih mencoba menemukan roda baru, NEVM berusaha menggabungkan keunggulan dari teknologi yang sudah terbukti.

Dan kalau melihat sejarah teknologi secara umum, banyak inovasi besar justru lahir dari kemampuan mengombinasikan ide-ide terbaik yang sudah ada sebelumnya. Karena itu, memahami NEVM bukan hanya soal mengenal satu teknologi blockchain.

Lebih dari itu, ini tentang memahami bagaimana industri kripto terus berkembang untuk mencari keseimbangan antara keamanan, efisiensi, skalabilitas, dan pengalaman pengguna. Dan siapa tahu, beberapa tahun ke depan, pendekatan seperti inilah yang akan menjadi salah satu fondasi penting dalam perkembangan ekosistem Web3.

 

Pelajari istilah kripto lainnya:

 

Disclaimer: Seluruh informasi yang disampaikan disusun oleh mitra industri dengan tujuan memberikan edukasi kepada pembaca. Kami menyarankan Anda untuk melakukan riset secara mandiri dan mempertimbangkan dengan matang sebelum melakukan transaksi.

Bagikan melalui:

Pattern 1Pattern 1Pattern 1Pattern 1Pattern 1
Blur 2

Belajar, Investasi, dan Tumbuh Bersama Kami

Jadilah bagian dari FLOQ. Mulai perjalanan investasimu dengan platform terpercaya dari hari pertama.

Google PlayApp Store
Blur 2Blur 2Device