
Market Order/Market Buy/Market Sell
Saat Kecepatan Lebih Penting dari Harga
Sahabat Floq, dalam dunia trading crypto, waktu bisa menjadi faktor penentu antara profit dan kerugian. Di sinilah market order mengambil peran penting. Jenis order ini sangat cocok bagi kamu yang ingin mengeksekusi transaksi dengan cepat, tanpa menunggu harga spesifik.
Berbeda dengan limit order yang menunggu harga tertentu untuk tereksekusi, market order langsung dieksekusi pada harga pasar terbaik yang tersedia saat itu. Mari kita bahas lebih dalam bagaimana market order bekerja dan kapan sebaiknya digunakan.
Apa Itu Market Order?
Market order adalah instruksi untuk membeli atau menjual aset digital segera pada harga pasar saat ini. Sistem akan langsung mencocokkan order tersebut dengan harga terbaik yang tersedia dalam order book.
Ketika kamu melakukan:
- Market Buy, kamu membeli aset dari order jual yang sudah tersedia (ask).
- Market Sell, kamu menjual aset ke order beli yang sudah tersedia (bid).
Contoh Sederhana
Jika kamu ingin membeli 1 ETH dan menggunakan market buy, sistem akan mengambil order jual ETH dengan harga terendah yang tersedia saat itu. Kamu tidak bisa menentukan harga, tapi ordermu akan langsung tereksekusi.
Keunggulan Market Order
1. Eksekusi Cepat
Market order paling sering digunakan saat kecepatan menjadi prioritas utama, misalnya ketika:
- Harga sedang bergerak cepat (volatilitas tinggi)
- Ada momen penting atau breaking news
- Kamu ingin keluar dari posisi secepat mungkin
2. Sederhana dan Mudah Digunakan
Jenis order ini sangat cocok untuk pemula karena tidak perlu memikirkan level harga yang spesifik. Kamu hanya perlu menentukan jumlah aset yang ingin dibeli atau dijual.
Risiko Market Order yang Perlu Diwaspadai
1. Slippage
Slippage terjadi ketika harga eksekusi berbeda dari harga yang terlihat saat order dibuat, terutama jika pasar sangat volatil atau likuiditas rendah.
2. Kurang Efisien untuk Jumlah Besar
Untuk transaksi besar, market order bisa menyapu banyak level harga di order book dan membuat kamu membayar (atau menerima) harga yang tidak optimal.
Market Order vs Limit Order
Aspek | Market Order | Limit Order |
Eksekusi | Instan | Menunggu harga tertentu |
Kontrol Harga | Tidak | Ya |
Risiko Slippage | Tinggi, terutama di pasar tidak likuid | Rendah, tapi bisa tidak tereksekusi |
Cocok Untuk | Kondisi cepat & mendesak | Strategi harga spesifik |
Kapan Sebaiknya Menggunakan Market Order?
- Saat kamu ingin masuk atau keluar pasar dengan cepat
- Ketika kamu melihat peluang jangka pendek yang tidak bisa dilewatkan
- Ketika kamu tidak terlalu peduli pada selisih harga kecil, tapi lebih fokus pada kecepatan
Namun, hindari market order jika kamu:
- Ingin membeli dalam jumlah besar
- Bertransaksi di aset dengan likuiditas rendah
- Memiliki strategi harga yang spesifik
Peran Market Order di Bursa Terdesentralisasi (DEX)
Di DEX seperti Uniswap, market order dilakukan dengan swap langsung, di mana kamu menukar satu token dengan token lain sesuai harga pool yang tersedia. Prinsipnya serupa: eksekusi instan, tanpa menunggu.
Namun, kamu tetap bisa mengalami slippage, terutama jika volume swap terlalu besar atau pool tidak cukup dalam.
Market Order sebagai Alat Eksekusi Instan yang Efisien
Market order adalah alat sederhana namun sangat penting dalam dunia trading crypto. Dengan memprioritaskan kecepatan eksekusi, market order membantu Sahabat Floq masuk dan keluar dari posisi tanpa harus menunggu. Meski begitu, perlu diperhatikan bahwa efisiensi ini datang dengan risiko tertentu, seperti slippage.
Pahami karakteristik pasar, volume transaksi, dan tujuan trading kamu sebelum menggunakan market order. Dengan pengetahuan yang tepat, jenis order ini bisa menjadi senjata ampuh dalam menghadapi dinamika pasar crypto yang serba cepat.
Disclaimer: Seluruh informasi yang disampaikan disusun oleh mitra industri dengan tujuan memberikan edukasi kepada pembaca. Kami menyarankan Anda untuk melakukan riset secara mandiri dan mempertimbangkan dengan matang sebelum melakukan transaksi.
Bagikan melalui:

Kosakata Selanjutnya
Market Signal
Indikasi atau sinyal yang mengarahkan keputusan beli atau jual berdasarkan data teknikal, sentimen pasar, atau berita fundamental. Digunakan oleh trader untuk mengidentifikasi peluang.
Markets in Crypto-Assets (MiCA)
Regulasi Uni Eropa yang bertujuan menciptakan kerangka hukum terpadu untuk aset crypto, termasuk stablecoin dan penyedia layanan. Dirancang untuk melindungi investor dan meningkatkan kejelasan hukum.
Masternodes
Node jaringan khusus yang menjalankan fungsi tambahan seperti validasi cepat, voting tata kelola, atau privasi transaksi. Biasanya memerlukan jumlah token tertentu sebagai jaminan.
Max Supply
Jumlah maksimum token atau koin yang akan pernah beredar menurut desain protokol. Menentukan batas atas pasokan dan memengaruhi dinamika kelangkaan dan nilai jangka panjang.
Maximal Extractable Value (MEV)
Nilai maksimum yang dapat diperoleh validator atau miner (penambang) dari mengatur, menyisipkan, atau mengecualikan transaksi dalam blok. Sering digunakan dalam arbitrase Decentralized Exchange (DEX), front-running, atau sandwich attack.


