Cari

Klik huruf yang tersedia untuk mengetahui daftar glossary

Pattern 1

Masternodes

Apa Itu Masternodes dan Mengapa Penting?

Sahabat Floq, saat berbicara tentang infrastruktur blockchain, sebagian besar dari kita mungkin hanya mengenal istilah seperti "miner", "validator", atau "full node". Namun, ada satu elemen penting yang tak kalah berperan dalam menggerakkan banyak jaringan blockchain modern, yaitu masternodes.

Berbeda dari node biasa, masternodes menjalankan fungsi tingkat lanjut yang membantu meningkatkan privasi, efisiensi transaksi, hingga tata kelola protokol. Konsep ini sering ditemukan dalam proyek-proyek seperti Dash, Zcoin, atau Syscoin, yang mengandalkan struktur jaringan dua tingkat (two-tier architecture) untuk meningkatkan performa dan desentralisasi.

 

Apa Itu Masternodes?

 

Masternode adalah jenis node blockchain yang memiliki tanggung jawab dan peran khusus di luar sekadar menyimpan salinan blockchain dan menyebarkan data. Untuk mengaktifkan masternode, operator biasanya diwajibkan menyetor sejumlah token tertentu sebagai jaminan, yang dikenal dengan istilah collateral.

Setelah aktif, masternode akan:

  • Menyediakan layanan instan atau transaksi privat (seperti InstantSend dan PrivateSend)
  • Berpartisipasi dalam voting tata kelola protokol
  • Mendapatkan imbalan pasif dari sistem insentif jaringan 
     

Perbedaan Masternodes dan Node Biasa

 

Aspek 

Masternode 

Node Biasa 

Fungsi 

Validasi lanjutan, voting, privasi 

Validasi dan distribusi data dasar 

Persyaratan 

Collateral/token jaminan 

Tidak membutuhkan collateral 

Imbalan 

Dapat bagian reward blok 

Biasanya tidak mendapatkan reward 

Akses terhadap fitur 

Fitur eksklusif (governance, privacy) 

Terbatas pada sinkronisasi data 

Masternodes menciptakan lapisan tambahan dalam arsitektur blockchain yang memungkinkan berbagai fitur premium berjalan lebih stabil dan cepat tanpa mengorbankan desentralisasi.

 

Manfaat Masternodes dalam Ekosistem Blockchain

 

1. Tata Kelola On-Chain

Masternodes sering digunakan sebagai mekanisme voting dalam proposal pengembangan protokol. Ini memungkinkan pemilik masternode untuk memilih arah kebijakan jaringan secara langsung.

2. Privasi Transaksi

Beberapa masternode menawarkan layanan privasi seperti coin mixing atau transaksi anonim, yang menjaga identitas pengirim dan penerima dari pelacakan publik.

3. Imbalan Pasif

Operator masternode mendapatkan bagian dari reward blok atau biaya transaksi yang dibayarkan pengguna. Hal ini menjadikan masternode sebagai sumber pendapatan pasif, meski dengan risiko dan komitmen jangka panjang.

4. Peningkatan Skalabilitas

Dalam sistem dua lapis, masternode dapat membantu memproses transaksi lebih cepat dan efisien, mendukung kapasitas jaringan secara signifikan.

 

Risiko dan Tantangan Menjalankan Masternode

 

Modal Awal yang Tinggi

Kamu harus memiliki sejumlah besar token untuk menjalankan masternode. Harga token yang tinggi dapat menjadi penghalang masuk bagi investor ritel.

Risiko Volatilitas Aset

Karena collateral dikunci dalam bentuk token, penurunan harga token bisa memengaruhi nilai aset yang kamu pertaruhkan sebagai jaminan.

Biaya Operasional

Meskipun tidak memerlukan daya komputasi besar seperti mining, masternode tetap memerlukan server khusus dan uptime tinggi agar tetap berfungsi optimal.

Sentralisasi Terselubung

Jika hanya segelintir pihak yang mampu menjalankan masternode karena modal tinggi, hal ini bisa menciptakan konsentrasi kekuasaan yang berisiko terhadap prinsip desentralisasi.

 

Perbedaan antara Masternodes vs Staking

 

Banyak yang bingung membedakan antara masternode dan staking, padahal keduanya punya prinsip dasar yang mirip: mempertaruhkan token untuk menjaga jaringan.

Namun perbedaannya terletak pada fungsi dan mekanisme teknis:

  • Staking hanya berfungsi untuk validasi blok (dalam sistem Proof-of-Stake)
  • Masternodes berfungsi untuk fitur tambahan seperti voting, privasi, dan transaksi instan
  • Masternodes bisa dikatakan sebagai bentuk staking dengan tanggung jawab lebih besar dan fitur lebih eksklusif.

 

Contoh Blockchain yang Menggunakan Masternodes

 

Beberapa proyek blockchain yang menerapkan masternode:

  • Dash: pionir dalam konsep masternode dengan fitur PrivateSend dan InstantSend
  • PIVX: fokus pada transaksi privat dan tata kelola komunitas
  • Zcoin (Firo): menawarkan privasi berbasis teknologi Zero-Knowledge Proof dengan bantuan masternode

 

Masternode Adalah Pilar Infrastruktur Blockchain yang Tak Boleh Diabaikan

 

Masternode bukan sekadar node biasa—ia adalah komponen penting dalam memperkuat fitur privasi, efisiensi transaksi, dan tata kelola jaringan. Bagi Sahabat Floq yang ingin mendapatkan imbalan pasif sambil berkontribusi terhadap keberlangsungan proyek blockchain, masternode bisa menjadi pilihan yang menarik. Namun, seperti semua bentuk investasi dan partisipasi di dunia crypto, pemahaman mendalam dan manajemen risiko tetap menjadi kunci utama.

 

Disclaimer: Seluruh informasi yang disampaikan disusun oleh mitra industri dengan tujuan memberikan edukasi kepada pembaca. Kami menyarankan Anda untuk melakukan riset secara mandiri dan mempertimbangkan dengan matang sebelum melakukan transaksi.

Bagikan melalui:

Pattern 1Pattern 1Pattern 1Pattern 1Pattern 1
Blur 2

Belajar, Investasi, dan Tumbuh Bersama Kami

Jadilah bagian dari FLOQ. Mulai perjalanan investasimu dengan platform terpercaya dari hari pertama.

Google PlayApp Store
Blur 2Blur 2Device