Cari

Klik huruf yang tersedia untuk mengetahui daftar glossary

Pattern 1

Liquid Staking

Apa Itu Liquid Staking?

Sahabat Floq, dalam sistem blockchain berbasis Proof-of-Stake (PoS), staking adalah cara utama untuk mendukung keamanan jaringan dan mendapatkan imbalan. Tapi, staking tradisional punya satu kekurangan besar: asetmu terkunci dan tidak bisa digunakan sampai periode staking selesai.

Nah, di sinilah liquid staking hadir sebagai solusi. Dengan liquid staking, kamu tetap bisa mendapatkan imbalan staking seperti biasa, tapi tetap punya akses ke likuiditas asetmu melalui token representatif yang dapat diperdagangkan, dipinjamkan, atau digunakan di berbagai platform DeFi.

 

Bagaimana Liquid Staking Bekerja?

Liquid staking memanfaatkan protokol khusus yang menerima token asli (misalnya ETH, ATOM, atau FTM), lalu:

  1. Mengunci token tersebut untuk staking di jaringan utama 
    Ini tetap berkontribusi pada keamanan dan validasi transaksi.
  2. Memberikan kamu token baru sebagai representasi 
    Misalnya, kamu staking ETH dan mendapatkan stETH. Token ini mencerminkan kepemilikan dan nilai dari ETH yang kamu staking.
  3. Token representatif ini bisa dipakai di DeFi 
    Kamu bisa meminjamkan, memperdagangkan, atau menggunakannya sebagai jaminan.

Dengan mekanisme ini, kamu tidak kehilangan kesempatan berpartisipasi di ekosistem DeFi, sekaligus tetap memperoleh imbalan staking.

 

Kelebihan Liquid Staking Dibandingkan Staking Tradisional

Liquid staking membawa fleksibilitas yang tidak dimiliki staking biasa:

  • Akses likuiditas tanpa harus unstake
    Tidak perlu menunggu periode unbonding hanya untuk bisa pakai asetmu.
  • Pendapatan ganda potensial 
    Kamu bisa mendapatkan imbalan dari staking dan keuntungan tambahan dari aktivitas DeFi.
  • Manajemen risiko lebih dinamis 
    Kamu bisa cepat merespons perubahan pasar tanpa menunggu periode penguncian.
  • Interoperabilitas DeFi 
    Token staking likuid bisa digunakan dalam liquidity pool, yield farming, atau protokol pinjaman. 
     

Risiko yang Perlu Diperhatikan

Meski menawarkan keuntungan besar, liquid staking juga punya risiko yang perlu kamu pertimbangkan:

  • Risiko smart contract 
    Karena melibatkan protokol tambahan, selalu ada kemungkinan bug atau kerentanan keamanan.
  • Volatilitas token representatif 
    Harga token seperti stETH atau rATOM bisa sedikit berbeda dengan nilai aset aslinya, terutama di tengah tekanan pasar.
  • Likuiditas sekunder belum merata 
    Tidak semua token staking likuid punya pasar yang dalam untuk ditransaksikan.
  • Ketergantungan pada penyedia layanan 
    Jika protokol liquid staking yang kamu gunakan mengalami masalah, dana kamu bisa ikut terdampak. 
     

Protokol dan Proyek Liquid Staking yang Populer

Beberapa protokol dan ekosistem yang mendukung liquid staking:

  • Lido Finance: Menyediakan liquid staking untuk Ethereum (stETH), Solana, dan lainnya.
  • Rocket Pool: Alternatif liquid staking terdesentralisasi untuk ETH.
  • Marinade Finance: Populer di ekosistem Solana.
  • Stride, pSTAKE, Ankr, dan lainnya: Beragam opsi untuk berbagai blockchain PoS. 

 

Liquid Staking Membuka Pintu Baru untuk Produktivitas Aset

Liquid staking adalah inovasi penting di dunia blockchain PoS yang memungkinkan Sahabat Floq untuk mendapatkan imbalan staking sambil tetap aktif di ekosistem DeFi. Dengan token representatif yang dapat diperdagangkan, kamu bisa menyeimbangkan antara keamanan jaringan dan likuiditas pribadi.

Namun, seperti semua inovasi di dunia crypto, penting untuk memahami risikonya dan memilih protokol dengan reputasi baik. Gunakan liquid staking sebagai alat untuk memperluas strategi keuanganmu, bukan sekadar mengejar hasil maksimal tanpa pertimbangan. 

Bagikan melalui:

Pattern 1Pattern 1Pattern 1Pattern 1Pattern 1
Blur 2

Belajar, Investasi, dan Tumbuh Bersama Kami

Jadilah bagian dari FLOQ. Mulai perjalanan investasimu dengan platform terpercaya dari hari pertama.

Google PlayApp Store
Blur 2Blur 2Device