Cari

Klik huruf yang tersedia untuk mengetahui daftar glossary

Pattern 1

Liquidation

Apa Itu Liquidation?

Liquidation atau likuidasi adalah proses otomatis yang terjadi saat nilai jaminan (collateral) kamu dalam posisi pinjaman atau leverage turun melewati ambang batas risiko yang ditetapkan oleh protokol atau bursa. Akibatnya, sistem akan secara otomatis menjual atau melelang aset jaminan kamu untuk menutupi kerugian dan mencegah risiko sistemik yang lebih besar.

Dalam praktiknya, liquidation terjadi untuk melindungi keseimbangan platform dan menghindari gagal bayar (default) yang bisa merugikan seluruh ekosistem.

 

Kapan Liquidation Terjadi?

Liquidation biasanya dipicu ketika nilai aset jaminan kamu sudah tidak cukup lagi untuk menutup jumlah pinjaman atau eksposur leverage yang kamu ambil. Ini disebut sebagai turunnya rasio jaminan (collateral ratio).

Misalnya:

  • Kamu meminjam stablecoin senilai $1.000 dengan menjaminkan aset ETH senilai $1.500.
  • Jika harga ETH turun drastis dan nilai jaminan kamu turun di bawah batas aman (misalnya 120%), maka sistem akan secara otomatis melikuidasi sebagian atau seluruh aset untuk melindungi dana yang dipinjamkan.

Hal serupa juga berlaku di trading derivatif saat menggunakan leverage. Posisi kamu akan dilikuidasi jika kerugian mendekati atau melebihi margin yang kamu miliki.

 

Proses Liquidation

1. Pemantauan Posisi

Setiap protokol pinjaman atau bursa derivatif memiliki sistem otomatis yang terus memantau nilai aset jaminan dan nilai utang (debt).

2. Trigger Liquidation

Ketika rasio jaminan turun di bawah ambang batas minimum (liquidation threshold), sistem akan memicu likuidasi secara otomatis.

3. Penjualan Aset Jaminan

Aset jaminan kamu akan dijual ke pasar atau dilelang ke liquidator untuk mengembalikan nilai pinjaman yang belum lunas.

4. Denda atau Biaya Tambahan

Sebagian platform mengenakan liquidation penalty—yaitu potongan tambahan atas nilai aset yang dijual sebagai biaya proses likuidasi.

 

Liquidation di Platform DeFi vs Bursa Derivatif

DeFi Lending (seperti Aave, Compound)

  • Likuidasi terjadi jika nilai jaminan turun drastis
  • Platform memberi waktu (health factor) untuk menambah jaminan atau melunasi sebagian utang
  • Ada potensi kehilangan sebagian besar atau seluruh aset jaminan

Perdagangan Leverage (seperti Binance Futures, dYdX)

  • Likuidasi bisa terjadi sangat cepat saat harga berfluktuasi
  • Tidak selalu ada notifikasi panjang—sistem bisa langsung menutup posisi
  • Posisi ditutup paksa untuk mencegah kerugian platform

 

Risiko dan Dampak Liquidation

Kehilangan Aset secara Paksa

Begitu posisi kamu dilikuidasi, aset kamu akan dijual otomatis dan tidak bisa dikembalikan. Ini bisa menyebabkan kamu kehilangan modal awal dalam waktu singkat.

Penurunan Nilai Portofolio

Selain kehilangan jaminan, kamu mungkin mengalami kerugian total pada posisi jika nilai aset atau token anjlok terlalu cepat dan posisi dilikuidasi di harga rendah.

Denda dan Biaya Ekstra

Beberapa platform mengenakan biaya likuidasi yang menambah kerugian pengguna. Ini mencakup biaya proses atau potongan reward.

 

Cara Mencegah Terjadinya Liquidation

1. Jaga Collateral Ratio Tetap Tinggi

Gunakan jaminan lebih besar dari batas minimum yang disarankan. Jika platform mengharuskan rasio 150%, pertimbangkan menggunakan 200% atau lebih sebagai batas aman.

2. Pasang Stop-Loss (untuk Trading)

Di bursa derivatif, gunakan stop-loss order agar posisi ditutup lebih awal sebelum mencapai level likuidasi.

3. Pantau Health Factor

Platform DeFi biasanya menyediakan health factor yang menunjukkan seberapa sehat posisi pinjaman kamu. Jika health factor mendekati 1.0, itu sinyal bahaya.

4. Gunakan Notifikasi Otomatis

Aktifkan notifikasi harga dan posisi dari aplikasi wallet atau exchange agar kamu bisa bertindak cepat saat mendekati batas risiko.

5. Pilih Aset Jaminan Stabil

Jika memungkinkan, gunakan stablecoin atau aset dengan volatilitas rendah sebagai jaminan untuk mengurangi risiko likuidasi saat pasar bergerak cepat.

 

Studi Kasus: Liquidation Saat Flash Crash

Bayangkan ini, Sahabat Floq:

  • Kamu meminjam stablecoin senilai $5.000 dengan jaminan AVAX senilai $10.000
  • Tiba-tiba pasar mengalami flash crash dan harga AVAX turun 50% dalam 1 jam
  • Nilai jaminan kamu kini hanya $5.000, sama dengan jumlah pinjaman
  • Sistem akan segera melikuidasi AVAX milikmu, dan kamu akan kehilangan semua AVAX tanpa bisa menariknya kembali

Kejadian seperti ini pernah terjadi pada beberapa pengguna di berbagai protokol DeFi ketika market mengalami crash ekstrem. Itulah pentingnya manajemen risiko dan edukasi sebelum menggunakan leverage atau pinjaman on-chain.

 

Liquidation Bukan Musuh, Tapi Alarm Risiko

Liquidation bukanlah fitur yang jahat, ia justru menjadi mekanisme perlindungan bagi seluruh sistem. Ia menjaga ekosistem pinjaman dan leverage tetap stabil, mencegah efek domino saat terjadi kerugian besar.

Namun, bagi kamu sebagai pengguna, liquidation adalah alarm keras bahwa pengelolaan risiko sangat penting. Jangan anggap enteng batas-batas margin atau rasio jaminan. Pahami dulu risikonya, baru ambil peluangnya.

Sahabat Floq, dengan pemahaman yang matang dan strategi yang disiplin, kamu bisa menghindari jebakan liquidation dan mengelola aset kriptomu secara lebih aman dan produktif.

 

Disclaimer: Seluruh informasi yang disampaikan disusun oleh mitra industri dengan tujuan memberikan edukasi kepada pembaca. Kami menyarankan Anda untuk melakukan riset secara mandiri dan mempertimbangkan dengan matang sebelum melakukan transaksi.

Bagikan melalui:

Pattern 1Pattern 1Pattern 1Pattern 1Pattern 1
Blur 2

Belajar, Investasi, dan Tumbuh Bersama Kami

Jadilah bagian dari FLOQ. Mulai perjalanan investasimu dengan platform terpercaya dari hari pertama.

Google PlayApp Store
Blur 2Blur 2Device