Cari

Klik huruf yang tersedia untuk mengetahui daftar glossary

Pattern 1

Layer 2 Blockchain

Apa Itu Layer 2 Blockchain?

Sahabat Floq, dalam dunia kripto yang terus berkembang, semakin banyak transaksi dan aktivitas terjadi setiap detiknya. Jaringan blockchain utama—seperti Ethereum—mulai kewalahan dengan volume transaksi, yang menyebabkan biaya tinggi dan waktu konfirmasi yang lambat.

Nah, di sinilah Layer 2 Blockchain hadir sebagai solusi. Layer 2 adalah rantai sekunder yang dibangun di atas blockchain utama (Layer 1), dirancang untuk memproses transaksi dengan lebih cepat, efisien, dan murah tanpa mengorbankan keamanan jaringan induknya.

Dengan kata lain, Layer 2 adalah seperti jalan tol di atas jalan utama blockchain. Ia mempercepat arus tanpa mengubah infrastruktur dasar yang ada.

 

Mengapa Layer 2 Diperlukan?

Teknologi blockchain menghadapi apa yang disebut sebagai “trilema blockchain”: yaitu bagaimana menyeimbangkan desentralisasi, keamanan, dan skalabilitas. Layer 1 seperti Ethereum dan Bitcoin sudah cukup kuat dari sisi keamanan dan desentralisasi, tapi mereka kesulitan dalam hal skalabilitas.

Ketika trafik meningkat—misalnya saat banyak orang membeli NFT atau ikut dalam proyek DeFi—biaya gas melonjak dan waktu transaksi jadi lebih lambat. Hal ini bisa menjadi penghambat adopsi massal.

Dengan menggunakan Layer 2, sebagian besar transaksi dapat diproses secara off-chain, dan hanya hasil akhirnya yang dicatat ke Layer 1. Ini membuat biaya transaksi jadi jauh lebih rendah dan throughput meningkat secara drastis.

 

Bagaimana Cara Kerja Layer 2 Blockchain?

Off-Chain Processing

Transaksi diproses di luar blockchain utama, namun tetap terhubung erat dengan Layer 1 untuk memastikan integritas dan keamanan data. Layer 2 hanya mengirimkan summary atau batch transaksi ke Layer 1.

Keamanan dari Layer 1

Meskipun transaksi terjadi di Layer 2, sistemnya masih mengandalkan keamanan dari Layer 1. Jadi, tidak ada kompromi dalam hal validasi dan desentralisasi. Data tetap aman karena semua hasil transaksi disimpan kembali ke blockchain utama.

Contoh Mekanisme Layer 2:

  • Rollup (Optimistic & ZK-Rollup): Menggabungkan banyak transaksi dan mengirimkan hasil akhirnya ke Layer 1 dalam bentuk satu data ringkas. 
     
  • Plasma: Membuat child chain yang berjalan paralel dengan blockchain utama. 
     
  • State Channels: Mengizinkan dua pihak untuk bertransaksi secara langsung, hanya mencatat hasil akhir ke blockchain utama. 

Layer 2 di Ekosistem Ethereum

Ethereum adalah blockchain yang paling aktif mengembangkan Layer 2, karena popularitasnya juga yang menyebabkan masalah skalabilitas akut. Beberapa Layer 2 populer dalam ekosistem Ethereum adalah:

  • Optimism: Menggunakan Optimistic Rollup, cocok untuk dApps dan DeFi karena mudah digunakan dan kompatibel dengan EVM. 
     
  • Arbitrum: Layer 2 yang cepat berkembang dengan biaya rendah dan dukungan luas dari komunitas developer. 
     
  • zkSync: Menggunakan Zero-Knowledge Proof (ZK-Rollup) untuk efisiensi tinggi dan privasi lebih baik. 
     
  • Polygon (dulu Matic): Meskipun awalnya sidechain, Polygon kini juga mengembangkan berbagai solusi Layer 2 untuk Ethereum. 
     

Keberadaan Layer 2 ini membuat aktivitas seperti NFT minting, yield farming, hingga trading di DEX bisa berlangsung lebih cepat dan lebih murah.

 

Keunggulan dan Tantangan Layer 2

Keunggulan:

  • Biaya Rendah: Transaksi menjadi lebih murah dibanding langsung melalui Layer 1. 
     
  • Transaksi Lebih Cepat: Waktu konfirmasi menjadi hampir instan. 
     
  • Skalabilitas Tinggi: Bisa memproses ribuan transaksi per detik tanpa membebani jaringan utama. 
     
  • Fleksibilitas untuk dApps: Developer bisa membangun aplikasi skala besar dengan pengalaman pengguna yang lebih baik. 
     

Tantangan:

  • Kompleksitas Teknologi: Integrasi Layer 2 membutuhkan adaptasi teknis dari pengembang dan pengguna. 
     
  • Interoperabilitas: Tidak semua Layer 2 bisa saling terhubung dengan mulus. 
     
  • User Experience: Beberapa Layer 2 masih belum seintuitif Layer 1 dalam hal wallet, UI, dan ekosistem. 
     

Namun, semua tantangan ini perlahan diatasi berkat inovasi dan kolaborasi dari komunitas developer global.

 

Masa Depan Layer 2 Blockchain

Sahabat Floq, dengan pertumbuhan pengguna dan aplikasi Web3 yang semakin besar, Layer 2 akan menjadi komponen wajib dalam infrastruktur blockchain modern. Bahkan, banyak ahli percaya bahwa sebagian besar aktivitas blockchain di masa depan akan terjadi di Layer 2, sementara Layer 1 akan bertugas sebagai lapisan keamanan dan penyimpanan data akhir.

Dengan hadirnya Layer 2, dunia kripto akan semakin siap untuk mengakomodasi miliaran pengguna, baik dalam aktivitas finansial, identitas digital, gaming, maupun interaksi sosial yang bersifat on-chain.

 

Layer 2 Adalah Jembatan Menuju Adopsi Massal Blockchain

Layer 2 Blockchain bukan hanya teknologi tambahan, melainkan elemen kunci untuk membawa blockchain ke skala global. Dengan memindahkan beban transaksi dari Layer 1 ke sistem sekunder yang efisien, Layer 2 memungkinkan pengguna merasakan manfaat kripto tanpa terbebani biaya dan keterlambatan.

Bagi kamu yang ingin menjelajahi dunia blockchain lebih dalam, memahami Layer 2 akan membantumu mengambil keputusan lebih bijak, baik sebagai pengguna, developer, maupun investor. Karena dalam dunia teknologi yang berkembang pesat, efisiensi adalah bahan bakar untuk masa depan.

 

Disclaimer: Seluruh informasi yang disampaikan disusun oleh mitra industri dengan tujuan memberikan edukasi kepada pembaca. Kami menyarankan Anda untuk melakukan riset secara mandiri dan mempertimbangkan dengan matang sebelum melakukan transaksi.

Bagikan melalui:

Pattern 1Pattern 1Pattern 1Pattern 1Pattern 1
Blur 2

Belajar, Investasi, dan Tumbuh Bersama Kami

Jadilah bagian dari FLOQ. Mulai perjalanan investasimu dengan platform terpercaya dari hari pertama.

Google PlayApp Store
Blur 2Blur 2Device