Cari

Klik huruf yang tersedia untuk mengetahui daftar glossary

Pattern 1

Leverage

Apa Itu Leverage dalam Investasi Kripto?

Sahabat Floq, bayangkan kamu hanya memiliki modal Rp1 juta, tapi ingin membuka posisi trading setara Rp10 juta. Bagaimana caranya? Jawabannya adalah dengan menggunakan leverage, atau yang dalam Bahasa Indonesia dikenal sebagai daya ungkit finansial.

Leverage adalah penggunaan dana pinjaman untuk memperbesar nilai posisi investasi yang kamu ambil. Dalam dunia kripto, leverage memungkinkan kamu untuk mengontrol aset yang jauh lebih besar daripada modal yang kamu miliki di akun trading. Tujuannya? Untuk menggandakan potensi keuntungan.

Namun, seperti dua sisi mata uang, leverage juga bisa memperbesar kerugian jika pasar bergerak berlawanan dari posisi yang kamu ambil. Maka dari itu, memahami leverage dengan baik adalah langkah awal menuju strategi yang bijak.

 

Bagaimana Cara Kerja Leverage di Dunia Crypto?

Dalam praktiknya, leverage bekerja melalui mekanisme pinjaman dari platform exchange ke trader. Ketika kamu memilih leverage 10x, artinya kamu hanya perlu menyediakan 10% dari nilai posisi yang ingin kamu buka, dan sisanya dipinjamkan oleh bursa.

Contoh: 
Jika kamu menggunakan leverage 10x dengan modal Rp1 juta, kamu bisa membuka posisi senilai Rp10 juta. Jika aset tersebut naik 5%, keuntunganmu adalah Rp500.000—alias 50% dari modal awal.

Namun, jika aset tersebut turun 5%, kamu bisa kehilangan seluruh modal Rp1 juta. Ini yang disebut sebagai likuidasi, di mana posisi kamu otomatis ditutup oleh sistem untuk menghindari kerugian lebih lanjut bagi pihak yang meminjamkan dana.

 

Jenis-Jenis Leverage dalam Trading Kripto

Margin Trading

Leverage dalam margin trading memungkinkan kamu meminjam dana dari exchange untuk membuka posisi beli (long) atau jual (short). Umumnya tersedia di platform seperti Binance, Bybit, atau OKX.

Futures Trading

Leverage di pasar futures lebih kompleks karena melibatkan kontrak derivatif. Di sinilah leverage tinggi sering digunakan—bahkan hingga 100x—dengan risiko dan potensi cuan yang sama ekstremnya.

 

Keuntungan Menggunakan Leverage

Modal Kecil, Potensi Besar

Leverage memungkinkan kamu membuka posisi besar meski hanya punya sedikit modal. Ini menarik bagi trader yang ingin memaksimalkan peluang di pasar yang volatil.

Efisiensi Modal

Kamu tidak perlu mengunci seluruh dana untuk mengambil posisi. Sisa modal bisa dialokasikan ke strategi lain seperti staking, DCA, atau investasi jangka panjang.

Fleksibilitas Strategi

Leverage membuatmu bisa menjalankan berbagai strategi, seperti hedging, short selling, atau membuka beberapa posisi sekaligus dalam satu waktu.

 

Risiko yang Perlu Diwaspadai

Likuidasi Mendadak

Leverage tinggi membuat batas toleransi kerugian sangat tipis. Pergerakan pasar sekecil 1–2% saja bisa membuat posisi kamu terkena likuidasi dan kehilangan seluruh modal.

Volatilitas Pasar Kripto

Pasar kripto sangat volatil. Perubahan harga dalam hitungan menit bisa menguntungkan atau menghancurkan akun trading kamu, terutama jika kamu tidak menetapkan stop loss atau risk management.

Overtrading

Leverage sering membuat trader tergoda untuk membuka posisi terus-menerus karena merasa "berdaya". Padahal, semakin sering kamu masuk pasar tanpa analisis, semakin besar risiko akumulasi kerugian.

 

Tips Bijak Menggunakan Leverage

Mulai dari Leverage Rendah

Jika kamu pemula, gunakan leverage kecil seperti 2x atau 3x dulu. Ini cukup untuk belajar memahami ritme pasar dan cara kerja sistem margin tanpa risiko yang terlalu tinggi.

Selalu Gunakan Stop Loss

Stop loss adalah "rem darurat" yang wajib kamu aktifkan. Dengan stop loss, posisi kamu otomatis ditutup ketika kerugian mencapai batas tertentu. Ini bisa menyelamatkanmu dari kerugian besar yang tak terkendali.

Jangan Pernah Leverage Semua Modal

Gunakan hanya sebagian kecil dari portofolio untuk trading leverage. Sisanya tetap dialokasikan ke aset yang aman atau strategi pasif seperti staking atau DCA.

 

Peran Leverage dalam Ekosistem DeFi

Sahabat Floq, leverage tidak hanya berlaku di platform centralized exchange, tapi juga mulai banyak digunakan di DeFi (Decentralized Finance). Melalui protokol seperti Aave, Compound, atau GMX, kamu bisa meminjam aset untuk leverage secara trustless, tanpa pihak ketiga.

Namun, prinsip dasarnya tetap sama: risiko dan potensi keuntungan sama-sama meningkat. Maka, pemahaman dan kehati-hatian tetap menjadi fondasi utama sebelum kamu terjun lebih dalam.

 

Leverage adalah Pedang Bermata Dua, Gunakan dengan Bijak

Leverage bisa menjadi alat luar biasa untuk memperbesar potensi keuntungan dari trading kripto. Dengan modal terbatas, kamu bisa menjangkau posisi yang lebih besar dan memanfaatkan volatilitas pasar.

Namun, di balik peluang itu, leverage juga menyimpan risiko besar—terutama bagi kamu yang belum sepenuhnya memahami cara kerjanya. Tanpa manajemen risiko yang tepat, leverage bisa menghabiskan modalmu dalam hitungan menit.

Jadi, Sahabat Floq, gunakan leverage hanya setelah kamu memahami teknisnya, memiliki strategi yang jelas, dan siap menerima konsekuensinya. Dalam dunia kripto, pengetahuan bukan hanya kekuatan—tapi juga perlindungan terbaikmu.

Disclaimer: Seluruh informasi yang disampaikan disusun oleh mitra industri dengan tujuan memberikan edukasi kepada pembaca. Kami menyarankan Anda untuk melakukan riset secara mandiri dan mempertimbangkan dengan matang sebelum melakukan transaksi.
 

Bagikan melalui:

Pattern 1Pattern 1Pattern 1Pattern 1Pattern 1
Blur 2

Belajar, Investasi, dan Tumbuh Bersama Kami

Jadilah bagian dari FLOQ. Mulai perjalanan investasimu dengan platform terpercaya dari hari pertama.

Google PlayApp Store
Blur 2Blur 2Device