Cari

Klik huruf yang tersedia untuk mengetahui daftar glossary

Pattern 1

Hot Storage

Dalam dunia crypto yang terus berkembang, penyimpanan aset digital menjadi salah satu aspek paling krusial. Di sinilah istilah hot storage muncul sebagai solusi cepat dan efisien untuk mengakses aset, namun dengan risiko yang perlu dipahami oleh setiap pengguna—terutama Sahabat Floq yang baru mulai terjun ke dunia blockchain dan Web3.

Apa Itu Hot Storage?

 

Hot storage adalah metode penyimpanan aset crypto yang terhubung langsung ke internet. Jenis penyimpanan ini mencakup dompet digital seperti software wallet, browser extension wallet, atau dompet di exchange, yang selalu aktif dan siap digunakan untuk melakukan transaksi kapan saja.

Karena selalu online, hot storage sangat cocok digunakan untuk transaksi harian, trading aktif, serta kebutuhan likuiditas cepat. Namun, keterhubungan dengan internet ini pula yang menjadikannya lebih rentan terhadap berbagai serangan siber, seperti hacking, phishing, atau malware.

Karakteristik Utama Hot Storage

 

Sahabat Floq, berikut beberapa karakteristik umum dari hot storage:

  • Koneksi Internet Aktif: Akses langsung ke jaringan memungkinkan transaksi instan, tanpa perlu perangkat tambahan.
  • Kenyamanan dan Kecepatan: Proses pengiriman dan penerimaan aset berlangsung cepat, sangat cocok untuk pengguna aktif.
  • Risiko Keamanan Lebih Tinggi: Karena selalu online, dompet jenis ini menjadi target utama bagi penyerang. 
     

Hot storage digunakan secara luas oleh trader harian dan pengguna yang membutuhkan fleksibilitas tinggi dalam pergerakan aset.

Contoh Hot Storage dalam Dunia Crypto

 

Beberapa bentuk populer dari hot storage yang mungkin sudah sering kamu dengar atau gunakan antara lain:

  • Dompet di platform exchange seperti di FLOQ, Binance, Coinbase
  • Dompet perangkat lunak seperti MetaMask, Trust Wallet, dan Phantom
  • Dompet berbasis browser extension yang memungkinkan interaksi langsung dengan dApps (decentralized applications) 
     

Setiap jenis ini memiliki kelebihan dari sisi kemudahan akses, namun tentu disertai dengan tantangan keamanan yang harus diwaspadai.

Perbedaan Hot Storage dan Cold Storage

 

Biar makin jelas, yuk kita bandingkan dua jenis penyimpanan ini:

  1. Hot Storage: 
    Online, cepat diakses, cocok untuk trading aktif, tetapi lebih rentan terhadap peretasan. 
     
  2. Cold Storage: 
    Offline (seperti hardware wallet atau paper wallet), sangat aman dari serangan online, namun akses dan proses transaksi lebih lambat. 
     

Kombinasi keduanya sering digunakan oleh investor berpengalaman untuk menyeimbangkan antara likuiditas dan keamanan. Misalnya, aset yang sering digunakan disimpan di hot storage, sementara aset jangka panjang disimpan di cold storage.

Risiko Keamanan Hot Storage

 

Sahabat Floq, penting untuk memahami bahwa hot storage, meski praktis, tetap memiliki celah keamanan yang harus diperhatikan, seperti:

  • Phishing Attack: Tautan palsu atau halaman tiruan yang menipu pengguna untuk memberikan akses ke dompetnya.
  • Malware & Keylogger: Program jahat yang mencuri informasi login atau data private key dari perangkat yang terinfeksi.
  • Peretasan Exchange: Jika kamu menyimpan aset di exchange, kamu sepenuhnya bergantung pada sistem keamanan penyedia platform tersebut. 
     

Oleh karena itu, sangat disarankan untuk mengaktifkan autentikasi dua faktor (2FA), tidak menyimpan private key secara digital terbuka, dan menghindari klik tautan yang mencurigakan.

Strategi Mengamankan Hot Storage

 

Berikut beberapa langkah yang bisa kamu terapkan agar tetap aman saat menggunakan hot storage:

  • Gunakan dompet dari penyedia yang terpercaya dan sudah banyak diulas oleh komunitas.
  • Jangan pernah membagikan private key atau seed phrase ke siapa pun, bahkan ke tim resmi.
  • Selalu update perangkat lunak dompet kamu ke versi terbaru.
  • Hindari koneksi Wi-Fi publik saat mengakses dompet crypto-mu.
  • Pisahkan dana utama ke cold storage, dan gunakan hot storage hanya untuk dana yang dibutuhkan sehari-hari. 
     

Kapan Sebaiknya Gunakan Hot Storage?

 

Hot storage paling ideal untuk kamu yang:

  • Sering trading di bursa crypto
  • Aktif menggunakan dApps atau platform DeFi
  • Membutuhkan akses cepat ke aset untuk transfer atau pembelian 
     

Namun, jika kamu hanya memegang aset dalam jangka panjang dan tidak berencana menggunakannya dalam waktu dekat, cold storage bisa menjadi pilihan yang lebih aman.

Hot Storage, Praktis tapi Perlu Waspada

 

Hot storage memberikan kenyamanan luar biasa bagi Sahabat Floq yang aktif di dunia crypto, terutama untuk transaksi harian dan interaksi dengan protokol DeFi. Namun, kenyamanan itu datang dengan harga yakni tingkat risiko yang lebih tinggi terhadap ancaman online.

Selalu penting untuk memahami bagaimana sistem ini bekerja, melindungi akses dengan langkah-langkah keamanan yang tepat, dan tidak sembarangan menyimpan seluruh aset dalam satu tempat. Dengan pemahaman yang benar dan praktik keamanan yang disiplin, kamu bisa memanfaatkan kelebihan hot storage tanpa mengorbankan aset berharga yang kamu miliki.

 

Disclaimer: Seluruh informasi yang disampaikan disusun oleh mitra industri dengan tujuan memberikan edukasi kepada pembaca. Kami menyarankan Anda untuk melakukan riset secara mandiri dan mempertimbangkan dengan matang sebelum melakukan transaksi.

Bagikan melalui:

Pattern 1Pattern 1Pattern 1Pattern 1Pattern 1
Blur 2

Belajar, Investasi, dan Tumbuh Bersama Kami

Jadilah bagian dari FLOQ. Mulai perjalanan investasimu dengan platform terpercaya dari hari pertama.

Google PlayApp Store
Blur 2Blur 2Device