
Gas Limit
Apa Itu Gas Limit?
Gas limit adalah jumlah maksimum unit gas yang kamu izinkan untuk digunakan dalam suatu transaksi di blockchain, terutama Ethereum. Dengan kata lain, ini adalah batas energi komputasi yang kamu siapkan agar transaksi bisa diproses.
Jika transaksi kamu melebihi batas ini, maka transaksi akan gagal dan dibatalkan, meskipun kamu tetap akan kehilangan sebagian biaya gas yang sudah dikonsumsi hingga titik kegagalan tersebut.
Mengapa Gas Limit Penting?
Di jaringan Ethereum, setiap tindakan baik mengirim ETH, menukar token, atau menjalankan smart contract—memerlukan sejumlah unit gas. Gas digunakan oleh validator atau miner untuk melakukan perhitungan komputasi dan menyimpan data di blockchain.
Tanpa pengaturan gas limit yang benar:
- Transaksi berisiko gagal di tengah jalan.
- Kamu bisa membayar terlalu mahal untuk tindakan yang sebenarnya sederhana.
- Validator tidak bisa memproses transaksi secara efisien.
Jadi, gas limit bertindak sebagai pengaman dan pengontrol biaya bagi pengguna dan jaringan.
Cara Kerja Gas Limit
Ketika kamu mengirim transaksi, kamu bisa menentukan dua hal:
- Gas Price – Berapa harga per unit gas yang ingin kamu bayarkan (dalam Gwei).
- Gas Limit – Berapa banyak gas maksimum yang kamu izinkan untuk digunakan.
Gas fee total = Gas Used × Gas Price
Namun, jaringan Ethereum hanya akan menggunakan gas yang benar-benar dibutuhkan. Jika kamu menetapkan gas limit terlalu tinggi, sisa gas yang tidak terpakai akan dikembalikan ke dompetmu.
Contoh:
Kamu menetapkan gas limit sebesar 100.000, tetapi transaksi hanya membutuhkan 60.000 gas. Maka hanya 60.000 yang digunakan dan sisanya (40.000) tidak akan dipotong dari dompetmu.
Berapa Gas Limit yang Ideal?
Ini tergantung pada jenis transaksi:
- Transaksi sederhana (mengirim ETH): ~21.000 gas
- Interaksi kontrak pintar (swap di DEX, mint NFT): 100.000–500.000 gas
- Fungsi kompleks atau batch transaksi: Bisa lebih dari 1.000.000 gas
Dompet seperti MetaMask biasanya memberikan estimasi otomatis. Tapi kamu tetap bisa menyesuaikannya secara manual jika paham apa yang sedang dijalankan.
Risiko Mengatur Gas Limit yang Salah
Sahabat Floq, gas limit terlalu rendah bisa membuat transaksimu gagal karena tidak cukup “tenaga” untuk menyelesaikan prosesnya. Di sisi lain, gas limit terlalu tinggi memang tidak merugikan secara langsung, tapi bisa membuat kamu membayar lebih dari yang diperlukan jika gas price juga tinggi.
Tips:
- Selalu cek estimasi dari dompet atau blockchain explorer.
- Jangan terlalu hemat, tapi juga tidak perlu menetapkan gas limit berlebihan tanpa alasan.
Gas Limit dalam Smart Contract dan DeFi
Smart contract membutuhkan logika komputasi lebih banyak dibanding transaksi biasa. Di dunia DeFi atau NFT, transaksi bisa memanggil banyak fungsi sekaligus dan menyebabkan konsumsi gas yang tinggi.
Sebagian protokol bahkan membatasi interaksi jika gas limit tidak cukup besar untuk menyelesaikan seluruh eksekusi. Maka dari itu, penting untuk menyesuaikan gas limit sesuai kompleksitas tindakan yang akan dilakukan.
Gas Limit Adalah Kunci Kontrol Transaksi yang Efisien
Sahabat Floq, memahami dan mengatur gas limit adalah salah satu kunci agar aktivitasmu di Ethereum berjalan lancar. Gas limit bukan cuma angka teknis, tapi alat penting untuk menjaga efisiensi biaya, keberhasilan transaksi, dan pengalaman yang lebih aman saat berinteraksi dengan blockchain.
Dengan memahami logika di balik gas limit, kamu tidak hanya jadi pengguna pasif, tapi juga lebih siap menjadi partisipan aktif di ekosistem Web3.
Disclaimer: Seluruh informasi yang disampaikan disusun oleh mitra industri dengan tujuan memberikan edukasi kepada pembaca. Kami menyarankan Anda untuk melakukan riset secara mandiri dan mempertimbangkan dengan matang sebelum melakukan transaksi.
Bagikan melalui:

Kosakata Selanjutnya
Gas Price
Jumlah ETH yang bersedia dibayar pengguna per satuan gas untuk mempercepat transaksi. Harga yang lebih tinggi biasanya membuat transaksi diproses lebih cepat oleh validator.
Gas Wars
Situasi di mana pengguna saling menaikan gas price agar transaksi mereka diprioritaskan, biasanya saat peluncuran Non-Fungible Token (NFT) atau Initial Decentralized Exchange Offering (IDO). Dapat menyebabkan lonjakan biaya jaringan secara drastis.
Gavin Wood
Salah satu pendiri Ethereum dan pencipta Polkadot serta bahasa pemrograman Solidity. Dikenal sebagai tokoh teknikal utama dalam pengembangan arsitektur Web3.
Gems
Istilah slang dalam komunitas crypto untuk proyek atau aset yang dinilai undervalued namun berpotensi besar. Sering dicari oleh investor awal untuk keuntungan jangka panjang.
Generative AI
Kecerdasan buatan yang mampu menghasilkan konten baru seperti teks, gambar, atau kode berdasarkan pola data yang dipelajarinya. Digunakan dalam pembuatan Non-Fungible Token (NFT), desain, dan aplikasi kreatif lainnya.


