Cari

Klik huruf yang tersedia untuk mengetahui daftar glossary

Pattern 1

Finality

Apa Itu Finality dalam Blockchain?

Sahabat Floq, salah satu hal paling revolusioner dari teknologi blockchain adalah kemampuannya mencatat transaksi secara permanen dan transparan. Nah, konsep yang menjadi fondasi dari hal ini disebut finality.

Finality merujuk pada kondisi ketika sebuah transaksi di jaringan blockchain dianggap pasti, tidak bisa dibatalkan, dan tidak dapat diubah oleh siapa pun. Dengan kata lain, setelah transaksi mencapai finality, aset digital atau data yang tercatat benar-benar telah berpindah secara final—tanpa celah untuk rollback atau perubahan.

Konsep ini sangat penting untuk menjamin keamanan, kepercayaan, dan keadilan dalam setiap interaksi yang terjadi di jaringan terdistribusi, apalagi ketika transaksi bersifat finansial atau kontraktual.

 

Mengapa Finality Sangat Penting dalam Blockchain?

Tanpa finality, akan sangat sulit membangun sistem keuangan terdesentralisasi yang bisa dipercaya. Bayangkan kamu menerima kripto untuk sebuah produk atau layanan, lalu beberapa jam kemudian transaksi itu bisa dibatalkan secara sepihak—tentu itu bukan ekosistem yang sehat.

Berikut alasan utama mengapa finality sangat vital:

  • Mencegah double spending: Finality memastikan bahwa satu unit aset digital tidak bisa digunakan lebih dari sekali.
  • Menjamin integritas sistem: Tanpa finality, data dalam blockchain bisa diragukan validitasnya.
  • Mendukung kepercayaan antar pihak: Terutama dalam transaksi lintas negara atau lintas platform. 

 

Jenis Finality

Dalam praktiknya, tidak semua jaringan blockchain memiliki bentuk finality yang sama. Ada dua pendekatan utama yang digunakan:

1. Probabilistic Finality

Jenis ini umum ditemukan pada blockchain berbasis Proof of Work (PoW), seperti Bitcoin. Transaksi dianggap final secara probabilistik, artinya semakin banyak blok yang ditambahkan setelah blok transaksi kamu, semakin kecil kemungkinan transaksi itu akan dibatalkan.

Contohnya, di Bitcoin, transaksi umumnya dianggap final setelah 6 konfirmasi blok, karena probabilitas terjadinya reorganisasi jaringan sangat kecil.

  • Kelebihan: Aman dan terbukti bertahan lama
  • Kekurangan: Butuh waktu konfirmasi yang lebih lama

2. Deterministic Finality

Jenis ini digunakan oleh blockchain yang berbasis Proof of Stake (PoS) atau varian konsensus seperti BFT (Byzantine Fault Tolerance), seperti Ethereum 2.0, Cosmos, dan Polkadot. Dalam sistem ini, transaksi bisa dianggap final segera setelah disetujui oleh validator, tanpa harus menunggu blok tambahan.

  • Kelebihan: Finality cepat dan efisien
  • Kekurangan: Bergantung pada desain konsensus yang lebih kompleks

 

Proses Menuju Finality dalam Jaringan Blockchain

Setiap blockchain memiliki mekanisme sendiri untuk mencapai finality. Namun, secara umum, prosesnya terdiri dari tahapan berikut:

  1. Pengajuan Transaksi: Kamu mengirim transaksi, misalnya mengirim ETH ke wallet temanmu.
  2. Verifikasi oleh Jaringan: Transaksi disiarkan ke node untuk divalidasi.
  3. Dimasukkan ke dalam Blok: Jika valid, transaksi dimasukkan ke dalam blok oleh miner atau validator.
  4. Finality Dicapai: Setelah blok dikonfirmasi (berdasarkan model probabilistik atau deterministik), transaksi dianggap final. 

 

Finality dalam Konteks Aset dan Kontrak

Finality tidak hanya berlaku untuk transaksi aset, tapi juga untuk smart contract dan data lainnya dalam jaringan blockchain. Berikut contohnya:

  • Smart Contract: Setelah kontrak dieksekusi dan mencapai finality, seluruh logika di dalamnya dianggap tereksekusi penuh dan tidak dapat dibatalkan.
  • NFT dan Tokenisasi: Kepemilikan NFT atau token yang berpindah tangan menjadi sah setelah mencapai finality, tanpa celah sengketa.
  • Data Supply Chain: Dalam blockchain industri, data pengiriman atau produksi yang sudah final tidak bisa diubah, menjamin transparansi dan akurasi. 

 

Tantangan dan Risiko Terkait Finality

Meskipun finality menjadi keunggulan blockchain, ia juga membawa tantangan tersendiri:

1. Tidak Bisa Undo

Jika kamu salah mengirim aset, tidak ada cara untuk membatalkan transaksi setelah finality tercapai. Inilah mengapa ketelitian sangat penting.

2. Potensi Reorganisasi (di Sistem Probabilistik)

Pada blockchain seperti Bitcoin, masih ada kemungkinan kecil bahwa blok bisa ditimpa oleh chain yang lebih panjang. Ini membuat pengguna perlu menunggu beberapa konfirmasi untuk merasa aman.

3. Finality Delay

Beberapa jaringan butuh waktu untuk mencapai finality. Hal ini bisa menjadi kendala bagi aplikasi yang membutuhkan kecepatan tinggi.

 

Finality Adalah Pilar Kepercayaan Blockchain

Sahabat Floq, finality adalah salah satu fitur inti yang membuat blockchain begitu powerful. Dengan adanya finality, transaksi digital tidak hanya sah, tapi juga tidak bisa dimanipulasi atau dibatalkan secara sepihak.

Bagi pengguna dan developer blockchain, memahami konsep finality adalah kunci untuk membangun aplikasi, sistem keuangan, dan kontrak digital yang benar-benar bisa dipercaya. Ingat, begitu transaksi mencapai finality, keputusan itu bersifat final—tidak ada tombol “undo”.

 

Disclaimer: Seluruh informasi yang disampaikan disusun oleh mitra industri dengan tujuan memberikan edukasi kepada pembaca. Kami menyarankan Anda untuk melakukan riset secara mandiri dan mempertimbangkan dengan matang sebelum melakukan transaksi.

Bagikan melalui:

Pattern 1Pattern 1Pattern 1Pattern 1Pattern 1
Blur 2

Belajar, Investasi, dan Tumbuh Bersama Kami

Jadilah bagian dari FLOQ. Mulai perjalanan investasimu dengan platform terpercaya dari hari pertama.

Google PlayApp Store
Blur 2Blur 2Device