
Fiat-Pegged Cryptocurrency
Apa Itu Fiat-Pegged Cryptocurrency?
Jika kamu baru mengenal dunia crypto, mungkin kamu pernah mendengar istilah stablecoin. Nah, salah satu jenis stablecoin yang paling umum adalah fiat-pegged cryptocurrency, yaitu aset digital yang nilainya dikaitkan secara langsung dengan mata uang fiat, seperti dolar Amerika Serikat (USD), euro (EUR), atau bahkan rupiah.
Tujuan utama dari fiat-pegged crypto adalah untuk mengurangi volatilitas harga yang sering terjadi pada aset crypto seperti Bitcoin atau Ethereum. Nilainya dijaga agar selalu mendekati atau sama dengan nilai mata uang fiat yang menjadi acuannya.
Bagaimana Cara Kerja Fiat-Pegged Cryptocurrency?
Agar nilainya tetap stabil, fiat-pegged crypto menggunakan dua pendekatan utama:
1. Cadangan Aset (Fully Backed)
Token ini dijamin dengan aset fiat nyata yang disimpan dalam rekening bank atau lembaga kustodian. Artinya, setiap 1 token yang beredar biasanya di-backup oleh 1 USD atau mata uang lainnya dalam bentuk tunai atau surat berharga.
Contoh: Jika kamu memiliki 100 stablecoin yang pegged ke USD, berarti ada $100 yang benar-benar disimpan sebagai cadangan.
2. Mekanisme Algoritmik
Alih-alih didukung oleh aset nyata, jenis ini mengandalkan smart contract dan algoritma otomatis untuk menjaga keseimbangan pasokan dan permintaan. Jika harga naik, pasokan ditambah; jika turun, pasokan dikurangi.
Meskipun lebih efisien secara modal, algoritmik stablecoin cenderung lebih kompleks dan rentan terhadap risiko jika mekanismenya tidak berjalan mulus.
Kenapa Fiat-Pegged Cryptocurrency Penting?
Fiat-pegged crypto berperan penting dalam membangun jembatan antara keuangan tradisional dan teknologi blockchain. Berikut beberapa manfaat utamanya:
Stabilitas harga: Tidak seperti crypto lain yang bisa fluktuatif, fiat-pegged coin cenderung stabil dan cocok digunakan dalam perdagangan sehari-hari.
- Medium pertukaran: Cocok untuk transaksi peer-to-peer, transfer lintas negara, dan pembayaran merchant.
- Manajemen risiko: Trader bisa menyimpan nilai di stablecoin saat pasar crypto mengalami penurunan drastis.
- Likuiditas tinggi: Stablecoin menjadi pasangan dagang utama di banyak bursa crypto, baik centralized maupun decentralized.
Contoh Fiat-Pegged Cryptocurrency Populer
Beberapa stablecoin yang termasuk dalam kategori fiat-pegged dan banyak digunakan saat ini adalah:
- USDT (Tether)
- USDC (USD Coin)
- BUSD (Binance USD)
- EURT (Euro Tether)
Masing-masing dikelola oleh entitas berbeda dan memiliki model cadangan serta transparansi yang bervariasi.
Risiko dan Tantangan yang Perlu Diperhatikan
Meski terlihat stabil, fiat-pegged cryptocurrency tidak bebas risiko. Beberapa hal yang perlu kamu waspadai antara lain:
- Risiko sentralisasi: Banyak stablecoin dikendalikan oleh perusahaan tertentu yang menyimpan dana cadangan, sehingga kepercayaan publik jadi faktor krusial.
- Audit dan transparansi: Tidak semua penerbit stablecoin rutin melakukan audit cadangan, yang bisa menimbulkan keraguan.
- Risiko regulasi: Pemerintah di berbagai negara semakin memperketat aturan terhadap stablecoin karena dianggap menyerupai mata uang resmi.
- Peg failure: Jika sistem cadangan atau algoritma gagal menjaga kestabilan, nilai stablecoin bisa lepas dari peg-nya dan anjlok.
Perbedaan Fiat-Pegged Crypto dan Stablecoin Lain
Fiat-pegged crypto adalah salah satu jenis stablecoin. Tapi di luar itu, ada juga jenis lain seperti:
- Crypto-collateralized stablecoin: Didukung oleh aset crypto (misalnya DAI yang menggunakan ETH sebagai jaminan).
- Commodity-pegged stablecoin: Peg-nya bukan ke fiat, tapi ke komoditas seperti emas (contohnya PAXG).
- Jadi, tidak semua stablecoin terkait dengan fiat, tapi semua fiat-pegged crypto adalah stablecoin.
Fiat-Pegged Cryptocurrency Sebagai Penyeimbang Dunia Digital
Fiat-pegged cryptocurrency hadir sebagai solusi praktis untuk mengatasi volatilitas ekstrem dalam dunia crypto. Dengan menjembatani antara dunia tradisional dan ekosistem blockchain, jenis aset ini membantu menciptakan lingkungan transaksi yang lebih stabil, efisien, dan dapat diandalkan.
Buat Sahabat Floq yang baru mulai terjun ke crypto, memanfaatkan stablecoin fiat-pegged bisa jadi langkah cerdas untuk belajar, bertransaksi, atau menyimpan nilai tanpa harus menghadapi risiko harga ekstrem. Tetap bijak, lakukan riset, dan manfaatkan potensi aset ini dengan strategi yang sesuai tujuan investasimu.
Disclaimer: Seluruh informasi yang disampaikan disusun oleh mitra industri dengan tujuan memberikan edukasi kepada pembaca. Kami menyarankan Anda untuk melakukan riset secara mandiri dan mempertimbangkan dengan matang sebelum melakukan transaksi.
Bagikan melalui:

Kosakata Selanjutnya
Fibonacci Retracement Level
Indikator teknikal yang menggunakan rasio Fibonacci untuk mengidentifikasi potensi level support dan resistance selama tren pasar. Digunakan untuk memprediksi kemungkinan pembalikan harga.
Finality
Kondisi ketika transaksi blockchain tidak dapat dibatalkan atau diubah setelah dikonfirmasi. Menandakan bahwa aset atau data telah berpindah dengan cara yang tidak bisa dibalik.
Financial Action Task Force (FATF)
Badan antar-pemerintah yang menetapkan standar global untuk mencegah pencucian uang dan pendanaan terorisme. Mengawasi kepatuhan negara dan lembaga keuangan terhadap regulasi keuangan global.
Financial Crime Enforcement Network (FinCEN)
Lembaga pemerintah Amerika Serikat yang memantau aktivitas keuangan untuk mendeteksi dan mencegah kejahatan keuangan. Berperan penting dalam regulasi penyedia layanan crypto di Amerika Serikat.
Financial Transactions and Reports Analysis Centre (FINTRAC)
Lembaga intelijen keuangan Kanada yang bertanggung jawab terhadap pengawasan transaksi keuangan dan pelaporan aktivitas mencurigakan. Fokusnya adalah pencegahan pencucian uang dan pendanaan terorisme.


