Cari

Klik huruf yang tersedia untuk mengetahui daftar glossary

Pattern 1

Derivative

Dalam dunia keuangan, istilah derivative merujuk pada instrumen yang mengambil nilai dari aset dasar, entah itu saham, komoditas, obligasi, indeks, hingga cryptocurrency. Derivatif bukanlah aset fisik, melainkan kontrak keuangan yang mendapat nilainya dari perubahan harga aset lain.

Dalam konteks crypto, derivative semakin populer karena bisa dimanfaatkan untuk melindungi nilai (hedging), berspekulasi atas pergerakan harga, atau bahkan mengelola risiko portofolio. Platform seperti decentralized exchanges (DEX) juga mulai menyediakan produk derivatif dengan bantuan smart contract.

 

Jenis-Jenis Derivative

Ada beberapa bentuk derivative yang umum digunakan, termasuk dalam ekosistem crypto:

1. Futures

Kontrak yang mengharuskan dua pihak untuk membeli atau menjual aset di masa depan dengan harga yang telah disepakati saat ini. Dalam crypto, futures memungkinkan kamu memperoleh keuntungan baik saat harga naik maupun turun.

2. Options

Memberikan hak (bukan kewajiban) untuk membeli atau menjual aset dasar pada harga tertentu dalam jangka waktu tertentu. Produk ini cocok untuk strategi manajemen risiko yang fleksibel.

3. Swaps

Perjanjian untuk menukar aliran kas atau aset antara dua pihak. Dalam dunia crypto, interest rate swap atau token swap sering digunakan antar protokol.

 

Fungsi Derivative dalam Dunia Crypto

Lindung Nilai (Hedging)

Kamu bisa menggunakan derivative untuk melindungi nilai portofolio dari fluktuasi harga yang ekstrem. Misalnya, jika memegang aset crypto dalam jumlah besar, membuka posisi short dalam futures bisa menjadi tameng saat harga turun.

Spekulasi

Banyak trader aktif menggunakan derivative untuk mengambil posisi spekulatif jangka pendek demi meraih keuntungan dari volatilitas pasar.

Manajemen Risiko

Investor institusional menggunakan derivative untuk mengatur eksposur mereka terhadap risiko tertentu, baik melalui diversifikasi ataupun mekanisme proteksi harga.

 

Risiko yang Perlu Diwaspadai

Meski derivative menawarkan banyak strategi, tingkat risikonya juga tinggi. Leverage yang terlalu besar bisa mempercepat kerugian. Salah pengambilan posisi bisa menyebabkan likuidasi dana secara instan, terutama di pasar crypto yang bergerak sangat cepat.

Selain itu, beberapa derivatif terdesentralisasi mungkin menghadapi masalah likuiditas atau keterbatasan orakel harga yang bisa memengaruhi keakuratan data pasar.

 

Derivative di Platform Terdesentralisasi

Dengan perkembangan DeFi, derivative kini tersedia di berbagai protokol on-chain. Platform seperti perpetual DEX memungkinkan siapa saja membuka posisi derivatif tanpa KYC atau pihak ketiga. Kontrak dibuat dan diselesaikan oleh smart contract, memastikan transparansi dan efisiensi tinggi.

Namun, karena sistemnya otomatis, penting bagi pengguna untuk memahami sepenuhnya mekanisme leverage, likuidasi, dan margin sebelum terlibat.

 

Derivative Menawarkan Fleksibilitas Tinggi Namun Penuh Tantangan

Derivative adalah alat keuangan yang kuat dan serbaguna, memungkinkan kamu mengambil posisi pasar tanpa perlu memiliki aset dasarnya. Dalam dunia crypto, penggunaannya makin luas dan terdesentralisasi, memberi peluang besar sekaligus risiko yang signifikan. Bagi Sahabat Floq yang ingin mengeksplorasi derivative, penting untuk memiliki pemahaman mendalam dan pengelolaan risiko yang disiplin.

 

Disclaimer: Seluruh informasi yang disampaikan disusun oleh mitra industri dengan tujuan memberikan edukasi kepada pembaca. Kami menyarankan Anda untuk melakukan riset secara mandiri dan mempertimbangkan dengan matang sebelum melakukan transaksi.

Bagikan melalui:

Pattern 1Pattern 1Pattern 1Pattern 1Pattern 1
Blur 2

Belajar, Investasi, dan Tumbuh Bersama Kami

Jadilah bagian dari FLOQ. Mulai perjalanan investasimu dengan platform terpercaya dari hari pertama.

Google PlayApp Store
Blur 2Blur 2Device