Cari

Klik huruf yang tersedia untuk mengetahui daftar glossary

Pattern 1

Design Flaw Attack

Design Flaw Attack adalah jenis serangan yang memanfaatkan kelemahan mendasar dalam arsitektur atau logika desain sistem, bukan sekadar bug dalam kode pemrograman. Serangan ini sering kali sulit dideteksi karena celahnya berasal dari keputusan desain awal yang tampak valid namun menyimpan risiko besar di baliknya.

Dalam konteks blockchain dan protokol kripto, kesalahan desain bisa menjadi celah fatal yang mengancam dana pengguna, keamanan jaringan, atau validitas smart contract. Bahkan sistem yang tampak solid sekalipun bisa roboh jika pondasi logiknya salah sejak awal.

 

Perbedaan dengan Bug Biasa

Bug umumnya berasal dari kesalahan teknis atau penulisan kode, dan bisa diperbaiki tanpa mengubah fondasi sistem. Sementara itu, design flaw menyerang jantung dari cara sistem seharusnya bekerja. Ibarat membangun rumah dengan fondasi miring—bukan cuma dindingnya yang harus diperbaiki, tapi keseluruhan strukturnya bisa runtuh.

 

Contoh dalam Dunia Blockchain

1. Protokol Lending yang Terlalu Percaya Harga Orakel

Jika desain sistem tidak mengantisipasi manipulasi harga dari orakel eksternal, penyerang bisa mengubah harga aset secara sementara, lalu menarik pinjaman berlebih dan kabur sebelum harga pulih.

2. Sistem Voting DAO Tanpa Batasan Akumulasi Suara

DAO yang mengizinkan akumulasi suara tanpa mekanisme pencegahan serangan sybil atau sentralisasi voting berisiko diambil alih oleh entitas tunggal dengan cukup token.

3. Smart Contract yang Tidak Reentrancy-Safe

Walaupun ini kadang dianggap bug, bila protokol tidak memasukkan pencegahan reentrancy sejak perancangan, itu adalah cacat desain. Contohnya terjadi pada serangan DAO Ethereum tahun 2016.

 

Mengapa Design Flaw Sangat Berbahaya?

  • Sulit Dideteksi di Audit Awal: Banyak audit hanya mengecek implementasi, bukan logika desain secara menyeluruh.
  • Mempengaruhi Sistem Secara Global: Satu kesalahan bisa menyebar ke seluruh jaringan atau produk turunan.
  • Bisa Dieksploitasi Secara Diam-diam: Tidak seperti bug eksplisit, design flaw bisa dimanfaatkan secara perlahan tanpa terdeteksi.

 

Cara Menghindari Design Flaw Attack

1. Validasi Desain Sejak Awal

Sebelum menulis satu baris kode pun, penting untuk melakukan threat modeling—yakni memikirkan semua potensi eksploitasi terhadap arsitektur yang dirancang.

2. Audit Arsitektural, Bukan Cuma Kode

Libatkan pihak ketiga untuk meninjau logika bisnis, struktur konsensus, dan asumsi keamanan dari sistem.

3. Gunakan Mekanisme Testnet dan Simulasi

Uji sistem secara menyeluruh di lingkungan terbatas, termasuk dengan skenario ekstrem yang tidak biasa.

 

Design Flaw Attack Adalah Musuh dalam Selimut

Serangan berbasis design flaw tidak datang dari bug teknis biasa, melainkan dari cara sistem dirancang sejak awal. Oleh karena itu, Sahabat Floq perlu menyadari bahwa keamanan tidak hanya soal menulis kode yang benar, tapi juga merancang sistem yang tidak bisa dimanfaatkan secara licik. Dalam dunia blockchain dan Web3 yang terbuka dan tanpa izin, penting untuk berpikir seperti peretas demi menciptakan ekosistem yang benar-benar tahan serangan.

 

Disclaimer: Seluruh informasi yang disampaikan disusun oleh mitra industri dengan tujuan memberikan edukasi kepada pembaca. Kami menyarankan Anda untuk melakukan riset secara mandiri dan mempertimbangkan dengan matang sebelum melakukan transaksi.

Bagikan melalui:

Pattern 1Pattern 1Pattern 1Pattern 1Pattern 1
Blur 2

Belajar, Investasi, dan Tumbuh Bersama Kami

Jadilah bagian dari FLOQ. Mulai perjalanan investasimu dengan platform terpercaya dari hari pertama.

Google PlayApp Store
Blur 2Blur 2Device