Cari

Klik huruf yang tersedia untuk mengetahui daftar glossary

Pattern 1

Black Hat Hacker

Siapa Itu Black Hat Hacker?

Sahabat Floq, dalam dunia siber dan teknologi digital, istilah “hacker” sering kali memunculkan dua sisi mata uang. Di satu sisi ada mereka yang membantu mengamankan sistem, dan di sisi lain ada yang mengeksploitasi sistem untuk keuntungan pribadi. Nah, Black Hat Hacker adalah peretas dari sisi gelap dunia tersebut.

Black Hat Hacker adalah individu yang menggunakan keahliannya di bidang teknologi informasi untuk melakukan aktivitas ilegal, merusak, atau tidak etis. Mereka menyusup ke dalam sistem komputer, jaringan, atau blockchain untuk mencuri data, menciptakan kerusakan, atau mengeksploitasi celah keamanan demi keuntungan sendiri—sering kali tanpa izin atau persetujuan.

 

Asal Usul Istilah “Black Hat”

Istilah ini berasal dari budaya film koboi barat (Western), di mana karakter jahat biasanya memakai topi hitam, sedangkan pahlawan memakai topi putih. Dari sinilah kemudian muncul pembagian:

  • Black Hat = Hacker jahat
  • White Hat = Hacker baik (etis)
  • Grey Hat = Di antara keduanya; kadang legal, kadang tidak

 

Teknik Umum yang Digunakan Black Hat Hacker

1. Phishing

Mengelabui korban untuk memberikan informasi sensitif seperti password, seed phrase, atau private key lewat email palsu atau website tiruan.

2. Malware dan Ransomware

Menginfeksi perangkat dengan perangkat lunak jahat yang dapat mencuri data atau mengunci sistem hingga korban membayar tebusan dalam bentuk crypto.

3. Exploit Celah Keamanan

Mereka aktif mencari celah dalam protokol DeFi, kontrak pintar (smart contract), dan aplikasi Web3 untuk mengeksploitasi dana atau data pengguna.

4. Credential Stuffing

Menggunakan kombinasi username dan password yang bocor dari layanan lain untuk mencoba login ke sistem crypto, exchange, atau dompet digital.

 

Dampak Kehadiran Black Hat Hacker dalam Dunia Crypto

Dampak UtamaPenjelasan
Kerugian Finansial Pencurian dana dari dompet, exchange, dan smart contract 
Hilangnya Kepercayaan Menurunnya rasa aman investor dan pengguna terhadap platform crypto 
Gangguan Operasional Serangan DDoS atau malware yang membuat sistem tidak bisa digunakan 
Reputasi Proyek Terganggu Jika proyek Web3 jadi target, maka kredibilitas tim juga ikut tercoreng 

 

Studi Kasus Nyata

  • Serangan DAO Ethereum (2016): Salah satu insiden paling terkenal di dunia blockchain, di mana seorang peretas mengeksploitasi celah smart contract dan mencuri sekitar 3,6 juta ETH.
  • Ronin Bridge Hack (2022): Sebuah jaringan jembatan (bridge) di ekosistem Axie Infinity diretas, mengakibatkan kerugian lebih dari $600 juta.

 

Perbedaan Black Hat vs White Hat vs Grey Hat

Jenis HackerTujuanLegalitas Tindakan Contoh Aktivitas 
Black Hat Merusak, mencuri Ilegal Meretas dompet crypto untuk mencuri 
White Hat Keamanan & edukasi Legal & etis Menguji sistem dan melapor bug 
Grey Hat Kombinasi keduanya Tergantung konteks Membocorkan kelemahan sistem tanpa izin 

 

Cara Melindungi Diri dari Black Hat Hacker

Sahabat Floq, berikut beberapa langkah preventif untuk menghindari jebakan para hacker:

  • Gunakan Autentikasi Dua Faktor (2FA)
  • Jangan pernah membagikan seed phrase kamu
  • Hanya akses situs resmi dan terpercaya
  • Selalu verifikasi alamat kontrak atau wallet
  • Gunakan hardware wallet untuk simpanan besar
  • Ikuti update keamanan dan patch terbaru dari proyek crypto yang kamu ikuti

 

Ancaman Nyata dari Dunia Siber Modern

Black Hat Hacker bukan hanya bagian dari film fiksi atau teori konspirasi, tetapi realitas nyata yang mengancam dunia digital, terutama dalam ekosistem crypto. Mereka memanfaatkan celah teknologi demi keuntungan pribadi, tanpa memikirkan dampak terhadap pengguna lain atau integritas sistem. Edukasi, kewaspadaan, dan penggunaan teknologi keamanan adalah langkah penting untuk melindungi diri di era Web3.

Bagikan melalui:

Pattern 1Pattern 1Pattern 1Pattern 1Pattern 1
Blur 2

Belajar, Investasi, dan Tumbuh Bersama Kami

Jadilah bagian dari FLOQ. Mulai perjalanan investasimu dengan platform terpercaya dari hari pertama.

Google PlayApp Store
Blur 2Blur 2Device