
Annualized Rate of Return
Apa Itu Annualized Rate of Return?
Annualized Rate of Return (ARR) adalah tingkat keuntungan rata-rata per tahun yang dihasilkan oleh suatu investasi, yang disesuaikan berdasarkan periode waktu tertentu. Ini memberikan gambaran yang adil tentang seberapa besar return yang Kamu peroleh setiap tahun, meskipun investasi tersebut dilakukan dalam jangka waktu kurang dari atau lebih dari satu tahun.
Berbeda dengan return kumulatif yang hanya mencerminkan total keuntungan selama periode investasi, annualized return memberikan perbandingan apple to apple antara dua atau lebih aset dengan durasi yang berbeda.
Rumus Perhitungan Annualized Rate of Return
Untuk menghitung ARR, Kamu bisa menggunakan rumus:
ARR = (Nilai Akhir / Nilai Awal) ^ (1 / n) – 1
Di mana:
- Nilai Akhir = nilai investasi saat ini atau saat dijual
- Nilai Awal = modal awal yang diinvestasikan
- n = jumlah tahun investasi
Sebagai contoh:
Jika Kamu menginvestasikan Rp10 juta dan menjadi Rp13 juta dalam 2 tahun, maka:
ARR = (13/10) ^ (1/2) – 1 = 0,1402 atau 14,02% per tahun
Mengapa Annualized Rate of Return Penting?
1. Perbandingan Objektif Antar-Investasi
ARR memungkinkan Kamu membandingkan dua instrumen investasi—misalnya antara staking crypto di DeFi protocol dan reksadana saham—yang memiliki durasi investasi berbeda.
2. Analisis Risiko vs Imbal Hasil
Dengan mengetahui ARR, Kamu dapat menilai apakah return tahunan dari investasi sepadan dengan tingkat risiko yang diambil.
3. Perencanaan Keuangan Jangka Panjang
Bagi Sahabat Floq yang menyusun strategi investasi untuk masa depan, ARR membantu mengukur potensi pertumbuhan aset dalam horizon waktu tahunan.
Perbedaan dengan APR dan APY
| Istilah | Makna | Catatan |
| APR (Annual Percentage Rate) | Biaya bunga tahunan tanpa bunga majemuk | Umumnya digunakan untuk pinjaman |
| APY (Annual Percentage Yield) | Return tahunan termasuk bunga majemuk | Digunakan pada produk simpanan/investasi |
| ARR (Annualized Rate of Return) | Return tahunan dari total return kumulatif | Cocok untuk mengukur performa investasi |
Kapan ARR Digunakan dalam Dunia Crypto?
Di dunia blockchain dan crypto, Annualized Rate of Return sering digunakan dalam:
- Yield farming dan staking: Untuk melihat potensi return tahunan dari protokol DeFi.
- Investasi token: Menilai kinerja historis altcoin dalam periode waktu tertentu.
- Analisis proyek NFT atau aNFT: Ketika imbal hasil atau royalti digunakan sebagai daya tarik investasi.
Tips Sahabat Floq untuk Menggunakan ARR
- Selalu gunakan ARR untuk membandingkan proyek dengan jangka waktu berbeda.
- Gunakan ARR bersamaan dengan rasio risiko seperti Sharpe Ratio atau Alpha.
- Waspadai angka ARR yang terlalu tinggi, bisa jadi itu tidak sustainable.
ARR Adalah Alat Ukur Kinerja Investasi yang Lebih Akurat
Sahabat Floq, Annualized Rate of Return memberikan perspektif yang lebih seimbang dan akurat dalam mengevaluasi potensi keuntungan tahunan dari suatu investasi. Dalam dunia crypto maupun keuangan tradisional, memahami ARR akan membantumu menjadi investor yang lebih cerdas dan strategis. Dengan informasi ini, Kamu bisa memaksimalkan peluang dan meminimalkan risiko, tak peduli seberapa kompleks ekosistemnya.
Disclaimer: Seluruh informasi yang disampaikan disusun oleh mitra industri dengan tujuan memberikan edukasi kepada pembaca. Kami menyarankan Anda untuk melakukan riset secara mandiri dan mempertimbangkan dengan matang sebelum melakukan transaksi.
Bagikan melalui:

Kosakata Selanjutnya
Anonymous
Keadaan atau identitas yang tidak diketahui atau dirahasiakan dalam suatu sistem, transaksi, atau komunikasi. Banyak digunakan dalam teknologi blockchain dan dunia maya untuk melindungi privasi pengguna.
Anti-dump/Anti-Dumping Policy
Kebijakan untuk mencegah penjualan barang atau aset dengan harga sangat rendah agar tidak merusak pasar. Dalam dunia crypto, langkah ini diambil untuk melindungi harga token dari manipulasi masif.
Anti-Malware
Software yang dirancang untuk mendeteksi, mencegah, dan menghapus software berbahaya dari sistem. Memberikan perlindungan penting terhadap ancaman seperti virus, spyware, dan ransomware.
Anti-Money Laundering (AML)
Upaya hukum dan sistem untuk mencegah dan mendeteksi aktivitas pencucian uang dari hasil kejahatan. Lembaga keuangan wajib menerapkan prosedur identifikasi dan pelaporan yang ketat.
Antitrust Law
Peraturan yang bertujuan mencegah praktik monopoli dan menjaga persaingan sehat di pasar. Penegakannya melindungi konsumen dari harga tidak wajar dan dominasi perusahaan besar.


