Cara Menghitung Budgeting 50/30/20

Tips & Trick

29 Oct 2026

6 menit

Ditulis oleh: Karin Hidayat

Pattern 1
Article

Mari menghitung anggaran berdasarkan penghasilanmu.

Langkah pertama adalah menentukan penghasilan bulanan yang akan digunakan sebagai dasar perhitungan. Kamu bisa menggunakan penghasilan bersih setelah pajak dan potongan wajib lainnya.

Jika kamu menerima gaji tetap setiap bulan, perhitungannya relatif mudah. Namun, jika penghasilanmu tidak menentu, gunakan rata-rata penghasilan bersih dari beberapa bulan terakhir sebagai titik awal.

Berikut rumus sederhananya:

  • Kebutuhan pokok = 50% × penghasilan bulanan.
  • Keinginan = 30% × penghasilan bulanan.
  • Tabungan dan tujuan keuangan = 20% × penghasilan bulanan.

Misalnya, kamu menerima gaji bersih sebesar Rp6.000.000 per bulan.

Dengan metode budgeting 50/30/20, pembagiannya menjadi:

50% untuk kebutuhan pokok:

Rp6.000.000 × 50% = Rp3.000.000.

30% untuk keinginan:

Rp6.000.000 × 30% = Rp1.800.000.

20% untuk tabungan dan tujuan keuangan:

Rp6.000.000 × 20% = Rp1.200.000.

Artinya, kamu memiliki anggaran Rp3 juta untuk kebutuhan pokok, Rp1,8 juta untuk keinginan, dan Rp1,2 juta untuk tabungan serta tujuan keuangan.

Pembagian ini bisa menjadi pedoman saat menyusun anggaran bulanan.

Namun, angka tersebut bukan aturan mutlak. Kamu tetap perlu menyesuaikannya dengan pengeluaran yang benar-benar harus dibayar.

Jika biaya tempat tinggal dan transportasimu saja sudah mencapai Rp3,5 juta, misalnya, kamu perlu mengevaluasi anggaran lainnya agar kebutuhan utama tetap terpenuhi.

Contoh Budgeting 50/30/20 untuk Gaji Rp8 Juta

Agar lebih mudah dipahami, mari gunakan contoh seseorang dengan penghasilan bersih Rp8.000.000 per bulan.

Dengan metode 50/30/20, alokasinya adalah:

Anggaran kebutuhan pokok: Rp4.000.000

Dana ini bisa digunakan untuk membayar sewa tempat tinggal, belanja bulanan, transportasi, tagihan rumah tangga, dan kebutuhan rutin lainnya.

Anggaran keinginan: Rp2.400.000

Dana ini bisa digunakan untuk hiburan, makan di restoran, berlangganan layanan digital, membeli barang yang diinginkan, atau berlibur.

Anggaran tabungan dan tujuan keuangan: Rp1.600.000

Dana ini bisa dibagi lagi untuk dana darurat, tabungan tujuan tertentu, pembayaran tambahan utang, dan investasi sesuai prioritas.

Misalnya, kamu mengalokasikan Rp800.000 untuk dana darurat, Rp500.000 untuk tabungan membeli rumah, dan Rp300.000 untuk investasi.

Pembagian tersebut hanya contoh. Kamu bisa mengubahnya sesuai kebutuhan dan kondisi keuangan.

Jika masih memiliki utang dengan bunga tinggi, misalnya, sebagian anggaran tujuan keuangan bisa digunakan untuk mempercepat pelunasannya. Namun, pastikan kebutuhan pokok dan pembayaran minimum utang tetap terpenuhi.

Contoh ini menunjukkan bahwa budgeting 50/30/20 tidak hanya membantu mengatur pengeluaran. Metode ini juga membuat tujuan keuangan lebih terukur.

Kamu bisa melihat berapa uang yang tersedia untuk kebutuhan hari ini sekaligus berapa yang disiapkan untuk masa depan.

Cara Menerapkan Budgeting 50/30/20 agar Berhasil

Memahami rumusnya memang mudah. Tantangannya adalah menerapkannya secara konsisten.

Supaya tidak berhenti sebagai perhitungan di atas kertas, kamu bisa mengikuti beberapa langkah berikut.

1. Hitung Penghasilan Bersih

Mulailah dengan mengetahui jumlah uang yang benar-benar bisa kamu gunakan setiap bulan.

Jika gajimu Rp8 juta sebelum potongan, jangan langsung menggunakan angka tersebut untuk menghitung anggaran. Kurangi terlebih dahulu pajak dan potongan wajib yang berlaku.

Jika kamu menerima bonus atau penghasilan tambahan yang tidak rutin, sebaiknya jangan langsung mengandalkannya untuk membiayai kebutuhan bulanan.

Kamu bisa mengalokasikan penghasilan tambahan tersebut untuk dana darurat, pelunasan utang, atau tujuan keuangan lainnya.

2. Catat Semua Pengeluaran

Kamu perlu mengetahui ke mana uangmu pergi sebelum menentukan batas anggaran.

Catat pengeluaran harian, mulai dari belanja kebutuhan pokok hingga pembelian kecil yang sering terlupakan.

Pengeluaran seperti kopi, biaya parkir, ongkos transportasi, dan langganan aplikasi mungkin terlihat sepele. Namun, jika dilakukan berulang kali, jumlahnya bisa cukup besar.

Lakukan pencatatan selama satu bulan untuk mendapatkan gambaran yang lebih realistis.

Setelah itu, kelompokkan pengeluaran ke dalam kategori kebutuhan pokok, keinginan, serta tabungan dan tujuan keuangan.

3. Pisahkan Uang Berdasarkan Kategori

Salah satu cara agar anggaran tidak mudah tercampur adalah memisahkan uang berdasarkan fungsinya.

Kamu bisa menggunakan rekening berbeda, rekening khusus tabungan, atau fitur pengelolaan keuangan yang tersedia di aplikasi.

Misalnya, rekening utama digunakan untuk kebutuhan rutin, sementara rekening lain digunakan untuk menyimpan dana darurat.

Kamu juga bisa menentukan batas anggaran hiburan agar pengeluaran untuk keinginan tidak mengambil uang yang seharusnya digunakan untuk kebutuhan pokok.

Tidak harus menggunakan banyak rekening. Pilih cara yang paling mudah kamu pantau dan jalankan.

4. Sisihkan Tabungan di Awal Bulan

Jangan menunggu sampai akhir bulan untuk menabung.

Jika menabung hanya dari sisa uang, jumlahnya sering kali tidak sesuai harapan. Apalagi jika ada banyak pengeluaran yang muncul sepanjang bulan.

Cobalah menyisihkan dana tabungan segera setelah menerima penghasilan.

Jika target tabunganmu 20% dari penghasilan bersih Rp6 juta, misalnya, sisihkan Rp1,2 juta sejak awal bulan sesuai kemampuan dan prioritas keuanganmu.

Dengan cara ini, tabungan menjadi bagian dari anggaran, bukan sekadar pilihan ketika masih ada uang tersisa.

5. Evaluasi Anggaran Setiap Bulan

Kondisi keuangan bisa berubah. Pengeluaran bulan ini belum tentu sama dengan bulan depan.

Karena itu, evaluasi anggaran secara berkala.

Periksa apakah pengeluaran kebutuhan pokok melebihi batas. Cari tahu apakah ada biaya yang sebenarnya bisa dikurangi. Tinjau juga apakah tabungan bertambah sesuai target.

Jika ada pengeluaran tidak terduga, sesuaikan anggaran secara realistis.

Tujuannya bukan memaksakan semua pengeluaran masuk ke persentase yang sama setiap bulan. Tujuannya adalah memastikan uang digunakan sesuai prioritas.

Bagaimana Jika Gaji Tidak Cukup untuk Budgeting 50/30/20?

Metode budgeting 50/30/20 tidak selalu cocok diterapkan secara langsung oleh semua orang.

Jika penghasilan terbatas sementara biaya hidup tinggi, kebutuhan pokok mungkin mengambil lebih dari 50% gaji.

Misalnya, seseorang menerima penghasilan bersih Rp4 juta per bulan. Sementara itu, biaya tempat tinggal, makanan, transportasi, dan tagihan rutin mencapai Rp3 juta.

Artinya, 75% penghasilan sudah digunakan untuk kebutuhan pokok.

Dalam kondisi ini, memaksakan anggaran kebutuhan pokok menjadi Rp2 juta justru bisa membuat kebutuhan penting tidak terpenuhi.

Lantas, apa yang sebaiknya dilakukan?

Pertama, prioritaskan kebutuhan dasar dan pembayaran utang yang wajib dipenuhi. Jangan mengurangi kebutuhan penting hanya untuk mengikuti persentase anggaran.

Kedua, evaluasi pengeluaran yang masih bisa dikurangi. Misalnya, mencari alternatif transportasi yang lebih hemat, mengurangi langganan yang jarang digunakan, atau memasak sendiri jika memungkinkan.

Ketiga, tentukan target tabungan yang realistis. Jika belum bisa menyisihkan 20% penghasilan, mulailah dari jumlah yang sanggup kamu sisihkan secara konsisten.

Keempat, pertimbangkan cara meningkatkan penghasilan jika memungkinkan. Penghasilan tambahan dapat membantu memperbaiki ruang anggaran ketika pengeluaran pokok sulit dikurangi.

Kamu juga bisa menggunakan persentase lain yang lebih sesuai, misalnya 60/20/20 atau 70/20/10. Pilih pembagian yang realistis berdasarkan kondisi keuanganmu.

Ingat, budgeting yang berhasil bukan yang terlihat sempurna di atas kertas. Budgeting yang berhasil adalah yang bisa dijalankan secara konsisten tanpa mengorbankan kebutuhan penting.

Kesalahan yang Perlu Dihindari Saat Menggunakan Budgeting 50/30/20

Walaupun sederhana, ada beberapa kesalahan yang bisa membuat metode ini kurang efektif.

Menganggap semua pengeluaran sebagai kebutuhan.

Keinginan terkadang terasa seperti kebutuhan, terutama ketika sudah menjadi kebiasaan. Coba evaluasi setiap pengeluaran berdasarkan fungsinya, bukan sekadar seberapa sering kamu membelinya.

Tidak mencatat pengeluaran kecil.

Pengeluaran kecil yang berulang bisa membuat anggaran membengkak. Catat transaksi secara rutin agar kamu mengetahui jumlah pengeluaran sebenarnya.

Menggunakan tabungan untuk keinginan.

Mengambil uang tabungan untuk membeli barang yang tidak mendesak bisa menghambat tujuan keuangan. Jika ingin membeli sesuatu, gunakan anggaran keinginan atau rencanakan pembelian tersebut sejak awal.

Mengabaikan pembayaran utang.

Cicilan dan kewajiban utang harus diperhitungkan dalam anggaran. Jangan sampai kamu terlalu fokus menabung, tetapi terlambat membayar kewajiban yang sudah jatuh tempo.

Terlalu kaku mengikuti persentase.

Angka 50/30/20 merupakan panduan, bukan aturan yang harus dipenuhi dalam semua situasi. Sesuaikan pembagiannya dengan penghasilan, biaya hidup, jumlah tanggungan, dan tujuan keuangan.

FAQ Seputar Budgeting 50/30/20

1. Apa yang dimaksud dengan budgeting 50/30/20?

Budgeting 50/30/20 adalah metode pengelolaan keuangan yang membagi penghasilan bersih menjadi tiga kategori. Sebanyak 50% untuk kebutuhan pokok, 30% untuk keinginan, dan 20% untuk tabungan serta tujuan keuangan.

2. Bagaimana cara menghitung budgeting 50/30/20?

Kalikan penghasilan bersih bulanan dengan masing-masing persentase. Jika penghasilanmu Rp5 juta, alokasikan Rp2,5 juta untuk kebutuhan pokok, Rp1,5 juta untuk keinginan, dan Rp1 juta untuk tabungan serta tujuan keuangan.

3. Apakah budgeting 50/30/20 cocok untuk gaji kecil?

Bisa, tetapi pembagiannya mungkin perlu disesuaikan. Jika kebutuhan pokok menghabiskan lebih dari 50% penghasilan, prioritaskan kebutuhan utama terlebih dahulu dan tentukan target tabungan yang realistis.

4. Apakah cicilan rumah termasuk kebutuhan pokok?

Cicilan rumah umumnya dapat dimasukkan ke kategori kebutuhan pokok karena berkaitan dengan tempat tinggal. Namun, kamu perlu memperhitungkan seluruh kewajiban bulanan agar anggaran tetap realistis.

5. Apakah dana darurat termasuk dalam 20% budgeting 50/30/20?

Ya. Dana darurat merupakan salah satu tujuan keuangan yang bisa dibiayai dari alokasi 20%. Jika dana darurat belum memadai, kamu bisa memprioritaskan pembentukannya sebelum meningkatkan alokasi untuk tujuan lainnya.

6. Apakah uang untuk investasi termasuk dalam budgeting 50/30/20?

Ya. Investasi dapat dimasukkan ke kategori tabungan dan tujuan keuangan. Namun, pilih instrumen yang sesuai dengan tujuan, jangka waktu, dan profil risikomu. Ingat bahwa investasi memiliki risiko dan tidak menjamin keuntungan.

7. Apa yang harus dilakukan jika pengeluaran melebihi anggaran?

Periksa kembali pengeluaran dan bedakan kebutuhan utama dengan keinginan. Kurangi pengeluaran yang tidak mendesak, sesuaikan pembagian anggaran, dan prioritaskan pembayaran kewajiban. Jika pengeluaran pokok memang tinggi, kamu tidak harus memaksakan persentase 50/30/20.

Kesimpulan

Budgeting 50/30/20 adalah metode sederhana untuk membantu kamu membagi penghasilan menjadi tiga kategori, yaitu 50% untuk kebutuhan pokok, 30% untuk keinginan, dan 20% untuk tabungan serta tujuan keuangan.

Metode ini bisa membantu kamu mengontrol pengeluaran, membangun dana darurat, dan mempersiapkan tujuan keuangan jangka panjang.

Namun, keberhasilannya bergantung pada kondisi keuangan dan konsistensi dalam menjalankannya.

Jika persentase tersebut belum sesuai dengan penghasilanmu, tidak masalah. Mulailah dengan mencatat pengeluaran, menentukan prioritas, dan menyisihkan tabungan sesuai kemampuan.

Seiring waktu, kamu bisa mengevaluasi anggaran dan menyesuaikannya dengan kebutuhan.

Yang terpenting, kamu mengetahui ke mana uang pergi dan memiliki rencana yang jelas untuk menggunakannya.

Ingin mengelola keuangan dengan lebih terarah? Download aplikasi FLOQ di Play Store atau App Store. FLOQ merupakan aplikasi aset digital yang telah berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Baca Juga: Penghasilan Kena Pajak: Ini Cara Menghitungnya

Disclaimer: Seluruh informasi yang disampaikan disusun oleh mitra industri dengan tujuan memberikan edukasi kepada pembaca. Kami menyarankan Anda untuk melakukan riset secara mandiri dan mempertimbangkan dengan matang sebelum melakukan transaksi.

Loading...
Blur 2

Belajar, Investasi, dan Tumbuh Bersama Kami

Jadilah bagian dari FLOQ. Mulai perjalanan investasimu dengan platform terpercaya dari hari pertama.

Google PlayApp Store
Blur 2Blur 2Device