Sukuk Ritel: Pengertian, Jenis, dan Cara Kerjanya

Investasi

19 Sep 2026

7 menit

Ditulis oleh: Karin Hidayat

Pattern 1
Article

Punya uang dingin dan lagi cari instrumen investasi yang sesuai prinsip syariah?

Nama sukuk ritel mungkin sudah sering kamu dengar.

Sukuk ritel termasuk bagian dari Surat Berharga Syariah Negara atau SBSN. Instrumen ini diterbitkan oleh pemerintah dan ditawarkan kepada investor individu Warga Negara Indonesia melalui mitra distribusi yang ditunjuk.

Menariknya, sukuk ritel bukan cuma soal mendapatkan imbalan dari dana yang diinvestasikan. Dana dari penerbitan SBSN juga berkaitan dengan pembiayaan APBN dan aset atau proyek yang menjadi underlying sesuai struktur penerbitannya.

Jadi, sebenarnya sukuk ritel adalah apa? Bagaimana cara kerjanya? Apa bedanya dengan sukuk tabungan? Dan apa hubungannya dengan green sukuk? Yuk, bahas dari awal.

Sukuk Ritel Adalah Apa?

Secara sederhana, sukuk ritel adalah instrumen investasi syariah yang diterbitkan pemerintah dan ditawarkan kepada individu WNI.

Pemerintah menyebut Sukuk Negara Ritel sebagai produk investasi syariah yang ditawarkan kepada individu WNI melalui sistem elektronik atau e-SBN dan mitra distribusi yang telah ditunjuk.

Sukuk ritel termasuk dalam kelompok Surat Berharga Syariah Negara (SBSN).

Menurut JDIH Kementerian Keuangan, SBSN atau Sukuk Negara merupakan surat berharga negara yang diterbitkan berdasarkan prinsip syariah sebagai bukti atas bagian penyertaan terhadap aset SBSN.

Nah, di sini ada satu hal penting. Sukuk bukan sekadar surat utang dengan label syariah. Strukturnya menggunakan akad dan underlying asset sesuai ketentuan syariah. Penerbitannya juga mengacu pada ketentuan dan fatwa yang relevan.

Pada beberapa penerbitan, misalnya, digunakan akad Wakalah. Struktur underlying-nya dapat berupa Barang Milik Negara dan proyek atau kegiatan dalam APBN.

Jadi, sebelum membeli sukuk, penting untuk memahami seri yang sedang ditawarkan. Setiap seri bisa punya karakteristik yang berbeda.

Cara Kerja Sukuk Ritel

Cara kerja sukuk ritel sebenarnya cukup mudah dipahami. Bayangkan pemerintah sedang membutuhkan pembiayaan untuk kebutuhan negara.

Pemerintah kemudian menerbitkan instrumen SBSN. Investor individu dapat membeli sukuk tersebut ketika masa penawaran dibuka.

Sebagai investor, kamu menempatkan dana sesuai nominal pembelian. Sebagai imbalannya, kamu menerima imbalan atau kupon secara berkala sesuai ketentuan seri sukuk yang dibeli.

Ketika sukuk mencapai jatuh tempo, pokok investasi dikembalikan sesuai ketentuan penerbitan. Untuk sukuk ritel, imbalannya bersifat tetap atau fixed rate hingga jatuh tempo pada seri yang memiliki karakteristik tersebut. Sukuk ritel juga dapat diperdagangkan di pasar sekunder setelah memenuhi ketentuan yang berlaku.

Ini yang membuat sukuk ritel berbeda dari sukuk tabungan. Kalau kamu menjual sukuk ritel di pasar sekunder sebelum jatuh tempo, harga jualnya bisa berbeda dari harga ketika kamu membeli.

Artinya, selain mendapatkan imbalan berkala, ada kemungkinan memperoleh capital gain. Namun, harga di pasar sekunder juga bisa turun sehingga investor dapat mengalami capital loss jika menjual pada harga lebih rendah.

Jadi, tetap ada risiko pasar.

Apa Itu Sukuk Tabungan?

Selain sukuk ritel, ada juga sukuk tabungan. Keduanya sama-sama termasuk SBN ritel berbasis syariah. Namun, karakteristiknya tidak sama.

Sukuk tabungan atau ST pada dasarnya ditujukan untuk investor individu WNI dan diterbitkan melalui mekanisme e-SBN. Salah satu perbedaan penting ada pada sifat imbalannya.

Sukuk ritel menggunakan imbalan tetap pada seri yang ditawarkan dengan karakteristik fixed rate. Sementara itu, sukuk tabungan menggunakan imbalan mengambang dengan tingkat minimal atau floating with floor.

Sukuk ritel juga dapat diperdagangkan di pasar sekunder. Sementara itu, sukuk tabungan tidak dapat diperdagangkan di pasar sekunder. Sebagai gantinya, tersedia fasilitas early redemption sesuai ketentuan seri yang diterbitkan.

Jadi, kalau kamu membutuhkan instrumen keuangan yang bisa diperjualbelikan di pasar sekunder, karakteristik sukuk ritel perlu diperhatikan.

Kalau kamu lebih nyaman memegang investasi sampai jatuh tempo dan ingin memiliki opsi pencairan sebagian melalui early redemption, sukuk tabungan punya karakteristik yang berbeda.

Tidak ada satu jenis yang otomatis cocok untuk semua orang. Yang penting adalah memahami cara kerjanya.

Sukuk Ritel dan Surat Berharga Syariah Negara

Mungkin kamu masih bingung dengan istilah surat berharga syariah negara.

Gampangnya begini. SBSN adalah kelompok besarnya. Sukuk Negara merupakan sebutan lain untuk SBSN.

Di dalam kelompok SBN ritel syariah, ada beberapa instrumen dengan karakteristik masing-masing. Di antaranya Sukuk Ritel dan Sukuk Tabungan. Pemerintah juga pernah menerbitkan Sukuk Wakaf Ritel atau CWLS Ritel yang memiliki tujuan sosial.

Jadi, jangan sampai menganggap semua sukuk punya karakteristik yang sama.

Ada yang bisa diperdagangkan. Ada yang tidak. Ada yang memberikan imbalan tetap. Ada yang menggunakan skema floating with floor. Ada juga penerbitan yang dikaitkan dengan pembiayaan proyek hijau.

Apa Itu Green Sukuk?

Nah, ini bagian yang menarik. Green sukuk merupakan sukuk yang penerbitan atau penggunaan dananya dikaitkan dengan pembiayaan kegiatan atau proyek yang memenuhi kriteria hijau.

Indonesia sendiri memiliki pengalaman menerbitkan green sukuk untuk investor ritel.

Contohnya adalah ST016T4, yang diterbitkan pada 2026 sebagai Green Sukuk Ritel. Pemerintah menjelaskan bahwa penerbitan tersebut merupakan bagian dari komitmen pengembangan pasar keuangan syariah sekaligus kontribusi terhadap upaya mengatasi perubahan iklim.

Untuk ST016T4, underlying asset disebut mencakup Barang Milik Negara dan proyek dalam APBN 2026, termasuk proyek hijau. Instrumen tersebut menggunakan akad Wakalah.

Jadi, green sukuk bukan berarti produknya bebas risiko. Istilah “green” lebih berkaitan dengan penggunaan dana dan kerangka keberlanjutan yang digunakan dalam penerbitannya. Investor tetap perlu melihat detail seri, akad, tenor, imbalan, dan ketentuan lainnya sebelum membeli.

Keuntungan Sukuk Ritel

Ada beberapa alasan kenapa sukuk ritel menarik untuk dipelajari.

1. Berbasis prinsip syariah

Sukuk ritel diterbitkan berdasarkan prinsip syariah.

Struktur penerbitannya menggunakan akad dan ketentuan yang sesuai dengan prinsip syariah. Untuk penerbitan tertentu, terdapat opini atau kesesuaian syariah dari DSN-MUI.

Ini membuat sukuk ritel menjadi salah satu pilihan bagi investor yang ingin mempertimbangkan aspek syariah dalam portofolionya.

2. Diterbitkan oleh pemerintah

Sukuk ritel diterbitkan oleh pemerintah. Kementerian Keuangan menjelaskan bahwa pembayaran nilai nominal dan imbalan Sukuk Ritel dijamin 100% oleh pemerintah sesuai dasar hukum SBSN.

Namun, tetap penting memahami bahwa investasi di pasar sekunder memiliki risiko perubahan harga.

3. Ada imbalan berkala

Sukuk ritel memberikan imbalan secara berkala sesuai ketentuan seri. Hal ini membuat investor bisa mendapatkan arus kas selama periode kepemilikan. Besaran imbalan tentu berbeda-beda untuk setiap seri.

4. Bisa diperdagangkan di pasar sekunder

Ini salah satu karakteristik penting Sukuk Ritel. Setelah memenuhi ketentuan yang berlaku, sukuk ritel dapat diperjualbelikan di pasar sekunder.

Jadi, investor tidak selalu harus menunggu sampai jatuh tempo untuk menjual kepemilikannya. Tetapi ingat. Harga jual di pasar sekunder bisa berbeda dari harga pembelian.

Berapa Minimal Investasi Sukuk Ritel?

Salah satu hal yang membuat SBN ritel cukup mudah diakses adalah nominal pembeliannya.

Pada ketentuan Sukuk Ritel yang dijelaskan Kementerian Keuangan, pembelian dapat dimulai dari Rp1 juta dan kelipatannya. Batas maksimal bergantung pada seri yang diterbitkan.

Jadi, kamu tidak harus menyiapkan dana ratusan juta untuk mulai mengenal instrumen ini. Tetap saja, jangan hanya melihat nominal minimumnya.

Pastikan dana yang digunakan memang merupakan dana yang tidak sedang dibutuhkan untuk kebutuhan sehari-hari atau dana darurat.

Siapa yang Bisa Membeli Sukuk Ritel?

Sukuk ritel ditawarkan kepada individu atau perseorangan Warga Negara Indonesia.

Pada mekanisme e-SBN, pembelian dilakukan secara online melalui mitra distribusi yang ditunjuk pemerintah. Artinya, proses pembelian tidak dilakukan seperti membeli saham perusahaan di bursa.

Ada masa penawaran. Ada seri tertentu. Ada tanggal setelmen. Ada juga ketentuan minimum holding period dan perdagangan di pasar sekunder. Karena itu, selalu baca memorandum informasi seri yang sedang ditawarkan.

Hal yang Perlu Diperhatikan Sebelum Membeli Sukuk Ritel

Sukuk ritel memang punya sejumlah karakteristik yang menarik. Tapi bukan berarti kamu bisa membelinya tanpa memahami produknya. Ada beberapa hal yang perlu dicek.

Pertama, tenor. Pastikan jangka waktu investasi sesuai dengan rencana keuanganmu.

Kedua, besaran imbalan. Jangan hanya melihat angka imbalan. Perhatikan juga apakah sifatnya fixed atau floating, serta bagaimana mekanisme pembayarannya.

Ketiga, likuiditas. Sukuk ritel dapat diperdagangkan di pasar sekunder, tetapi harga jual tidak selalu sama dengan harga beli.

Keempat, pajak dan biaya. Perhitungkan hasil bersih setelah pajak atau biaya yang berlaku.

Kelima, tujuan investasi. Jangan membeli hanya karena sedang ramai dibicarakan.

Yang lebih penting adalah apakah karakteristik produk sesuai dengan kebutuhan finansialmu.

Sukuk Ritel vs Sukuk Tabungan, Apa yang Harus Dipahami?

Cara paling gampang membedakannya adalah melihat tiga hal.

Pertama, imbalan.

Sukuk ritel menggunakan imbalan tetap pada seri fixed rate. Sukuk tabungan menggunakan floating with floor.

Kedua, perdagangan.

Sukuk ritel dapat diperdagangkan di pasar sekunder setelah memenuhi ketentuan. Sukuk tabungan tidak diperdagangkan di pasar sekunder.

Ketiga, pencairan sebelum jatuh tempo.

Sukuk tabungan memiliki fasilitas early redemption sesuai ketentuan seri. Sukuk ritel memiliki mekanisme perdagangan di pasar sekunder.

Dari sini terlihat bahwa perbedaan keduanya bukan sekadar nama. Cara mengelola investasinya juga berbeda.

Apakah Sukuk Ritel Cocok untuk Pemula?

Bisa saja menjadi salah satu instrumen yang dipertimbangkan pemula.

Terutama jika kamu sedang mempelajari investasi berbasis syariah dan ingin memahami instrumen yang diterbitkan pemerintah.

Namun, “cocok” tetap bergantung pada kondisi keuangan masing-masing. Pemula sebaiknya tidak langsung fokus pada berapa besar imbalan yang bisa didapat.

Mulai dari memahami produknya. Pahami tenor. Pahami mekanisme imbalan. Pahami risiko pasar. Pahami juga kapan dana tersebut kemungkinan dibutuhkan. Dengan begitu, keputusan investasi tidak hanya berdasarkan tren.

FAQ Sukuk Ritel

Apa itu sukuk ritel?

Sukuk ritel adalah produk investasi syariah yang diterbitkan pemerintah dan ditawarkan kepada individu WNI melalui mitra distribusi yang ditunjuk. Sukuk ritel merupakan bagian dari SBSN atau Sukuk Negara.

Apakah sukuk ritel sama dengan obligasi?

Tidak persis sama.

Keduanya merupakan instrumen surat berharga negara, tetapi sukuk diterbitkan berdasarkan prinsip syariah dan memiliki struktur akad serta underlying asset sesuai ketentuan SBSN.

Apa perbedaan sukuk ritel dan sukuk tabungan?

Sukuk ritel memiliki imbalan tetap pada seri fixed rate dan dapat diperdagangkan di pasar sekunder. Sukuk tabungan menggunakan floating with floor dan tidak dapat diperdagangkan di pasar sekunder, tetapi memiliki fasilitas early redemption sesuai ketentuan.

Apakah sukuk ritel bisa dijual sebelum jatuh tempo?

Bisa. Sukuk ritel dapat diperdagangkan di pasar sekunder setelah memenuhi ketentuan yang berlaku. Harga jual dapat berbeda dari harga ketika dibeli.

Apa itu green sukuk?

Green sukuk adalah penerbitan sukuk yang dikaitkan dengan pembiayaan kegiatan atau proyek yang memenuhi kriteria hijau. Indonesia telah menerbitkan green sukuk untuk investor ritel, termasuk ST016T4 pada 2026.

Berapa minimal pembelian sukuk ritel?

Pada ketentuan Sukuk Ritel yang dijelaskan pemerintah, minimum pembelian adalah Rp1 juta dan kelipatannya. Batas maksimum bergantung pada seri yang diterbitkan.

Apakah sukuk ritel dijamin pemerintah?

Pemerintah menyatakan pembayaran nilai nominal dan imbalan Sukuk Ritel dijamin 100% oleh pemerintah sesuai ketentuan yang berlaku.

Kesimpulan

Sukuk ritel merupakan salah satu instrumen investasi syariah yang diterbitkan pemerintah untuk investor individu WNI.

Instrumen ini termasuk bagian dari Surat Berharga Syariah Negara.

Karakteristik utamanya antara lain menggunakan prinsip syariah, memberikan imbalan sesuai ketentuan seri, dan dapat diperdagangkan di pasar sekunder setelah memenuhi ketentuan.

Sementara itu, sukuk tabungan memiliki karakteristik berbeda. Instrumen ini menggunakan skema floating with floor dan tidak dapat diperdagangkan di pasar sekunder, tetapi memiliki fasilitas early redemption.

Ada juga green sukuk yang menghubungkan penerbitan sukuk dengan pembiayaan proyek atau kegiatan yang memenuhi kriteria hijau.

Intinya, jangan memilih instrumen hanya karena imbalannya terlihat menarik.

Pahami dulu cara kerja, tenor, likuiditas, risiko, serta tujuan keuanganmu. Dengan begitu, kamu bisa membuat keputusan finansial yang lebih terinformasi.

Kalau kamu ingin mengenal lebih banyak tentang aset digital dan dunia investasi, kamu juga bisa belajar melalui FLOQ.

Download aplikasi FLOQ di Play Store atau App Store; FLOQ aplikasi aset digital telah berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Baca Juga: Perbedaan Sukuk dan Obligasi: Apa Bedanya?

Disclaimer: Seluruh informasi yang disampaikan disusun oleh mitra industri dengan tujuan memberikan edukasi kepada pembaca. Kami menyarankan Anda untuk melakukan riset secara mandiri dan mempertimbangkan dengan matang sebelum melakukan transaksi.

Loading...
Blur 2

Belajar, Investasi, dan Tumbuh Bersama Kami

Jadilah bagian dari FLOQ. Mulai perjalanan investasimu dengan platform terpercaya dari hari pertama.

Google PlayApp Store
Blur 2Blur 2Device