Suku Bunga Deposito: Jangan Cuma Lihat Angkanya

Investasi

02 Oct 2026

8 menit

Ditulis oleh: Karin Hidayat

Pattern 1
Article

Kalau kamu punya uang yang belum akan dipakai dalam waktu dekat, mungkin kamu pernah mendengar rekomendasi untuk memasukkannya ke deposito. Katanya, uang bisa "bekerja" sendiri lewat bunga yang diberikan bank.

Tapi, sebenarnya suku bunga deposito itu apa? Apakah semakin tinggi bunganya berarti semakin untung? Dan apa bedanya dengan bunga tabungan biasa?

Nah, sebelum memutuskan menaruh dana di deposito, ada beberapa hal yang perlu kamu pahami. Soalnya, melihat angka suku bunga saja belum cukup untuk mengetahui berapa hasil yang benar-benar kamu terima.

Apa Itu Suku Bunga Deposito?

Suku bunga deposito adalah tingkat imbal hasil yang diberikan bank kepada nasabah atas dana yang ditempatkan dalam produk deposito selama jangka waktu tertentu.

Berbeda dengan tabungan biasa, deposito umumnya memiliki tenor atau jangka waktu tertentu. Misalnya 1 bulan, 3 bulan, 6 bulan, hingga 12 bulan.

Selama tenor tersebut, dana biasanya tidak digunakan sebebas saldo rekening tabungan. Kalau kamu mencairkan deposito sebelum jatuh tempo, bisa ada konsekuensi sesuai ketentuan bank, misalnya penalti atau tidak mendapatkan bunga secara penuh.

Sederhananya, kamu menitipkan sejumlah uang ke bank untuk periode tertentu. Sebagai imbalannya, bank memberikan bunga sesuai tingkat yang berlaku.

Contohnya, kamu menempatkan deposito sebesar Rp10 juta dengan suku bunga tertentu selama 6 bulan. Setelah jatuh tempo, kamu mendapatkan kembali pokok dana ditambah bunga, setelah memperhitungkan pajak atas bunga deposito.

Jadi, jangan langsung menganggap angka bunga yang tertera adalah jumlah uang bersih yang akan masuk ke rekeningmu.

Kenapa Suku Bunga Deposito Penting?

Suku bunga deposito penting karena menjadi salah satu faktor yang menentukan berapa besar potensi imbal hasil dari dana yang kamu tempatkan.

Misalnya ada dua deposito dengan nominal dan tenor yang sama, tetapi menawarkan tingkat bunga berbeda. Secara sederhana, deposito dengan bunga lebih tinggi berpotensi memberikan bunga lebih besar.

Namun, bukan berarti kamu harus langsung memilih deposito dengan angka bunga paling tinggi.

Ada beberapa hal lain yang perlu diperhatikan, seperti:

  • tenor deposito
  • minimum penempatan dana
  • ketentuan pencairan sebelum jatuh tempo
  • mekanisme pembayaran bunga
  • pajak atas bunga deposito
  • status penjaminan simpanan
  • ketentuan perpanjangan deposito

Jadi, suku bunga deposito adalah salah satu faktor penting, bukan satu-satunya faktor.

Bagaimana Cara Kerja Suku Bunga Deposito?

Cara kerjanya sebenarnya cukup sederhana.

Pertama, kamu memilih produk deposito dan menentukan nominal dana yang ingin ditempatkan.

Kedua, kamu memilih tenor yang tersedia, misalnya 1, 3, 6, atau 12 bulan.

Ketiga, bank menghitung bunga berdasarkan nominal dana, tingkat suku bunga, dan periode penempatan.

Setelah deposito jatuh tempo, dana pokok dan bunga dibayarkan sesuai mekanisme yang ditentukan bank.

Namun, perlu diperhatikan bahwa tingkat bunga yang ditampilkan biasanya merupakan bunga per tahun, bukan berarti kamu mendapatkan persentase tersebut setiap bulan.

Misalnya, sebuah deposito menawarkan bunga 5% per tahun. Kalau kamu menempatkan dana selama 3 bulan, perhitungannya tidak berarti kamu mendapatkan bunga 15%.

Secara sederhana, perhitungan bunga dapat digambarkan seperti ini:

Bunga kotor = nominal deposito × suku bunga tahunan × tenor dalam tahun

Misalnya kamu menempatkan Rp10 juta dengan bunga 5% per tahun selama 6 bulan.

Bunga kotor sederhananya:

Rp10.000.000 × 5% × 6/12 = Rp250.000

Angka tersebut masih merupakan bunga kotor. Jumlah yang benar-benar kamu terima bisa lebih kecil setelah memperhitungkan pajak sesuai ketentuan yang berlaku.

Jenis-Jenis Suku Bunga Deposito

Suku bunga deposito dapat ditawarkan dalam berbagai bentuk atau kondisi, tergantung produk dan kebijakan bank.

1. Suku Bunga Tetap

Pada deposito dengan bunga tetap, tingkat bunga ditentukan ketika deposito dibuka dan berlaku sesuai ketentuan selama periode yang ditetapkan.

Jenis ini membuat perhitungan potensi bunga menjadi lebih mudah karena kamu sudah mengetahui tingkat bunga yang digunakan.

2. Suku Bunga Mengambang

Suku bunga mengambang atau floating rate dapat berubah mengikuti kondisi tertentu yang menjadi dasar penetapan bunga.

Perubahan tersebut dapat dipengaruhi oleh kebijakan bank maupun kondisi suku bunga yang berlaku.

Karena itu, potensi hasilnya bisa berbeda jika tingkat bunga berubah selama periode penempatan.

3. Bunga Berdasarkan Tenor

Bank bisa menawarkan tingkat bunga berbeda berdasarkan tenor deposito.

Misalnya, deposito tenor 1 bulan memiliki tingkat bunga tertentu, sedangkan tenor 6 atau 12 bulan memiliki tingkat bunga yang berbeda.

Karena itu, jangan hanya melihat "bunga deposito" tanpa melihat tenor yang ditawarkan.

Apa Bedanya Bunga Deposito dan Bunga Tabungan?

Sama-sama memberikan bunga, tapi deposito dan tabungan punya karakteristik yang berbeda.

Tabungan dirancang untuk menyimpan dana sekaligus memudahkan transaksi sehari-hari. Kamu biasanya bisa melakukan transfer, pembayaran, tarik tunai, dan transaksi lainnya dengan lebih fleksibel.

Sementara itu, deposito lebih cocok untuk dana yang memang direncanakan tidak digunakan dalam periode tertentu.

Karena ada tenor, akses terhadap dana deposito biasanya lebih terbatas dibandingkan tabungan.

Dari sisi bunga, deposito juga umumnya menawarkan tingkat bunga yang berbeda dari tabungan biasa. Namun, besarnya tergantung kebijakan masing-masing bank dan kondisi pasar.

Jadi, bukan berarti semua uang harus dipindahkan ke deposito.

Dana untuk kebutuhan harian sebaiknya tetap berada di instrumen yang mudah diakses. Sementara dana yang memang belum dibutuhkan dalam periode tertentu bisa dipertimbangkan untuk ditempatkan pada deposito.

Apa Saja Faktor yang Memengaruhi Suku Bunga Deposito?

Suku bunga deposito tidak muncul begitu saja. Ada berbagai faktor yang dapat memengaruhinya.

Kebijakan Suku Bunga

Perubahan kebijakan suku bunga acuan dapat memengaruhi kondisi suku bunga di perbankan.

Ketika lingkungan suku bunga berubah, bank juga dapat menyesuaikan tingkat bunga produk simpanannya.

Kebijakan Masing-Masing Bank

Setiap bank dapat memiliki strategi penghimpunan dana yang berbeda. Karena itu, tingkat bunga deposito antara satu bank dengan bank lainnya bisa berbeda.

Tenor

Tenor juga menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan. Produk deposito dengan jangka waktu berbeda dapat memiliki tingkat bunga berbeda.

Kondisi Ekonomi

Inflasi, kondisi likuiditas, kebijakan moneter, serta perkembangan ekonomi secara umum dapat memengaruhi kondisi suku bunga.

Artinya, suku bunga deposito bukan angka yang selalu sama dari waktu ke waktu.

Apakah Suku Bunga Deposito Bisa Berubah?

Jawabannya tergantung jenis produk dan ketentuan deposito yang kamu pilih.

Untuk deposito dengan tingkat bunga yang telah ditentukan selama tenor, bunga yang berlaku biasanya mengikuti ketentuan saat deposito ditempatkan.

Namun, ketika deposito jatuh tempo dan diperpanjang, tingkat bunga yang berlaku dapat mengikuti ketentuan yang tersedia pada saat perpanjangan.

Ini penting terutama kalau kamu menggunakan fitur Automatic Roll Over (ARO).

Dengan ARO, deposito dapat diperpanjang secara otomatis ketika jatuh tempo sesuai ketentuan produk. Tingkat bunga pada periode berikutnya bisa berbeda dari periode sebelumnya.

Jadi, jangan menganggap bunga saat pertama kali membuka deposito akan selalu sama selamanya.

Apa Itu ARO pada Deposito?

ARO atau Automatic Roll Over adalah mekanisme perpanjangan deposito secara otomatis ketika deposito mencapai jatuh tempo.

Misalnya kamu membuka deposito dengan tenor 3 bulan dan memilih fasilitas ARO.

Ketika 3 bulan selesai, deposito dapat diperpanjang kembali untuk periode berikutnya sesuai ketentuan bank.

ARO bisa praktis kalau kamu memang ingin mempertahankan dana di deposito.

Namun, tetap perhatikan tingkat bunga terbaru ketika deposito diperpanjang. Jangan sampai kamu mengira mendapatkan bunga yang sama seperti periode sebelumnya.

Apakah Deposito Aman?

Deposito merupakan salah satu produk simpanan perbankan. Namun, "aman" bukan berarti bebas dari semua risiko.

Salah satu hal yang perlu diperhatikan adalah ketentuan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

LPS memiliki ketentuan mengenai simpanan yang dapat dijamin, termasuk batas nilai simpanan dan persyaratan tingkat bunga penjaminan.

Karena itu, ketika memilih deposito, jangan hanya melihat bank mana yang memberikan bunga paling tinggi.

Kamu juga perlu memahami apakah tingkat bunga yang ditawarkan masih berada dalam batas tingkat bunga penjaminan LPS dan memenuhi ketentuan penjaminan yang berlaku.

Apakah Bunga Deposito Kena Pajak?

Ya, bunga deposito dapat dikenakan pajak sesuai dengan ketentuan perpajakan yang berlaku.

Karena itu, ketika menghitung potensi keuntungan dari deposito, jangan hanya menggunakan bunga kotor.

Misalnya kamu melihat penawaran bunga 5% per tahun. Angka tersebut belum tentu sama dengan jumlah bersih yang akhirnya kamu terima.

Cara yang lebih realistis adalah menghitung bunga kotor terlebih dahulu, kemudian memperhitungkan pajak yang berlaku.

Dengan begitu, kamu bisa mendapatkan gambaran yang lebih masuk akal mengenai hasil bersih dari deposito.

Bagaimana Cara Memilih Deposito yang Tepat?

Kalau kamu sedang membandingkan beberapa produk deposito, jangan langsung terpancing dengan angka bunga tertinggi.

Coba cek beberapa hal berikut.

Pertama, sesuaikan tenor dengan kebutuhan.

Jangan menaruh dana yang kemungkinan akan digunakan dalam waktu dekat ke deposito dengan tenor panjang.

Kedua, cek suku bunga yang ditawarkan.

Bandingkan tingkat bunga antarproduk, tetapi tetap lihat seluruh ketentuannya.

Ketiga, perhatikan pajak.

Gunakan perhitungan bunga bersih agar kamu tidak salah memperkirakan hasil.

Keempat, cek ketentuan pencairan.

Pahami apa yang terjadi jika kamu membutuhkan dana sebelum deposito jatuh tempo.

Kelima, perhatikan ketentuan LPS.

Jangan mengabaikan aspek penjaminan hanya demi mengejar bunga yang lebih tinggi.

Keenam, pahami ARO.

Kalau deposito otomatis diperpanjang, ketahui bagaimana mekanisme dan tingkat bunga yang berlaku pada periode berikutnya.

Apakah Deposito Cocok untuk Semua Orang?

Belum tentu.

Deposito bisa menjadi salah satu pilihan bagi orang yang ingin menempatkan dana untuk jangka waktu tertentu dan tidak membutuhkan akses langsung terhadap dana tersebut.

Namun, deposito mungkin kurang cocok untuk dana darurat yang sewaktu-waktu harus digunakan.

Misalnya, kamu punya uang untuk kebutuhan sehari-hari, dana darurat, dan dana yang memang baru akan digunakan beberapa bulan atau tahun lagi.

Ketiga dana tersebut punya kebutuhan yang berbeda. Jadi, tidak harus semuanya ditempatkan di instrumen yang sama.

Yang paling penting adalah memahami tujuan keuangan sebelum menentukan tempat menyimpan uang.

Suku Bunga Deposito vs Inflasi, Mana yang Lebih Penting?

Ada satu hal yang sering terlupakan ketika membicarakan deposito: inflasi.

Bunga deposito menunjukkan pertumbuhan nominal uang. Sementara inflasi menunjukkan kenaikan harga barang dan jasa dari waktu ke waktu.

Misalnya uangmu bertambah secara nominal karena mendapatkan bunga, tetapi harga barang juga naik. Maka, kemampuan uang tersebut untuk membeli barang belum tentu meningkat sebesar angka bunga yang kamu dapatkan.

Karena itu, ketika mengevaluasi deposito, jangan hanya bertanya:

"Berapa persen bunganya?"

Tapi juga:

"Setelah memperhitungkan pajak dan inflasi, bagaimana pertumbuhan nilai uang saya?"

Pertanyaan ini membantu kamu melihat hasil deposito dari perspektif yang lebih luas.

Kesimpulan

Suku bunga deposito adalah tingkat imbal hasil yang diberikan bank atas dana yang ditempatkan dalam deposito selama jangka waktu tertentu.

Besarnya bunga dapat dipengaruhi oleh tenor, kebijakan bank, kondisi suku bunga, dan kondisi ekonomi.

Meski terlihat sederhana, memilih deposito sebaiknya tidak hanya berdasarkan angka bunga paling tinggi. Kamu juga perlu melihat tenor, pajak, ketentuan pencairan sebelum jatuh tempo, ARO, serta aturan penjaminan LPS.

Intinya, deposito bisa menjadi salah satu pilihan untuk mengelola dana yang memang tidak akan digunakan dalam waktu tertentu. Tapi sebelum menempatkan dana, pastikan produk tersebut sesuai dengan tujuan dan kebutuhan finansialmu.

FAQ Seputar Suku Bunga Deposito

Apa itu suku bunga deposito?

Suku bunga deposito adalah tingkat bunga atau imbal hasil yang diberikan bank atas dana yang ditempatkan dalam deposito selama tenor tertentu.

Apakah suku bunga deposito dihitung per bulan?

Umumnya tingkat bunga deposito dinyatakan dalam persentase per tahun. Perhitungan bunga kemudian disesuaikan dengan tenor deposito.

Apakah bunga deposito kena pajak?

Ya. Bunga deposito dapat dikenakan pajak sesuai dengan ketentuan perpajakan yang berlaku. Karena itu, penting membedakan bunga kotor dan bunga bersih.

Apakah deposito bisa dicairkan sebelum jatuh tempo?

Tergantung ketentuan bank dan produk deposito. Pencairan sebelum jatuh tempo dapat memiliki konsekuensi tertentu, seperti penalti atau ketentuan terhadap pembayaran bunga.

Apa itu ARO dalam deposito?

ARO atau Automatic Roll Over adalah fasilitas yang memungkinkan deposito diperpanjang secara otomatis ketika mencapai tanggal jatuh tempo sesuai ketentuan produk.

Apakah bunga deposito selalu sama?

Tidak selalu. Tingkat bunga dapat berubah sesuai kebijakan bank dan kondisi suku bunga. Jika deposito diperpanjang, tingkat bunga pada periode berikutnya juga bisa berbeda.

Apakah deposito dijamin LPS?

Deposito dapat termasuk simpanan yang dijamin LPS selama memenuhi persyaratan dan ketentuan penjaminan yang berlaku, termasuk batas nilai simpanan dan tingkat bunga penjaminan.

Apakah bunga deposito lebih tinggi dari tabungan?

Tingkat bunga deposito dan tabungan berbeda-beda tergantung bank dan produknya. Deposito umumnya dirancang untuk dana yang ditempatkan selama tenor tertentu, sedangkan tabungan menawarkan akses dana yang lebih fleksibel.

Berapa minimal uang untuk membuka deposito?

Nominal minimum berbeda-beda tergantung kebijakan masing-masing bank dan produk deposito. Sebelum membuka deposito, cek ketentuan minimum penempatan dana dari bank yang dipilih.

Apakah deposito cocok untuk dana darurat?

Deposito belum tentu ideal untuk seluruh dana darurat karena akses terhadap dana dapat lebih terbatas dibandingkan tabungan. Dana darurat sebaiknya ditempatkan dengan mempertimbangkan kebutuhan akses yang cepat.

Kelola Keuangan dengan Lebih Bijak

Memahami produk keuangan seperti deposito adalah bagian dari membangun kebiasaan finansial yang lebih baik. Jangan cuma mengejar angka keuntungan, tapi pahami juga risiko, biaya, aturan, dan tujuan keuanganmu.

Kalau kamu ingin mulai mengenal aset digital dengan lebih mudah, kamu juga bisa belajar dan mengeksplorasinya melalui FLOQ.

Download aplikasi FLOQ di Play Store atau App Store; FLOQ aplikasi aset digital telah berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Baca Juga: Sertifikat Deposito: Apa Bedanya dari Deposito Biasa?

Disclaimer: Seluruh informasi yang disampaikan disusun oleh mitra industri dengan tujuan memberikan edukasi kepada pembaca. Kami menyarankan Anda untuk melakukan riset secara mandiri dan mempertimbangkan dengan matang sebelum melakukan transaksi.

Loading...
Blur 2

Belajar, Investasi, dan Tumbuh Bersama Kami

Jadilah bagian dari FLOQ. Mulai perjalanan investasimu dengan platform terpercaya dari hari pertama.

Google PlayApp Store
Blur 2Blur 2Device