Obligasi Adalah: Pengertian, Jenis, dan Cara Kerjanya

Investasi

06 Nov 2026

7 menit

Ditulis oleh: Bianda Ludwianto

Pattern 1
Article

Obligasi adalah salah satu instrumen investasi yang dapat menjadi pilihan bagi masyarakat untuk mengembangkan dana sekaligus memperoleh pendapatan secara berkala. Instrumen ini banyak digunakan oleh pemerintah maupun perusahaan untuk mendapatkan pendanaan dari investor.

Meski cukup populer di dunia investasi, masih banyak masyarakat yang belum memahami apa itu obligasi, bagaimana cara kerjanya, serta apa saja keuntungan dan risiko yang perlu diperhatikan sebelum berinvestasi.

Secara sederhana, obligasi merupakan surat utang yang diterbitkan oleh pihak tertentu, seperti pemerintah atau perusahaan, untuk memperoleh dana dari investor. Sebagai imbalannya, penerbit obligasi memiliki kewajiban membayar bunga atau kupon sesuai ketentuan yang telah disepakati serta mengembalikan pokok investasi ketika jatuh tempo.

Dengan karakteristik tersebut, obligasi sering dipandang sebagai salah satu alternatif investasi bagi masyarakat yang ingin memperoleh pendapatan secara berkala.

Apa Itu Obligasi?

Dikutip Investopedia, obligasi adalah surat berharga yang menunjukkan adanya hubungan utang piutang antara penerbit obligasi dan pihak yang membeli atau memegang surat tersebut.

Dalam transaksi ini, penerbit obligasi bertindak sebagai pihak yang meminjam dana, sedangkan investor berperan sebagai pemberi pinjaman. Dana yang diperoleh biasanya digunakan untuk membiayai kebutuhan tertentu, seperti pembangunan infrastruktur, pengembangan bisnis, ekspansi perusahaan, hingga pembiayaan anggaran negara.

Pihak yang menerbitkan obligasi disebut emiten. Emiten dapat berasal dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, maupun perusahaan swasta.

Investor yang membeli obligasi akan memperoleh imbal hasil berupa kupon sesuai tingkat bunga dan jadwal pembayaran yang telah ditentukan. Selain itu, investor juga berhak menerima kembali nilai pokok obligasi ketika masa jatuh tempo tiba, sepanjang penerbit mampu memenuhi kewajibannya.

Oleh karena itu, investasi obligasi pada dasarnya merupakan kegiatan memberikan pinjaman kepada penerbit melalui instrumen pasar modal.

Baca juga: Model Portofolio: Cara Mengenal Diversifikasi Aset dan Susun Portofolio Lebih Terarah

Bagaimana Cara Kerja Obligasi?

Cara kerja obligasi sebenarnya cukup sederhana. Investor membeli obligasi yang diterbitkan oleh pemerintah atau perusahaan. Dana dari pembelian tersebut kemudian digunakan oleh penerbit untuk memenuhi kebutuhan pendanaannya.

Sebagai gantinya, penerbit berkewajiban memberikan pembayaran kupon kepada investor secara berkala dan mengembalikan pokok investasi pada tanggal jatuh tempo.

Untuk memahami cara kerja obligasi, berikut ilustrasi sederhananya:

Misalnya, seorang investor membeli obligasi dengan nilai pokok Rp10 juta, tingkat kupon 6% per tahun, dan jangka waktu lima tahun.

Dengan asumsi kupon dibayarkan setiap tahun, investor akan menerima pembayaran sebesar Rp600.000 per tahun. Setelah lima tahun, investor berhak menerima kembali pokok investasi sebesar Rp10 juta.

Dari ilustrasi tersebut, total kupon yang diterima selama lima tahun mencapai Rp3 juta, di luar pengembalian pokok investasi.

Namun, perhitungan tersebut belum memperhitungkan pajak, biaya transaksi, maupun kemungkinan perubahan harga apabila obligasi dijual sebelum jatuh tempo.

Ada beberapa istilah penting yang perlu dipahami dalam investasi obligasi:

  • Nilai nominal: Nilai pokok obligasi yang menjadi dasar pengembalian dana kepada investor.
  • Kupon: Imbal hasil yang dibayarkan penerbit kepada pemegang obligasi sesuai ketentuan.
  • Jatuh tempo: Tanggal ketika penerbit wajib mengembalikan pokok obligasi.
  • Penerbit atau emiten: Pemerintah atau perusahaan yang menerbitkan obligasi untuk memperoleh pendanaan.
  • Yield: Tingkat imbal hasil obligasi yang memperhitungkan harga pembelian dan pendapatan yang diperoleh investor.

Jenis-Jenis Obligasi

Obligasi memiliki beberapa jenis yang dibedakan berdasarkan penerbit, sistem pembayaran kupon, maupun karakteristik instrumennya.

Berikut beberapa jenis obligasi yang umum dikenal dalam pasar keuangan.

1. Obligasi Pemerintah

Obligasi pemerintah adalah surat utang yang diterbitkan oleh pemerintah untuk membiayai kebutuhan negara, termasuk pembangunan infrastruktur dan pembiayaan anggaran.

Di Indonesia, salah satu contohnya adalah Surat Berharga Negara (SBN). Instrumen ini mencakup beberapa produk investasi yang dapat dibeli masyarakat, seperti Obligasi Negara Ritel (ORI), Sukuk Ritel (SR), dan Savings Bond Ritel (SBR).

Obligasi pemerintah umumnya memiliki risiko gagal bayar yang lebih rendah dibandingkan obligasi korporasi karena diterbitkan oleh negara.

2. Obligasi Korporasi

Obligasi korporasi merupakan surat utang yang diterbitkan oleh perusahaan untuk memperoleh tambahan modal atau membiayai kebutuhan bisnis.

Dana yang diperoleh dapat digunakan untuk berbagai keperluan, mulai dari ekspansi usaha, pembangunan fasilitas produksi, hingga pembayaran kembali utang perusahaan.

Berbeda dengan obligasi pemerintah, obligasi korporasi memiliki tingkat risiko yang bergantung pada kondisi keuangan dan kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajibannya.

Karena itu, investor perlu memperhatikan peringkat kredit perusahaan sebelum membeli instrumen ini.

3. Obligasi dengan Kupon Tetap (Fixed Rate)

Obligasi fixed rate menawarkan tingkat kupon yang tetap selama periode tertentu hingga jatuh tempo.

Artinya, besaran pembayaran kupon tidak berubah meskipun kondisi suku bunga di pasar mengalami kenaikan atau penurunan.

Jenis obligasi ini dapat memberikan kepastian mengenai pendapatan kupon yang akan diterima investor selama penerbit memenuhi kewajibannya.

4. Obligasi dengan Kupon Mengambang (Floating Rate)

Berbeda dengan fixed rate, obligasi floating rate memiliki tingkat kupon yang dapat berubah mengikuti acuan tertentu.

Besaran kupon biasanya disesuaikan secara berkala berdasarkan pergerakan suku bunga atau indikator lain yang telah ditetapkan dalam ketentuan penerbitan, seperti dilansir StoneX.

Karakteristik ini membuat pendapatan kupon investor berpotensi meningkat ketika suku bunga acuan naik. Namun, kupon juga dapat menurun ketika acuan tersebut mengalami penurunan.

5. Obligasi Tanpa Kupon (Zero Coupon Bond)

Zero coupon bond adalah obligasi yang tidak memberikan pembayaran kupon secara berkala kepada investor.

Sebagai gantinya, obligasi ini biasanya dijual dengan harga di bawah nilai nominalnya. Investor memperoleh keuntungan dari selisih antara harga pembelian dan nilai nominal yang diterima ketika jatuh tempo.

Misalnya, investor membeli obligasi dengan harga Rp8 juta, sementara nilai nominalnya Rp10 juta. Jika obligasi dipegang hingga jatuh tempo dan penerbit memenuhi kewajibannya, investor memperoleh selisih Rp2 juta.

Apa Keuntungan Investasi Obligasi?

Investasi obligasi memiliki sejumlah karakteristik yang membuatnya menarik bagi investor. Beberapa di antaranya adalah sebagai berikut.

1. Pendapatan Kupon Secara Berkala

Salah satu daya tarik obligasi adalah adanya pembayaran kupon sesuai jadwal yang telah ditetapkan.

Bagi investor yang membutuhkan aliran pendapatan secara berkala, kupon obligasi dapat menjadi salah satu sumber pemasukan dari investasi.

2. Pilihan Investasi yang Beragam

Investor dapat memilih obligasi berdasarkan penerbit, jangka waktu, tingkat kupon, dan tingkat risiko.

Pilihan tersebut memungkinkan investor menyesuaikan instrumen dengan tujuan keuangan serta profil risikonya.

3. Dapat Diperdagangkan di Pasar Sekunder

Beberapa jenis obligasi dapat diperjualbelikan di pasar sekunder sebelum mencapai tanggal jatuh tempo.

Dengan demikian, investor memiliki peluang untuk menjual kepemilikan obligasi apabila membutuhkan dana atau ingin memanfaatkan perubahan harga di pasar.

Namun, harga jual dapat lebih tinggi atau lebih rendah dibandingkan harga pembelian awal.

4. Membantu Diversifikasi Portofolio

Obligasi dapat digunakan sebagai salah satu instrumen untuk mendiversifikasi portofolio investasi.

Dengan mengombinasikan beberapa jenis aset, investor dapat mengurangi ketergantungan pada satu instrumen saja. Meski demikian, diversifikasi tidak menghilangkan seluruh risiko investasi.

Apa Risiko Investasi Obligasi?

Meskipun sering dianggap sebagai instrumen investasi yang relatif stabil, obligasi tetap memiliki risiko yang perlu dipahami sebelum membeli.

Berikut beberapa risiko yang umum ditemukan dalam investasi obligasi.

1. Risiko Gagal Bayar

Risiko gagal bayar terjadi ketika penerbit tidak mampu memenuhi kewajibannya, baik pembayaran kupon maupun pengembalian pokok investasi.

Risiko ini perlu diperhatikan terutama pada obligasi korporasi karena kondisi keuangan setiap perusahaan berbeda.

2. Risiko Suku Bunga

Perubahan suku bunga dapat memengaruhi harga obligasi di pasar sekunder.

Ketika suku bunga naik, harga obligasi yang sudah beredar umumnya cenderung turun. Sebaliknya, ketika suku bunga turun, harga obligasi lama dengan kupon lebih tinggi berpotensi mengalami kenaikan.

Hal ini terutama perlu diperhatikan oleh investor yang berencana menjual obligasi sebelum jatuh tempo.

3. Risiko Likuiditas

Tidak semua obligasi mudah diperjualbelikan di pasar sekunder.

Pada kondisi tertentu, investor mungkin membutuhkan waktu lebih lama untuk menemukan pembeli. Bahkan, obligasi dapat terpaksa dijual dengan harga yang kurang menguntungkan.

4. Risiko Inflasi

Inflasi dapat mengurangi daya beli dari pendapatan kupon dan pokok investasi yang diterima investor.

Sebagai contoh, apabila kupon obligasi memberikan imbal hasil 5% per tahun, sementara inflasi berada di level 6%, imbal hasil riil investor secara sederhana menjadi negatif sebelum memperhitungkan pajak dan faktor lainnya.

Bagaimana Cara Membeli Obligasi?

Masyarakat dapat membeli obligasi melalui beberapa jalur, tergantung pada jenis instrumen yang dipilih.

Untuk obligasi pemerintah ritel seperti ORI, SBR, dan produk SBN ritel lainnya, pembelian dapat dilakukan melalui mitra distribusi resmi yang ditunjuk pemerintah.

Sementara itu, obligasi korporasi maupun obligasi pemerintah yang diperdagangkan di pasar sekunder dapat diakses melalui perusahaan sekuritas atau perantara perdagangan yang menyediakan layanan transaksi obligasi.

Sebelum membeli, ada beberapa hal yang sebaiknya diperhatikan:

  1. Kenali tujuan investasi. Tentukan apakah obligasi dibeli untuk memperoleh pendapatan berkala, menjaga keseimbangan portofolio, atau kebutuhan keuangan jangka panjang.
  2. Periksa tingkat kupon dan yield. Jangan hanya melihat besaran kupon, tetapi pahami juga harga pembelian dan potensi imbal hasil.
  3. Perhatikan jangka waktu. Sesuaikan tanggal jatuh tempo dengan kebutuhan likuiditas dan rencana penggunaan dana.
  4. Cek peringkat kredit. Untuk obligasi korporasi, peringkat kredit dapat menjadi salah satu pertimbangan dalam menilai kemampuan penerbit memenuhi kewajibannya.
  5. Pahami risiko dan biaya. Perhatikan risiko gagal bayar, perubahan suku bunga, likuiditas, pajak, serta biaya transaksi yang berlaku.

Kesimpulan

Obligasi adalah instrumen investasi berbentuk surat utang yang memberikan kesempatan kepada investor untuk memperoleh pendapatan melalui pembayaran kupon serta pengembalian pokok pada saat jatuh tempo.

Instrumen ini diterbitkan oleh pemerintah maupun perusahaan untuk mendapatkan pendanaan. Jenisnya pun beragam, mulai dari obligasi pemerintah, obligasi korporasi, hingga obligasi dengan kupon tetap, mengambang, dan tanpa kupon.

Meski menawarkan potensi pendapatan berkala dan dapat membantu diversifikasi portofolio, obligasi tetap memiliki risiko, termasuk gagal bayar, perubahan suku bunga, likuiditas, dan inflasi.

Karena itu, memahami karakteristik penerbit, tingkat imbal hasil, jangka waktu, serta risiko menjadi langkah penting sebelum mengambil keputusan investasi. Investor juga perlu menyesuaikan pilihan instrumen dengan tujuan keuangan dan profil risikonya.

FAQ: Pertanyaan Seputar Obligasi

1. Obligasi adalah apa?

Obligasi adalah surat utang yang diterbitkan oleh pemerintah atau perusahaan untuk memperoleh dana dari investor. Sebagai imbalannya, penerbit berkewajiban membayar kupon dan mengembalikan pokok investasi sesuai ketentuan yang berlaku.

2. Apa contoh obligasi di Indonesia?

Contoh obligasi di Indonesia antara lain Obligasi Negara Ritel (ORI), Savings Bond Ritel (SBR), Sukuk Ritel (SR), serta obligasi korporasi yang diterbitkan oleh perusahaan.

3. Apakah obligasi termasuk investasi yang aman?

Obligasi memiliki risiko yang berbeda-beda tergantung pada penerbit dan karakteristik instrumennya. Obligasi pemerintah umumnya memiliki risiko gagal bayar lebih rendah dibandingkan obligasi korporasi. Namun, keduanya tetap memiliki risiko pasar, suku bunga, dan likuiditas.

4. Dari mana keuntungan investasi obligasi berasal?

Keuntungan obligasi umumnya berasal dari pembayaran kupon secara berkala dan potensi keuntungan selisih harga apabila obligasi dijual di pasar sekunder dengan harga lebih tinggi daripada harga pembelian.

5. Apakah obligasi bisa dijual sebelum jatuh tempo?

Ya. Obligasi yang dapat diperdagangkan di pasar sekunder bisa dijual sebelum tanggal jatuh tempo. Namun, harga jualnya dapat berubah mengikuti kondisi pasar sehingga investor berpotensi mengalami keuntungan maupun kerugian.

6. Apa perbedaan obligasi dan saham?

Obligasi merupakan instrumen utang yang memberikan hak kepada investor untuk menerima pembayaran kupon dan pengembalian pokok sesuai ketentuan. Sementara itu, saham merupakan bukti kepemilikan atas suatu perusahaan yang memberikan potensi keuntungan dari kenaikan harga saham dan pembagian dividen.

7. Apakah obligasi sama dengan deposito?

Tidak. Obligasi merupakan surat utang yang diterbitkan pemerintah atau perusahaan, sedangkan deposito adalah simpanan berjangka di bank. Keduanya memiliki karakteristik, mekanisme imbal hasil, serta risiko yang berbeda.

8. Apa yang dimaksud dengan kupon obligasi?

Kupon obligasi adalah pembayaran imbal hasil yang diberikan penerbit kepada investor berdasarkan tingkat kupon dan jadwal pembayaran yang telah ditentukan. Pembayarannya dapat dilakukan secara bulanan, tiga bulanan, enam bulanan, atau sesuai ketentuan penerbitan.

Download aplikasi FLOQ di Play Store atau App Store. FLOQ merupakan aplikasi aset digital yang telah berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Dapatkan informasi pasar, edukasi crypto, serta akses trading aset digital dalam satu aplikasi.

Baca juga: Beli Emas dan Perak Fisik Bisa Kena Pajak 35%, Versi Kripto Bagaimana?

Disclaimer: Seluruh informasi yang disampaikan disusun oleh mitra industri dengan tujuan memberikan edukasi kepada pembaca. Kami menyarankan Anda untuk melakukan riset secara mandiri dan mempertimbangkan dengan matang sebelum melakukan transaksi.

Loading...
Blur 2

Belajar, Investasi, dan Tumbuh Bersama Kami

Jadilah bagian dari FLOQ. Mulai perjalanan investasimu dengan platform terpercaya dari hari pertama.

Google PlayApp Store
Blur 2Blur 2Device