Model Portofolio: Cara Mengenal Diversifikasi Aset dan Susun Portofolio Lebih Terarah

Investasi

06 Nov 2026

5 menit

Ditulis oleh: Bianda Ludwianto

Pattern 1
Article

Di tengah semakin beragamnya pilihan aset kripto, investor memiliki banyak alternatif untuk membangun portofolio. Mulai dari Bitcoin, Ethereum, stablecoin, meme coin, hingga tokenized stocks, setiap kategori memiliki karakteristik, fungsi, dan tingkat risiko yang berbeda.

Namun, memiliki banyak aset tidak selalu berarti portofolio sudah terdiversifikasi dengan baik. Tanpa strategi dan pemahaman yang tepat, investor justru berpotensi memiliki kumpulan aset yang tidak sesuai dengan tujuan maupun toleransi risikonya.

Salah satu pendekatan yang dapat dipelajari untuk memahami pengelolaan investasi adalah melalui model portfolio atau model portofolio. Pendekatan ini membantu investor melihat bagaimana berbagai aset dapat disusun dalam satu portofolio berdasarkan tujuan investasi dan karakteristik risikonya.

Apa Itu Model Portofolio?

Model portofolio adalah kerangka atau acuan yang menggambarkan komposisi sejumlah aset dalam sebuah portofolio investasi. Penyusunannya mempertimbangkan berbagai faktor, seperti tujuan investasi, jangka waktu, karakteristik aset, serta tingkat risiko yang dapat diterima investor.

Mengutip penjelasan State Street Global Advisors (SSGA), model portofolio merupakan kumpulan aset yang dikelola dengan pendekatan diversifikasi untuk mencapai keseimbangan tertentu antara potensi imbal hasil dan risiko sesuai tujuan investasi.

Dalam penerapannya, model portofolio dapat membantu investor memiliki gambaran yang lebih terstruktur mengenai alokasi aset. Dengan begitu, keputusan investasi tidak hanya didasarkan pada popularitas atau pergerakan harga suatu aset, tetapi juga mempertimbangkan perannya dalam keseluruhan portofolio.

Di pasar kripto, konsep ini semakin relevan karena setiap aset memiliki karakteristik yang berbeda. Bitcoin, misalnya, memiliki posisi tersendiri sebagai aset kripto pertama dengan kapitalisasi pasar terbesar. Sementara itu, stablecoin dirancang untuk menjaga kestabilan nilai relatif terhadap aset acuan tertentu.

Mengenal 5 Jenis Aset Kripto untuk Membangun Portofolio

Sebelum menyusun model portofolio, investor perlu mengenali berbagai kategori aset yang tersedia di pasar. Berikut lima jenis aset kripto yang dapat dipelajari:

1. Bitcoin (BTC)

Bitcoin merupakan aset kripto pertama di dunia yang diperkenalkan pada 2009. Bitcoin memiliki jumlah suplai maksimum sebesar 21 juta koin dan dikenal sebagai aset kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar.

Karena posisinya di pasar, Bitcoin sering menjadi salah satu aset yang diperhatikan investor ketika mempelajari pasar kripto. Pergerakan harganya juga kerap menjadi salah satu indikator sentimen pasar secara keseluruhan.

2. Altcoin

Dilaporkan Investopedia, Altcoin merupakan istilah untuk aset kripto selain Bitcoin. Kategori ini mencakup berbagai aset dengan fungsi, teknologi, dan ekosistem yang berbeda.

Beberapa altcoin dikembangkan untuk mendukung aplikasi terdesentralisasi, smart contract, hingga infrastruktur blockchain. Contohnya adalah Ethereum (ETH), Injective (INJ), dan NEAR.

Karena memiliki karakteristik yang beragam, investor perlu memahami kegunaan, ekosistem, serta risiko masing-masing aset sebelum mempertimbangkannya dalam portofolio.

3. Stablecoin

Stablecoin merupakan aset kripto yang dirancang untuk menjaga kestabilan nilai relatif dengan mengacu pada aset tertentu, seperti dolar AS.

Beberapa contohnya adalah USDT, USDC, dan RLUSD. Stablecoin dapat digunakan untuk memfasilitasi transaksi aset digital maupun sebagai sarana penyimpanan nilai dalam ekosistem kripto.

Meski dirancang untuk memiliki nilai yang relatif stabil, stablecoin tetap memiliki risiko, seperti risiko penerbit, cadangan aset, likuiditas, dan mekanisme penebusan.

4. Meme Coin

Meme coin merupakan aset kripto yang sering terinspirasi dari meme, tren internet, atau komunitas tertentu, seperti penjelasan Charles Schwab.

Contohnya adalah DOGE, BONK, dan PEPE. Popularitas meme coin biasanya banyak dipengaruhi oleh aktivitas komunitas, sentimen media sosial, serta tren yang berkembang di pasar.

Dibandingkan sejumlah kategori aset lainnya, meme coin dapat memiliki volatilitas yang tinggi. Oleh karena itu, investor perlu memahami risiko pergerakan harga dan faktor yang memengaruhi nilainya.

5. Tokenized Stocks

Tokenized stocks merupakan token digital yang dirancang untuk memberikan eksposur terhadap saham perusahaan tertentu melalui teknologi blockchain.

Contohnya adalah tokenized stocks yang merepresentasikan eksposur terhadap saham perusahaan seperti Apple, NVIDIA, dan Tesla.

Melalui tokenisasi, eksposur terhadap aset yang berkaitan dengan pasar saham dapat diakses melalui infrastruktur digital. Namun, karakteristik dan hak yang melekat pada setiap token dapat berbeda, tergantung struktur produk dan penerbitnya. Tokenized stocks juga tidak selalu memberikan hak kepemilikan saham secara langsung seperti saham konvensional.

Mengapa Diversifikasi Penting dalam Model Portofolio?

Mengenal berbagai jenis aset merupakan langkah awal. Selanjutnya, investor perlu memahami alasan mengapa diversifikasi menjadi salah satu aspek penting dalam pengelolaan portofolio.

Berikut tiga manfaat diversifikasi yang perlu diketahui:

1. Membantu Mengelola Risiko

Setiap aset memiliki karakteristik dan tingkat risiko yang berbeda. Dengan memahami perbedaan tersebut, investor dapat mempertimbangkan penyebaran alokasi ke beberapa jenis aset.

Pendekatan ini dapat membantu mengurangi ketergantungan pada satu aset. Namun, diversifikasi tidak menghilangkan risiko kerugian, terutama ketika berbagai aset mengalami penurunan secara bersamaan.

2. Mengurangi Ketergantungan pada Satu Aset

Portofolio yang hanya bergantung pada satu aset akan lebih terpengaruh oleh perubahan harga aset tersebut.

Dengan mempertimbangkan beberapa kategori aset, investor dapat membangun komposisi portofolio yang tidak sepenuhnya bergantung pada kinerja satu pilihan investasi.

Meski demikian, memiliki banyak aset tidak otomatis menghasilkan diversifikasi yang efektif. Investor juga perlu memperhatikan korelasi pergerakan harga antar-aset dan faktor risiko yang memengaruhinya.

3. Mengenal Peluang dari Berbagai Kategori Aset

Setiap kategori aset memiliki karakteristik dan perkembangan ekosistem yang berbeda. Bitcoin, altcoin, stablecoin, meme coin, dan tokenized stocks menawarkan fungsi serta eksposur yang tidak selalu sama.

Dengan mempelajari berbagai kategori tersebut, investor dapat memperoleh pemahaman yang lebih luas mengenai perkembangan industri aset digital dan mempertimbangkan pilihan yang sesuai dengan tujuan investasinya.

Bagaimana Cara Menyusun Model Portofolio Kripto?

Tidak ada satu komposisi portofolio yang cocok untuk semua investor. Model portofolio perlu mempertimbangkan tujuan, jangka waktu, serta toleransi risiko masing-masing individu.

Berikut beberapa langkah yang dapat menjadi acuan untuk mempelajarinya:

1. Tentukan tujuan investasi

Tentukan terlebih dahulu tujuan yang ingin dicapai, termasuk jangka waktu investasi dan kebutuhan likuiditas. Tujuan ini akan membantu menentukan pendekatan pengelolaan portofolio.

2. Kenali profil risiko

Pahami seberapa besar risiko yang dapat diterima. Investor dengan toleransi risiko berbeda dapat memiliki pendekatan alokasi aset yang berbeda pula.

3. Pelajari karakteristik setiap aset

Jangan hanya melihat popularitas atau potensi kenaikan harga. Pelajari fungsi, teknologi, fundamental, likuiditas, volatilitas, serta risiko yang melekat pada setiap aset.

4. Pertimbangkan alokasi aset

Tentukan bagaimana aset akan dialokasikan berdasarkan tujuan dan profil risiko. Tidak semua kategori harus dimiliki, dan tidak ada persentase alokasi yang berlaku universal.

5. Evaluasi portofolio secara berkala

Kondisi pasar dan karakteristik aset dapat berubah. Karena itu, investor perlu mengevaluasi komposisi portofolio secara berkala untuk memastikan kesesuaiannya dengan tujuan investasi.

Kesimpulan

Model portofolio dapat menjadi salah satu pendekatan untuk memahami bagaimana berbagai aset disusun secara lebih terarah dalam strategi investasi. Di pasar kripto, mengenali perbedaan antara Bitcoin, altcoin, stablecoin, meme coin, dan tokenized stocks merupakan langkah awal untuk memahami karakteristik serta risiko masing-masing aset.

Pada akhirnya, diversifikasi bukan sekadar memiliki banyak aset dalam satu portofolio. Hal yang lebih penting adalah memahami fungsi setiap aset, mempertimbangkan keterkaitan risikonya, dan menyusun alokasi yang sesuai dengan tujuan serta toleransi risiko.

Nah, untuk kamu yang ingin mengenal lebih banyak aset kripto dan mengeksplorasi berbagai pilihan token di FLOQ, ada kesempatan menarik melalui campaign BINGO x FDFT!

Melalui campaign ini, kamu diajak menjelajahi berbagai aset yang tersedia di FLOQ dengan menyelesaikan lima huruf B-I-N-G-O. Caranya, lakukan transaksi BUY minimal Rp100.000 pada token yang memenuhi kriteria huruf tertentu untuk mendapatkan stamp pada kartu BINGO.

Jika berhasil melengkapi kelima huruf, kamu berkesempatan mendapatkan satu entri undian (raffle entry).

Campaign ini berlangsung pada 9–22 November 2026. Jangan lewatkan kesempatan untuk mengenal lebih banyak pilihan aset digital melalui aplikasi FLOQ!

Isi formulir pendaftaran melalui tautan berikut: https://bit.ly/BINGOFDFT2026

Download aplikasi FLOQ di Play Store atau App Store. FLOQ merupakan aplikasi aset digital yang telah berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Dapatkan informasi pasar, edukasi crypto, serta akses trading aset digital dalam satu aplikasi.

Baca juga: Beli Emas dan Perak Fisik Bisa Kena Pajak 35%, Versi Kripto Bagaimana?

Disclaimer: Seluruh informasi yang disampaikan disusun oleh mitra industri dengan tujuan memberikan edukasi kepada pembaca. Kami menyarankan Anda untuk melakukan riset secara mandiri dan mempertimbangkan dengan matang sebelum melakukan transaksi.

Loading...
Blur 2

Belajar, Investasi, dan Tumbuh Bersama Kami

Jadilah bagian dari FLOQ. Mulai perjalanan investasimu dengan platform terpercaya dari hari pertama.

Google PlayApp Store
Blur 2Blur 2Device