Reksadana Indeks: Pengertian, Jenis, dan Cara Kerjanya

Finansial

18 Sep 2026

7 menit

Ditulis oleh: Karin Hidayat

Pattern 1
Article

Pernah dengar istilah reksadana indeks?

Buat kamu yang baru mulai investasi, istilah ini mungkin terdengar cukup rumit. Padahal, konsepnya justru relatif sederhana.

Reksadana indeks adalah reksadana yang portofolionya mengacu pada indeks tertentu. Indeks tersebut bisa berupa indeks saham maupun indeks obligasi. Contohnya IDX30, LQ45, atau indeks lainnya.

Jadi, manajer investasi nggak perlu terus-menerus mencari saham mana yang dianggap bakal mengalahkan pasar.

Strateginya lebih pasif.

Portofolio reksadana dibuat supaya pergerakannya mengikuti indeks yang menjadi acuannya. Karena itu, memahami indeks yang digunakan menjadi bagian penting sebelum membeli produknya.

Nah, sebenarnya apa itu reksadana indeks? Apa saja jenisnya? Dan bagaimana cara kerjanya? Yuk, bahas satu per satu.

Apa Itu Reksadana Indeks?

Reksadana indeks adalah reksadana yang berinvestasi pada efek yang menjadi bagian dari suatu indeks acuan.

Sederhananya, indeks bisa dianggap sebagai "keranjang" yang berisi kumpulan aset berdasarkan kriteria tertentu.

Misalnya, ada indeks yang berisi sejumlah saham dengan karakteristik tertentu.

Ketika kamu membeli reksadana indeks yang menggunakan indeks tersebut sebagai benchmark, dana kamu akan dikelola agar portofolionya mengikuti komposisi indeks tersebut.

Menurut OJK, reksadana indeks menggunakan strategi investasi pasif. Tujuannya adalah menghasilkan tingkat imbal hasil yang mengikuti indeks yang ditiru. Ini berbeda dari strategi aktif yang berusaha mengalahkan indeks acuan.

Jadi, jangan langsung menganggap reksadana indeks sebagai produk yang pasti menghasilkan keuntungan tertentu.

Nggak begitu cara kerjanya.

Kinerja reksadana indeks tetap bisa naik dan turun mengikuti pergerakan aset yang menjadi portofolionya.

Bagaimana Cara Kerja Reksadana Indeks?

Cara kerja reksadana indeks sebenarnya cukup mudah dipahami.

Bayangkan ada sebuah indeks yang berisi beberapa saham.

Manajer investasi kemudian membuat portofolio reksadana yang mengikuti indeks tersebut.

Ketika komposisi indeks berubah, portofolio reksadana juga dapat disesuaikan.

Tujuannya adalah menjaga agar kinerja portofolio tetap dekat dengan indeks acuannya.

Dalam ketentuan OJK, reksadana indeks melakukan investasi minimal 80% dari NAB pada efek yang merupakan bagian dari kumpulan efek dalam indeks acuannya.

NAB sendiri adalah Nilai Aktiva Bersih. Angka ini menggambarkan nilai bersih aset yang dimiliki sebuah reksadana setelah memperhitungkan kewajibannya.

Misalnya begini.

Ada reksadana indeks yang menggunakan suatu indeks saham sebagai acuan.

Indeks tersebut naik karena harga sebagian besar saham di dalamnya meningkat.

Secara umum, reksadana indeks yang mengikuti indeks tersebut juga berpotensi mengalami kenaikan nilai.

Sebaliknya, ketika indeks turun, nilai reksadana juga bisa ikut turun, dengan kata lain reksadana bisa rugi.

Makanya, reksadana indeks bukan berarti bebas risiko.

Kenapa Ada Reksadana Indeks?

Salah satu alasan reksadana indeks dibuat adalah untuk memberikan akses kepada investor terhadap portofolio yang mengikuti indeks tertentu.

Investor nggak perlu membeli setiap saham dalam indeks satu per satu.

Cukup memilih produk reksadana yang menggunakan indeks tersebut sebagai acuan.

Konsep ini juga membuat strategi investasi menjadi lebih terstruktur.

Manajer investasi tidak harus mengambil keputusan aktif untuk memilih saham yang dianggap akan mengalahkan indeks dalam setiap kondisi pasar.

Sebaliknya, fokusnya adalah menjaga portofolio tetap mengikuti benchmark.

OJK menjelaskan bahwa strategi reksadana indeks berbeda dengan reksadana konvensional yang menggunakan strategi aktif untuk mencoba mengalahkan indeks acuannya.

Jenis-Jenis Reksadana Indeks

Reksadana indeks bisa dibedakan berdasarkan indeks dan aset yang menjadi acuannya.

Berikut beberapa jenis yang perlu kamu kenali.

1. Reksadana Indeks Saham

Jenis ini menggunakan indeks saham sebagai benchmark.

Artinya, portofolio berisi saham-saham yang menjadi bagian dari indeks tersebut.

Contohnya bisa berupa reksadana indeks yang mengacu pada indeks seperti IDX30 atau LQ45.

OJK juga menggunakan IDX30 dan LQ45 sebagai contoh indeks yang dapat menjadi acuan reksadana indeks.

Karena underlying-nya saham, pergerakannya bisa cukup sensitif terhadap kondisi pasar saham.

Ketika pasar saham mengalami tekanan, nilai investasinya juga bisa ikut terpengaruh.

2. Reksadana Indeks Obligasi

Nggak semua indeks harus berisi saham.

Ada juga indeks yang menggunakan instrumen pendapatan tetap sebagai komponennya.

Reksadana indeks kemudian dapat menggunakan indeks obligasi sebagai benchmark.

Jenis ini cocok dipahami sebagai produk yang mencoba mengikuti kinerja suatu indeks pendapatan tetap, bukan indeks saham.

Tetap saja, risiko dan karakteristik produknya perlu dilihat dari aset yang ada di dalam portofolionya.

3. Reksadana Indeks Syariah

Ada juga reksadana indeks yang menggunakan indeks syariah sebagai acuan.

Untuk reksadana syariah indeks, OJK menetapkan ketentuan bahwa paling sedikit 80% dari NAB diinvestasikan pada efek syariah yang merupakan bagian dari indeks syariah acuannya.

Jadi, selain melihat nama produknya, kamu juga perlu mengecek indeks apa yang digunakan.

Jangan cuma melihat label "indeks".

Benchmark-nya justru sangat penting.

Apa Bedanya Reksadana Indeks dan Reksadana Konvensional?

Perbedaan paling mudah dilihat dari strateginya.

Reksadana indeks menggunakan strategi pasif.

Portofolionya dibuat untuk mengikuti indeks tertentu.

Sementara itu, reksadana dengan strategi aktif memberikan ruang lebih besar kepada manajer investasi untuk memilih dan mengatur aset dengan tujuan menghasilkan kinerja yang berbeda dari benchmark, termasuk berusaha mengalahkannya.

Contoh sederhananya begini.

Kamu punya dua produk.

Produk A mengikuti indeks tertentu.

Produk B dikelola secara aktif oleh manajer investasi.

Pada Produk A, fokusnya adalah mengikuti benchmark.

Pada Produk B, manajer investasi bisa mengambil keputusan berdasarkan analisis pasar, kondisi ekonomi, valuasi aset, dan berbagai pertimbangan lainnya.

Bukan berarti salah satunya selalu menghasilkan kinerja lebih tinggi.

Keduanya punya strategi yang berbeda.

Apa Keuntungan Reksadana Indeks?

Ada beberapa karakteristik reksadana indeks yang bisa menjadi pertimbangan.

Portofolio Lebih Terstruktur

Kamu bisa mengetahui indeks apa yang menjadi acuan sebuah produk.

Ini membuat strategi investasinya lebih mudah dipahami.

Misalnya, produk menggunakan IDX30 sebagai benchmark.

Kamu bisa mencari tahu terlebih dahulu apa itu IDX30 dan bagaimana indeks tersebut dibentuk.

Mengikuti Benchmark Tertentu

Reksadana indeks dirancang untuk mengikuti indeks acuannya.

Jadi, kamu nggak perlu menebak-nebak strategi investasi secara keseluruhan dari awal.

Benchmark menjadi salah satu informasi utama yang perlu diperhatikan.

Diversifikasi

Satu produk reksadana dapat memiliki sejumlah aset dalam portofolionya.

Artinya, investasi tidak hanya ditempatkan pada satu saham saja.

Namun, tingkat diversifikasi tetap tergantung pada indeks dan produk reksadana yang dipilih.

Strategi yang Relatif Sederhana

Buat sebagian investor, strategi pasif terasa lebih mudah dipahami.

Fokusnya adalah mengikuti benchmark.

Bukan mencoba menebak saham mana yang akan menjadi juara setiap saat.

Apa Risiko Reksadana Indeks?

Nah, bagian ini jangan dilewatkan.

Reksadana indeks tetap merupakan produk investasi yang memiliki risiko.

Salah satu risikonya adalah risiko pasar.

Kalau indeks yang menjadi acuan turun, nilai reksadana yang mengikutinya juga dapat mengalami penurunan.

Selain itu, hasil reksadana indeks tidak selalu sama persis dengan indeks acuannya.

Ada yang disebut tracking difference atau perbedaan kinerja antara produk dan benchmark.

Perbedaan tersebut dapat muncul karena berbagai faktor, termasuk biaya pengelolaan, biaya transaksi, perubahan portofolio, serta mekanisme pengelolaan produk.

Karena itu, jangan hanya melihat apakah indeksnya naik.

Lihat juga bagaimana kinerja produk dibandingkan benchmark-nya.

OJK sendiri mengingatkan bahwa pemahaman mengenai risiko reksadana penting dan keputusan investasi sebaiknya tidak hanya didasarkan pada imbal hasil yang diharapkan.

Cara Memilih Reksadana Indeks

Kalau kamu tertarik dengan reksadana indeks, ada beberapa hal yang bisa dicek.

1. Lihat Indeks Acuannya

Ini yang paling penting.

Cari tahu indeks apa yang digunakan.

Jangan hanya melihat nama produknya.

Pahami juga aset yang terdapat dalam indeks tersebut.

2. Cek Isi Portofolionya

Lihat aset yang dimiliki reksadana.

Apakah saham?

Obligasi?

Atau efek syariah?

Informasi ini membantu kamu memahami karakteristik risiko produk.

3. Perhatikan Kinerja terhadap Benchmark

Jangan hanya melihat angka return.

Bandingkan kinerja reksadana dengan indeks acuannya.

Tujuannya bukan untuk mengejar angka tertinggi semata.

Kamu ingin tahu seberapa dekat produk tersebut mengikuti benchmark.

4. Cek Biaya

Setiap produk reksadana bisa memiliki biaya yang berbeda.

Cek biaya pembelian, penjualan, pengelolaan, dan biaya lain yang tercantum dalam dokumen produk.

Biaya bisa memengaruhi hasil investasi dalam jangka panjang.

5. Sesuaikan dengan Profil Risiko

Ini nggak kalah penting.

Reksadana indeks saham, misalnya, tetap terpengaruh oleh pergerakan pasar saham.

Jadi, pahami dulu profil risiko dan tujuan investasi kamu.

Jangan memilih produk hanya karena melihat performanya dalam satu periode.

Apakah Reksadana Indeks Cocok untuk Pemula?

Bisa saja.

Tapi "cocok" tetap tergantung kondisi masing-masing investor.

Pemula perlu memahami bahwa reksadana indeks bukan produk yang menjamin keuntungan.

Kamu tetap perlu memahami aset yang menjadi underlying, indeks acuan, risiko, biaya, dan jangka waktu investasi.

Kalau kamu baru mulai, jangan buru-buru membeli hanya karena melihat indeks sedang naik.

Pelajari produknya dulu.

Baca informasi produk.

Pahami benchmark-nya.

Lalu sesuaikan dengan tujuan finansial kamu.

Reksadana Indeks vs ETF, Apakah Sama?

Keduanya memang punya konsep yang mirip dalam hal mengikuti indeks.

Namun, reksadana indeks dan ETF bukan produk yang identik.

Perbedaan pentingnya ada pada mekanisme perdagangan.

ETF atau Exchange Traded Fund diperdagangkan di bursa seperti saham.

Sementara pembelian dan penjualan reksadana konvensional dilakukan melalui mekanisme transaksi reksadana yang berlaku.

OJK juga membahas reksadana indeks dan ETF sebagai dua produk yang memiliki karakteristik berbeda meskipun sama-sama dapat menggunakan indeks sebagai acuan.

Jadi, jangan menganggap semua produk berbasis indeks adalah ETF.

Strategi Investasi Reksadana Indeks

Strategi investasi pada reksadana indeks umumnya lebih sederhana.

Kamu menentukan tujuan.

Kemudian memilih produk dengan benchmark yang sesuai.

Setelah itu, kamu bisa berinvestasi secara berkala sesuai kemampuan.

Misalnya, kamu punya tujuan investasi jangka panjang.

Kamu bisa mempertimbangkan metode investasi rutin daripada mencoba menebak kapan harga pasar berada di titik paling rendah.

Tetap saja, metode tersebut bukan jaminan keuntungan.

Kondisi pasar bisa berubah.

Karena itu, evaluasi portofolio tetap diperlukan.

Kesalahan yang Sering Dilakukan Saat Membeli Reksadana Indeks

Ada beberapa kesalahan yang cukup umum.

Pertama, hanya melihat return masa lalu.

Padahal, kinerja masa lalu bukan jaminan hasil di masa depan.

Kedua, tidak memahami benchmark.

Padahal, indeks acuan adalah bagian penting dari reksadana indeks.

Ketiga, menganggap diversifikasi berarti tidak ada risiko.

Diversifikasi dapat membantu menyebarkan investasi, tetapi tidak menghilangkan risiko pasar.

Keempat, menggunakan uang untuk kebutuhan jangka pendek.

Kalau nilai investasi turun saat uang sedang dibutuhkan, kamu bisa berada dalam posisi yang kurang ideal.

Kelima, ikut-ikutan tren.

Ini sering terjadi ketika pasar sedang ramai.

Padahal, keputusan investasi sebaiknya tetap berdasarkan tujuan, profil risiko, dan pemahaman terhadap produk.

FAQ Reksadana Indeks

Apa itu reksadana indeks?

Reksadana indeks adalah reksadana yang portofolionya mengacu pada indeks tertentu. Indeks tersebut dapat berupa indeks saham maupun indeks obligasi.

Apakah reksadana indeks aman?

Reksadana indeks tetap memiliki risiko investasi. Nilainya bisa naik dan turun mengikuti aset yang menjadi bagian dari indeks acuannya.

Apakah reksadana indeks bisa rugi?

Bisa. Jika nilai aset dalam indeks turun, nilai reksadana yang mengikutinya juga dapat mengalami penurunan.

Apakah reksadana indeks cocok untuk pemula?

Bisa menjadi salah satu pilihan untuk dipelajari pemula. Namun, tetap perlu disesuaikan dengan tujuan investasi dan profil risiko masing-masing.

Apa contoh indeks yang digunakan reksadana indeks?

Beberapa contoh indeks yang disebut OJK sebagai acuan reksadana indeks antara lain IDX30, LQ45, dan indeks MSCI.

Apa bedanya reksadana indeks dengan reksadana saham?

Reksadana indeks menggunakan strategi untuk mengikuti indeks tertentu. Sementara reksadana saham tidak harus menggunakan strategi mengikuti indeks dan dapat dikelola dengan strategi aktif.

Apakah reksadana indeks bisa menggunakan indeks syariah?

Bisa. OJK juga mengenal reksadana syariah indeks yang menggunakan indeks syariah sebagai acuannya.

Apakah reksadana indeks memberikan keuntungan tetap?

Tidak. Nilai investasi dapat naik atau turun. Tidak ada jaminan bahwa reksadana indeks akan memberikan keuntungan tetap.

Kesimpulan

Reksadana indeks adalah reksadana yang dirancang untuk mengikuti indeks tertentu.

Strateginya cenderung pasif.

Alih-alih mencoba mengalahkan pasar, portofolionya dibuat agar mengikuti benchmark yang sudah ditentukan.

Jenisnya juga beragam.

Ada yang mengikuti indeks saham. Ada yang menggunakan indeks obligasi. Ada juga reksadana syariah indeks yang menggunakan indeks syariah sebagai acuan.

Buat kamu yang tertarik, jangan cuma melihat nama produk atau return masa lalu.

Cek indeks acuannya.

Lihat isi portofolionya.

Pahami risikonya.

Perhatikan biaya.

Dan yang paling penting, sesuaikan dengan tujuan serta profil risiko kamu.

Dengan begitu, keputusan investasi bisa dibuat berdasarkan pemahaman, bukan sekadar ikut tren.

Kalau kamu ingin mempelajari lebih banyak soal investasi dan aset digital, kamu juga bisa mendapatkan edukasi melalui FLOQ.

Download aplikasi FLOQ di Play Store atau App Store. FLOQ aplikasi aset digital telah berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Baca Juga: NAB Reksadana adalah: Pengertian, Jenis, dan Cara Kerjanya

Disclaimer: Seluruh informasi yang disampaikan disusun oleh mitra industri dengan tujuan memberikan edukasi kepada pembaca. Kami menyarankan Anda untuk melakukan riset secara mandiri dan mempertimbangkan dengan matang sebelum melakukan transaksi.

Loading...
Blur 2

Belajar, Investasi, dan Tumbuh Bersama Kami

Jadilah bagian dari FLOQ. Mulai perjalanan investasimu dengan platform terpercaya dari hari pertama.

Google PlayApp Store
Blur 2Blur 2Device