Pasar Kripto Mulai Panas! Bitcoin Tembus $65.000, Ini Faktor Pendorongnya

Berita

10 Aug 2026

4 menit

Ditulis oleh: Bianda Ludwianto

Pattern 1
Article

Harga aset kripto kembali menguat pada Senin (10/8), dengan Bitcoin (BTC) kembali bertahan di atas level psikologis US$65.000. Kenaikan tersebut terjadi ketika arus dana institusional ke produk ETF kripto tetap kuat, meski sentimen pasar global masih dibayangi ketegangan geopolitik dan ketidakpastian regulasi di Amerika Serikat.

Mengacu pada data pasar, kapitalisasi pasar kripto global mencapai sekitar US$2,22 triliun, naik 0,60% dalam 24 jam terakhir.

Bitcoin diperdagangkan di kisaran US$65.224 atau naik 0,65% dalam 24 jam. Dalam sepekan, BTC telah menguat sekitar 4,29%.

Pergerakan positif juga terjadi pada sejumlah aset kripto utama. Ethereum (ETH) naik 0,43% dalam 24 jam dan 4,30% dalam sepekan ke US$1.925. Sementara itu, Solana (SOL) mencatat kenaikan 0,73% secara harian dan 6,04% dalam tujuh hari.
BNB turut menguat tipis 0,04% dalam 24 jam dan 3,71% selama sepekan.

Sebaliknya, XRP terkoreksi 0,31% dalam sehari dan 2,82% dalam tujuh hari terakhir.

Bitcoin Kembali di Atas US$65.000

Kembalinya Bitcoin ke atas US$65.000 menjadi salah satu faktor yang menopang pemulihan pasar kripto secara keseluruhan.

Kenaikan BTC menunjukkan bahwa permintaan terhadap aset kripto terbesar berdasarkan kapitalisasi pasar masih relatif kuat. Penguatan dalam sepekan juga memberikan momentum positif bagi aset digital lainnya.

Namun, pasar belum sepenuhnya masuk ke fase risk-on. Fear and Greed Index masih berada di level 41 yang menunjukkan sentimen investor cenderung berhati-hati.

Di tengah kenaikan harga, volatilitas pasar juga meningkat. Total likuidasi posisi trading kripto mencapai sekitar US$144,59 juta dalam 24 jam terakhir, naik 120%.
Lonjakan likuidasi tersebut menunjukkan bahwa pergerakan harga masih memberikan tekanan besar kepada trader dengan posisi leverage.

Dana Institusi Jadi Pendorong Utama

Dilaporkan Coingape, salah satu katalis terkuat di balik penguatan harga kripto adalah arus dana yang masuk ke produk ETF kripto spot di Amerika Serikat.

ETF Bitcoin spot mencatat arus dana masuk bersih sekitar US$854 juta sepanjang 3–7 Agustus 2026. Pada periode yang sama, ETF Ethereum spot membukukan inflow sekitar US$245 juta.

Arus dana positif tersebut sekaligus memperpanjang tren inflow menjadi lima minggu berturut-turut untuk ETF Bitcoin dan Ethereum.

Masuknya dana dalam jumlah besar ke produk investasi berbasis Bitcoin dan Ethereum menunjukkan bahwa minat investor institusional terhadap aset digital masih terjaga, meskipun sentimen pasar secara keseluruhan belum sepenuhnya bullish.

Selain Bitcoin dan Ethereum, produk ETF yang berkaitan dengan Solana, XRP, dan HYPE juga mencatat arus dana masuk selama periode tersebut.

Namun, perkembangan di sektor ETF tidak sepenuhnya positif. Grayscale diketahui menarik pengajuan ETF untuk Cardano (ADA), Hedera (HBAR), dan Polkadot (DOT) dengan mengajukan Form RW kepada Securities and Exchange Commission (SEC).

Penarikan tersebut tidak serta-merta menghilangkan optimisme terhadap perkembangan ETF kripto, terutama karena produk Bitcoin dan Ethereum masih mencatat arus dana positif secara konsisten.

Ketegangan Iran Jadi Risiko bagi Rally Kripto

Di sisi lain, kenaikan harga kripto masih menghadapi sejumlah risiko eksternal.
Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat, termasuk ketidakpastian terkait Selat Hormuz, menjadi salah satu faktor yang dapat membatasi minat investor terhadap aset berisiko.

Iran menyatakan pembicaraan mengenai kesepakatan yang berlangsung melalui Oman telah memasuki tahap akhir. Namun, Tehran mengatakan jalur Selat Hormuz belum akan dibuka kembali sebelum Washington memenuhi sejumlah tuntutan Iran.

Ketidakpastian tersebut berpotensi memberikan tekanan terhadap harga minyak dan ekspektasi inflasi global.

Jika harga energi meningkat tajam, pasar dapat kembali mengantisipasi tekanan inflasi yang lebih tinggi. Kondisi tersebut berpotensi mengurangi ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter dan menekan aset berisiko, termasuk cryptocurrency.

Dengan demikian, meski Bitcoin saat ini berhasil bertahan di atas US$65.000, risiko geopolitik masih menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan investor.

CLARITY Act Jadi Katalis Berikutnya

Selain arus dana ETF, perkembangan regulasi di Amerika Serikat juga menjadi perhatian pasar kripto.

Senate Majority Leader John Thune telah mengajukan cloture terhadap mosi untuk mempertimbangkan CLARITY Act. Langkah tersebut membuka jalur bagi pembahasan undang-undang struktur pasar aset digital ketika Senat kembali dari masa reses.

Pemungutan suara cloture dijadwalkan berlangsung pada 15 September pukul 14.15 waktu Eastern Time.

Namun, pemungutan suara tersebut bukan merupakan persetujuan akhir terhadap CLARITY Act. Cloture merupakan langkah prosedural untuk membatasi pembahasan dan melanjutkan proses legislasi.

Dukungan setidaknya 60 senator dibutuhkan agar cloture dapat lolos. Partai Republik saat ini menguasai 53 kursi di Senat sehingga masih membutuhkan dukungan dari tujuh senator Demokrat atau independen.

Ketidakpastian mengenai sejumlah ketentuan, termasuk aturan etika, masih dapat membuat proses negosiasi menjadi lebih kompleks.

Harga Kripto Hari Ini Masih Punya Ruang Menguat?

Bitcoin kembali berada di atas US$65.000 dan ETF mencatat inflow besar, momentum jangka pendek pasar kripto masih terlihat positif.

Namun, investor tetap perlu mencermati tiga faktor utama, yakni keberlanjutan arus dana ETF, perkembangan ketegangan Iran-Amerika Serikat, serta proses pembahasan CLARITY Act di Senat AS.

Jika arus dana institusional terus berlanjut dan risiko geopolitik mereda, Bitcoin berpotensi mempertahankan momentum penguatannya. Sebaliknya, peningkatan tekanan geopolitik atau perubahan ekspektasi kebijakan moneter dapat memicu volatilitas kembali.

Sementara Fear and Greed Index yang masih berada di level 41, pasar tampaknya belum berada dalam kondisi euforia. Artinya, kenaikan harga kripto saat ini lebih banyak ditopang oleh permintaan nyata melalui produk investasi institusional dibandingkan lonjakan spekulasi investor ritel.

Selain itu, kamu juga dapat belajar lebih dalam mengenai Bitcoin dan aset kripto lainnya melalui FLOQ Academy agar dapat mengambil keputusan investasi yang lebih bijak.

Download aplikasi FLOQ di Play Store atau App Store. FLOQ merupakan aplikasi aset digital yang telah berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Dapatkan informasi pasar, edukasi crypto, serta akses trading aset digital dalam satu aplikasi.

Baca juga: BOME Naik 22% Hari Ini (10/8)! Ini Level yang Wajib Dipantau

Disclaimer: Seluruh informasi yang disampaikan disusun oleh mitra industri dengan tujuan memberikan edukasi kepada pembaca. Kami menyarankan Anda untuk melakukan riset secara mandiri dan mempertimbangkan dengan matang sebelum melakukan transaksi.

Loading...
Blur 2

Belajar, Investasi, dan Tumbuh Bersama Kami

Jadilah bagian dari FLOQ. Mulai perjalanan investasimu dengan platform terpercaya dari hari pertama.

Google PlayApp Store
Blur 2Blur 2Device