Harga Hyperliquid (HYPE) berada di bawah tekanan pada perdagangan 24 September 2026. HYPE tercatat turun sekitar 5% dalam 24 jam ke area $91,26, di tengah koreksi pasar kripto dan aksi pelepasan posisi leverage dalam jumlah besar.
Tekanan terhadap HYPE terjadi bertepatan dengan debut perdagangan spot token tersebut di Binance. Binance secara resmi membuka perdagangan HYPE pada 24 September pukul 11.00 UTC atau 18.00 WIB, melalui pasangan HYPE/USDT, HYPE/USDC, dan HYPE/TRY. HYPE juga mendapatkan Seed Tag dari Binance yang menandakan aset tersebut memiliki risiko volatilitas lebih tinggi.
Data pasar menunjukkan harga HYPE sempat berada di sekitar $94 sebelum bergerak turun. Data historis Investing.com mencatat HYPE berada di kisaran $93,30 pada 24 September, dengan rentang harian sekitar $91,41–$94,88.
Whale Lepas Posisi Long HYPE Senilai $16,45 Juta
Salah satu faktor yang menjadi sorotan adalah aksi sebuah alamat besar di jaringan Hyperliquid yang menutup seluruh posisi long HYPE.
Menurut pemantauan TradingBeats yang dikutip Binance News, alamat 0x4e23 menutup posisi long sebanyak 178.800 HYPE, dengan nilai sekitar $16,45 juta pada 24 September. Posisi tersebut ditutup dengan kerugian sekitar $250.000.
Setelah keluar dari posisi leverage tersebut, alamat ini masih menyimpan sekitar 375 HYPE dalam posisi spot dan 10.100 HYPE yang di-staking.

Aksi tersebut juga memperlihatkan level harga yang kini menjadi perhatian. Alamat tersebut tercatat menempatkan order beli sekitar $6,38 juta di area $87–$89, sementara order jual sekitar $13,71 juta berada di kisaran $98–$101.
Dengan demikian, area $87–$89 dapat menjadi salah satu level yang perlu diperhatikan apabila tekanan jual berlanjut. Sebaliknya, zona $98–$101 menjadi area yang berpotensi menghadirkan tekanan jual jika HYPE kembali menguat.
Listing Binance Jadi Katalis, tetapi HYPE Malah Tertekan
Listing Binance sebelumnya menjadi salah satu katalis yang mendapat perhatian pasar karena membuka akses perdagangan spot HYPE pada salah satu bursa kripto terbesar.
Namun, pergerakan harga setelah listing menunjukkan respons yang berbeda. Salah satu interpretasi pasar adalah munculnya aksi profit taking atau sell the news, terutama karena ekspektasi terhadap listing telah muncul sebelum perdagangan spot benar-benar dibuka.
Binance mengumumkan tiga pasangan spot HYPE, yakni HYPE/USDT, HYPE/USDC, dan HYPE/TRY. Bursa tersebut juga menjadwalkan pembukaan penarikan HYPE pada 25 September 2026.
Artinya, katalis berupa listing Binance kini sudah terealisasi. Perhatian pasar berikutnya dapat bergeser kepada seberapa besar volume perdagangan spot baru tersebut mampu menghasilkan permintaan baru terhadap HYPE.
Tekanan Makro Ikut Membebani Pasar Kripto
Selain faktor spesifik HYPE, pelemahan aset digital juga berlangsung di tengah tekanan pada pasar aset berisiko.
Kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat menjadi salah satu faktor yang diperhatikan pelaku pasar. Dalam kondisi seperti ini, aset berisiko, termasuk aset kripto, dapat menghadapi tekanan ketika investor melakukan penyesuaian terhadap ekspektasi suku bunga dan kondisi likuiditas.
Karena itu, penurunan HYPE pada 24 September tidak hanya berkaitan dengan aksi satu pemegang besar, tetapi juga berlangsung bersamaan dengan kondisi pasar kripto yang lebih luas.
Analisa Harga HYPE Hari Ini

Secara teknikal, area $87–$89 menjadi level penting untuk diperhatikan. Berdasarkan data posisi yang dipantau pada alamat 0x4e23, terdapat akumulasi order beli di zona tersebut.
Jika HYPE mampu bertahan di atas area tersebut, harga berpotensi memasuki fase konsolidasi setelah volatilitas akibat listing Binance mereda.
Sebaliknya, apabila tekanan jual membawa HYPE menembus area $87, risiko pelemahan berikutnya dapat meningkat dengan target perhatian di sekitar $80.
Di sisi atas, area $98–$101 menjadi zona yang perlu diperhatikan karena terdapat order jual dalam jumlah besar dari alamat yang sama. Jika harga mampu melewati area tersebut dengan dukungan volume yang meningkat, pasar akan mendapatkan sinyal bahwa permintaan spot mulai menyerap tekanan jual.
Untuk jangka pendek, volume perdagangan HYPE setelah listing Binance menjadi salah satu indikator penting. Kenaikan volume yang disertai kemampuan harga bertahan di atas support dapat memberikan gambaran berbeda dibandingkan reli yang hanya didorong aktivitas derivatif.
HYPE Masih Punya Fundamental yang Menarik
Tekanan harga jangka pendek tersebut terjadi ketika Hyperliquid tetap menunjukkan aktivitas protokol yang cukup besar.
Sebelumnya, Hyperliquid juga melakukan mekanisme pembelian kembali dan pembakaran HYPE. Data yang dikutip Binance News pada 14 September menunjukkan sekitar 17.710 HYPE dibeli kembali dan dibakar dalam periode 24 jam, sementara akumulasi token yang telah dihapus dari peredaran mencapai sekitar 48,6 juta HYPE.
Dengan demikian, pergerakan harga HYPE saat ini memperlihatkan tarik-menarik antara faktor fundamental protokol, katalis listing Binance, aktivitas whale, dan kondisi makroekonomi.
Untuk perdagangan jangka pendek, area $87–$89 sebagai support dan $98–$101 sebagai resistance menjadi dua zona yang dapat dipantau untuk melihat arah pergerakan HYPE selanjutnya.
Bagi investor yang ingin memantau pergerakan dan trading Hyperliquid, maupun aset kripto lainnya secarareal-time, aplikasi FLOQ menyediakan data harga, grafik, serta berbagai aset digital yang dapat dipantau kapan saja. Selain itu, kamu juga dapat belajar lebih dalam mengenai aset kripto lainnya melalui FLOQ Academy agar dapat mengambil keputusan investasi yang lebih bijak.
Download aplikasi FLOQ di Play Store atau App Store. FLOQ merupakan aplikasi aset digital yang telah berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Dapatkan informasi pasar, edukasi crypto, serta akses trading aset digital dalam satu aplikasi.
Baca juga: FLOQ Hadir di BINUS Crypto Week 2026, Bawa Edukasi Aset Digital ke Kampus







