Harga Bitcoin Hari Ini (6/8) Peluang Tembus Rp1,18 Miliar? Akumulasi Whale Jadi Sinyal Bullish

Berita

06 Aug 2026

4 menit

Ditulis oleh: Bianda Ludwianto

Pattern 1
Article

Harga Bitcoin hari ini, Kamis (6/8), kembali menguat dan mulai menguji area resistance penting setelah bergerak dalam fase konsolidasi selama beberapa pekan. Di tengah pergerakan yang masih terbatas, data on-chain justru menunjukkan investor jangka panjang terus mengakumulasi BTC, memperkuat optimisme bahwa reli berikutnya masih berpeluang terjadi.

Berdasarkan data terbaru, harga Bitcoin berada di Rp1.156.118.116,93 atau naik sekitar 0,74%. Kapitalisasi pasar BTC kini mencapai sekitar Rp23.186 triliun, sementara volume perdagangan dalam 24 jam terakhir menyentuh Rp402 triliun, mencerminkan aktivitas transaksi yang tetap tinggi. Dalam 24 jam terakhir, Bitcoin mencatat kenaikan sekitar 0,24%. Secara bulanan, BTC masih menguat 1,95%, sedangkan dalam 60 hari terakhir naik 4,65%.

Namun jika dibandingkan tiga bulan lalu, harganya masih terkoreksi sekitar 18,94%, menandakan pasar masih berada dalam fase pemulihan. Secara teknikal, Bitcoin saat ini sedang mencoba keluar dari pola konsolidasi yang terbentuk sejak Juli. Selama area support di kisaran US$59.317 hingga US$62.436 tetap bertahan, analis menilai peluang terjadinya kenaikan lanjutan masih terbuka.

Dilaporkan Coinpedia, penurunan harga dari puncak Juli juga dinilai berlangsung secara bertahap dan tidak disertai tekanan jual yang agresif. Pola seperti ini umumnya dianggap sebagai fase jeda sebelum tren naik kembali berlanjut. Saat ini BTC sedang menguji batas atas trading channel. Resistance terdekat berada di area US$64.346 dan US$64.939.

Jika kedua level tersebut berhasil ditembus, perhatian pasar akan tertuju pada zona US$66.200 hingga US$66.300. Apabila breakout berhasil dikonfirmasi, Bitcoin berpotensi melanjutkan kenaikan menuju US$69.000 hingga US$72.000. Bahkan, dalam skenario yang lebih optimistis, target jangka menengah berada di kisaran US$76.000.

Meski demikian, investor tetap perlu mewaspadai potensi koreksi jangka pendek. Penurunan harga di bawah US$63.276dapat menjadi sinyal awal bahwa Bitcoin masih membutuhkan pullback sebelum kembali melanjutkan tren naiknya.

Baca juga: Apa Bedanya Tokenized Stocks dan Saham? Ini Penjelasan Lengkapnya

Investor Jangka Panjang Terus Borong Bitcoin

Di tengah harga yang masih bergerak sideways, data on-chain menunjukkan investor jangka panjang justru terus meningkatkan kepemilikan mereka.

Berdasarkan data CryptoQuant, kelompok Long-Term Holders (LTH) atau investor yang menyimpan Bitcoin selama sedikitnya enam bulan telah menambah sekitar 380.000 BTC dalam 30 hari terakhir. Dengan harga saat ini, nilai akumulasi tersebut diperkirakan mencapai sekitar US$24,3 miliar, atau hampir 2% dari total pasokan Bitcoin.

Data tersebut menunjukkan distribusi pasokan Bitcoin mulai beralih ke tangan investor yang memiliki keyakinan jangka panjang terhadap aset tersebut, meskipun harga masih bergerak di kisaran US$60.000 hingga US$65.000.

Selain itu, indikator Long-Term Holder SOPR (Spent Output Profit Ratio) kembali bergerak di atas level 1. Kondisi ini menunjukkan investor jangka panjang mulai merealisasikan keuntungan secara sehat, namun belum mengubah pandangan positif mereka terhadap prospek Bitcoin.

Pola serupa sebelumnya pernah terjadi pada pertengahan 2023 setelah persetujuan ETF Bitcoin spot di Amerika Serikat. Saat itu, arus dana institusional yang terus meningkat menjadi salah satu faktor pendorong reli Bitcoin hingga mencetak rekor harga baru.

Arus Dana ETF Masih Mengalir

Optimisme pasar juga didukung oleh meningkatnya minat investor institusional. Dalam lima hari perdagangan terakhir, ETF Bitcoin spot mencatat net inflow sebesar US$381,4 juta.

Arus dana tersebut menunjukkan permintaan institusional terhadap Bitcoin masih tetap kuat. Selama tren akumulasi ini berlanjut, tekanan jual diperkirakan tetap terbatas sehingga membuka peluang bagi Bitcoin untuk keluar dari fase konsolidasi menuju tren kenaikan yang lebih berkelanjutan.

Kesimpulan

Untuk saat ini, fokus pelaku pasar berada pada kemampuan Bitcoin menembus resistance di area US$64.900 hingga US$66.300. Breakout yang berhasil dikonfirmasi dapat membuka jalan menuju US$69.000 bahkan US$72.000 dalam beberapa waktu ke depan.

Di sisi lain, kuatnya akumulasi investor jangka panjang dan terus mengalirnya dana ke ETF Bitcoin spot menunjukkan fundamental pasar masih solid. Kombinasi faktor teknikal dan on-chain tersebut membuat prospek Bitcoin tetap positif, meski volatilitas jangka pendek masih berpotensi terjadi.

Pantau Harga Bitcoin Secara Real-Time di FLOQ

Pergerakan harga Bitcoin dapat berubah dengan cepat seiring sentimen pasar global, data ekonomi, maupun aktivitas investor institusional. Karena itu, investor membutuhkan platform yang menyediakan harga secara real-time sekaligus memudahkan transaksi.

Melalui aplikasi FLOQ, kamu bisa memantau harga Bitcoin secara langsung, membeli dan menjual aset kripto dengan mudah, serta mengakses berbagai artikel edukasi dan berita pasar terbaru. FLOQ telah berizin dan diawasi OJK, sehingga memberikan pengalaman investasi aset kripto yang aman dan nyaman. Selain itu, kamu juga dapat belajar lebih dalam mengenai Bitcoin dan aset kripto lainnya melalui FLOQ Academy agar dapat mengambil keputusan investasi yang lebih bijak.

Download aplikasi FLOQ di Play Storeatau App Store. FLOQ merupakan aplikasi aset digital yang telah berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Dapatkan informasi pasar, edukasi crypto, serta akses trading aset digital dalam satu aplikasi.

Baca juga: Bitcoin, ETH, dan XRP Bersiap Reli? Kesepakatan Hormuz Jadi Sorotan Pasar

FAQ

Berapa harga Bitcoin hari ini?

Harga Bitcoin saat artikel ini ditulis berada di sekitar Rp1,156 miliar per BTC dengan kenaikan sekitar 0,74%.

Mengapa harga Bitcoin naik hari ini?

Bitcoin menguat karena mulai menguji area resistance penting setelah fase konsolidasi. Selain itu, data on-chain menunjukkan investor jangka panjang masih terus mengakumulasi BTC.

Apa itu Long-Term Holders Bitcoin?

Long-Term Holders (LTH) adalah investor yang menyimpan Bitcoin selama minimal enam bulan tanpa menjualnya. Aktivitas akumulasi dari kelompok ini sering dianggap sebagai sinyal kepercayaan terhadap prospek jangka panjang Bitcoin.

Berapa target harga Bitcoin selanjutnya?

Resistance terdekat berada di kisaran US$64.346–US$64.939. Jika berhasil ditembus, target berikutnya berada di area US$66.200–US$66.300, kemudian berpotensi naik menuju US$69.000 hingga US$72.000.

Apakah sekarang saat yang tepat membeli Bitcoin?

Keputusan investasi tetap bergantung pada profil risiko masing-masing investor. Namun, banyak analis menilai prospek Bitcoin masih positif selama harga mampu bertahan di atas area support utama dan tren akumulasi investor jangka panjang terus berlanjut.

Disclaimer: Seluruh informasi yang disampaikan disusun oleh mitra industri dengan tujuan memberikan edukasi kepada pembaca. Kami menyarankan Anda untuk melakukan riset secara mandiri dan mempertimbangkan dengan matang sebelum melakukan transaksi.

Loading...
Blur 2

Belajar, Investasi, dan Tumbuh Bersama Kami

Jadilah bagian dari FLOQ. Mulai perjalanan investasimu dengan platform terpercaya dari hari pertama.

Google PlayApp Store
Blur 2Blur 2Device