Harga Bitcoin Hari Ini (10/8) Tembus $65.000, ETF Jadi Bensin Menuju $67.500?

Berita

10 Aug 2026

4 menit

Ditulis oleh: Bianda Ludwianto

Pattern 1
Article

Harga Bitcoin (BTC) kembali menunjukkan penguatan pada perdagangan hari ini, Senin (10/8). Bitcoin naik 0,62% dalam 24 jam ke level $65.156,51, mengungguli kenaikan tipis pasar kripto secara keseluruhan.

Penguatan harga Bitcoin kali ini terutama didorong oleh kembalinya minat investor institusional melalui produk ETF Bitcoin di Amerika Serikat. Arus dana masuk ETF yang kembali menguat memberikan sinyal bahwa permintaan institusional terhadap Bitcoin mulai pulih setelah periode konsolidasi.

Berdasarkan data SoSoValue, ETF Bitcoin spot mencatat net inflow sekitar $854 juta sepanjang pekan yang berakhir 7 Agustus 2026. Produk BlackRock, IBIT, menjadi kontributor terbesar dengan arus dana masuk sekitar $693 juta.
Lonjakan tersebut menjadi salah satu sinyal positif bagi pergerakan BTC karena aliran modal institusional dapat memberikan dukungan fundamental terhadap harga.

Selain ETF, kenaikan Bitcoin juga diperkuat oleh kondisi pasar derivatif. Dalam 24 jam terakhir, posisi Bitcoin senilai sekitar $23,89 juta mengalami likuidasi, dengan posisi short menyumbang sekitar $17,81 juta atau 75% dari total likuidasi.

Likuidasi posisi short tersebut memicu aksi beli paksa ketika trader menutup posisi yang merugi. Kondisi ini kemudian memperkuat tekanan beli dan mendorong harga Bitcoin bergerak lebih tinggi.

Bitcoin Hadapi Ujian di $65.800

Dari sisi teknikal, struktur harga Bitcoin masih menunjukkan kecenderungan bullish dalam jangka pendek. BTC saat ini berada di atas 7-day SMA di sekitar $64.429 dan 30-day SMA sekitar $64.319.

Level tersebut menjadi area support penting apabila terjadi koreksi.
Namun, Bitcoin masih menghadapi sejumlah resistance yang harus ditembus untuk membuka ruang kenaikan lebih lanjut. Salah satu level penting berada di sekitar $65.800.

Jika BTC mampu menembus dan mempertahankan harga di atas level tersebut, peluang Bitcoin melanjutkan kenaikan menuju area $67.500 kembali terbuka.

Level $67.500 juga menjadi perhatian pasar karena berkaitan dengan short-term holder realized price, yang saat ini berada di sekitar $67.523. Area tersebut berpotensi menjadi zona dengan tekanan jual lebih tinggi karena investor yang membeli Bitcoin dalam jangka pendek dapat memilih untuk merealisasikan keuntungan atau keluar di sekitar harga modal.

Sementara itu, dilaporkan Coinpedia, pasar prediksi Kalshi memberikan peluang sekitar 54% bagi Bitcoin untuk menembus $67.500 pada Agustus 2026. Namun, peluang tersebut menurun ketika target harga dinaikkan. Probabilitas Bitcoin mencapai $70.000 berada di sekitar 31%, sedangkan peluang menembus $72.500 hanya sekitar 13%.

Artinya, pasar masih melihat peluang pemulihan BTC, tetapi belum memperkirakan reli besar dalam waktu dekat.

ETF Bitcoin Jadi Sinyal Penting

Arus dana ETF menjadi salah satu indikator utama yang perlu diperhatikan investor dalam membaca arah Bitcoin selanjutnya.

Dalam sepekan, ETF Bitcoin mencatat arus masuk sekitar 11.792 BTC atau setara kurang lebih $754 juta berdasarkan data yang dikutip dalam analisis pasar. Angka tersebut menunjukkan permintaan institusional masih cukup kuat meskipun Bitcoin bergerak dalam fase konsolidasi.

Jika arus dana masuk ETF terus berlanjut, tekanan beli dari investor institusional berpotensi menjadi katalis bagi BTC untuk menguji kembali level resistance di atas $65.000.

Sebaliknya, apabila inflow ETF kembali melemah, Bitcoin berpotensi kehilangan salah satu sumber dukungan utama dalam reli terbarunya.

CPI AS Jadi Penentu Arah Bitcoin Berikutnya

Perhatian pasar selanjutnya akan tertuju pada rilis data inflasi konsumen Amerika Serikat (CPI) Juli pada Rabu, 12 Agustus 2026.

Data tersebut berpotensi menentukan ekspektasi pasar terhadap kebijakan suku bunga The Fed. Inflasi yang lebih rendah dari perkiraan dapat memperkuat harapan pelonggaran kebijakan moneter dan memberikan sentimen positif bagi aset berisiko seperti Bitcoin.

Sebaliknya, angka CPI yang lebih tinggi dari ekspektasi berpotensi kembali memicu kekhawatiran terhadap kebijakan moneter yang lebih ketat. Kondisi tersebut dapat menekan Bitcoin dan membuat BTC gagal menembus resistance $65.800.

Dari sisi teknikal, Bitcoin juga perlu mempertahankan area $65.000. Kegagalan bertahan di atas level tersebut dapat membuka ruang koreksi menuju area $64.975, yang menjadi pivot penting dalam pergerakan jangka pendek.

Dengan kombinasi inflow ETF yang kuat, short squeeze, serta posisi Bitcoin yang masih berada di atas moving average utama, momentum BTC saat ini masih cenderung bullish secara hati-hati.

Pertanyaan besarnya kini adalah apakah Bitcoin mampu menembus $65.800 dan melanjutkan perjalanan menuju $67.500, atau justru kembali terkoreksi jika data CPI AS memicu kekhawatiran baru mengenai arah suku bunga The Fed.

Investor perlu mencermati dua katalis utama dalam beberapa hari ke depan: arus dana Bitcoin ETF dan respons pasar terhadap data CPI AS.

Bagi investor yang ingin memantau pergerakan Bitcoin, maupun aset kripto lainnya secara real-time, aplikasi FLOQ menyediakan data harga, grafik, serta berbagai aset digital yang dapat dipantau kapan saja. Selain itu, kamu juga dapat belajar lebih dalam mengenai Bitcoin dan aset kripto lainnya melalui FLOQ Academy agar dapat mengambil keputusan investasi yang lebih bijak.

Download aplikasi FLOQ di Play Storeatau App Store. FLOQ merupakan aplikasi aset digital yang telah berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Dapatkan informasi pasar, edukasi crypto, serta akses trading aset digital dalam satu aplikasi.

Baca juga: Ethereum vs Bitcoin: Kenali Bedanya, Jangan Asal Beli!

Disclaimer: Seluruh informasi yang disampaikan disusun oleh mitra industri dengan tujuan memberikan edukasi kepada pembaca. Kami menyarankan Anda untuk melakukan riset secara mandiri dan mempertimbangkan dengan matang sebelum melakukan transaksi.

Loading...
Blur 2

Belajar, Investasi, dan Tumbuh Bersama Kami

Jadilah bagian dari FLOQ. Mulai perjalanan investasimu dengan platform terpercaya dari hari pertama.

Google PlayApp Store
Blur 2Blur 2Device