Analisis Harga Bitcoin Hari Ini (23/9): Bakal Lanjut ke $90 Ribu?

Berita

23 Sep 2026

4 menit

Ditulis oleh: Bianda Ludwianto

Pattern 1
Article

Harga Bitcoin (BTC) kembali menguat dan bergerak di sekitar level US$86.000 setelah mencatat reli tajam dalam beberapa hari terakhir. Pergerakan tersebut didorong oleh kombinasi aksi short squeeze di pasar derivatif dan meningkatnya permintaan dari investor institusional melalui ETF Bitcoin spot di Amerika Serikat.

Berdasarkan data pasar yang dikutip Coinpedia, harga BTC berada di sekitar US$86.192,25, naik 0,81% dalam 24 jam terakhir. Bitcoin sebelumnya sempat mencapai level sekitar US$87.000 dan kini memasuki fase konsolidasi setelah mencatat level tertinggi dalam sekitar tujuh bulan.

Pergerakan Bitcoin juga menunjukkan korelasi sekitar 80% dengan Nasdaq-100 (QQQ), mengindikasikan bahwa aset kripto tersebut masih bergerak searah dengan sentimen terhadap aset teknologi dan pertumbuhan.

Short Squeeze Dorong Bitcoin Naik

Salah satu faktor utama di balik reli Bitcoin adalah likuidasi posisi short dalam jumlah besar.

Data CoinGlass yang dikutip dalam laporan tersebut menunjukkan sekitar US$647,9 juta posisi short Bitcoin dilikuidasi dalam 24 jam. Posisi short yang terpaksa ditutup membuat trader harus membeli kembali BTC, sehingga menciptakan tekanan beli tambahan dan mempercepat kenaikan harga.

Sebelumnya, terdapat konsentrasi posisi short di kisaran US$82.000 hingga US$86.000. Ketika Bitcoin menembus area tersebut, likuidasi terjadi secara beruntun dan memperkuat momentum kenaikan.

Meski demikian, reli yang didorong short squeeze perlu dicermati karena sebagian kenaikan berasal dari pembelian paksa akibat posisi leverage yang terlikuidasi.

ETF Bitcoin Jadi Penopang Permintaan

Selain pasar derivatif, arus dana ETF Bitcoin spot juga menjadi faktor penting dalam menjaga momentum harga BTC.

ETF Bitcoin spot di AS tercatat menerima hampir US$1 miliar dana masuk pada 21 September 2026. Angka tersebut menjadi salah satu arus masuk harian terbesar sejak Oktober 2025.

Kenaikan arus dana ETF terjadi bersamaan dengan penguatan Bitcoin dari area US$80.000 menuju US$85.000–US$87.000. Permintaan dari produk investasi institusional tersebut memberikan tambahan tekanan beli di pasar spot.

Dalam beberapa sesi perdagangan sebelumnya, ETF Bitcoin juga dilaporkan membeli lebih dari 12.000 BTC dalam satu sesi dan kembali mencatat pembelian lebih dari 8.000 BTC pada sesi berikutnya.

Kondisi tersebut membuat reli Bitcoin tidak hanya bergantung pada aksi short covering, tetapi juga mendapatkan dukungan dari permintaan spot.

Analisis Harga BTC Hari Ini: Level $86 Ribu Jadi Kunci

Dari sisi teknikal, Bitcoin saat ini menghadapi fase konsolidasi setelah mengalami kenaikan cepat.

Level US$86.182 menjadi area support terdekat yang perlu diperhatikan. Selama BTC mampu bertahan di atas level tersebut, harga berpeluang kembali menguji swing high di sekitar US$87.265.

Jika mampu menembus area tersebut, perhatian pasar kemudian dapat bergeser ke zona resistensi berikutnya di sekitar US$88.000–US$90.000.

Sebaliknya, apabila Bitcoin kehilangan support US$86.182, harga berpotensi mengalami koreksi menuju area US$85.562.

Indikator Relative Strength Index (RSI) berada di sekitar 50,06, yang menunjukkan momentum jangka pendek masih relatif netral. Kondisi tersebut membuka peluang bagi Bitcoin untuk melanjutkan kenaikan maupun mengalami konsolidasi lebih lanjut.

Bitcoin Berhadapan dengan Resistensi $88.000–$90.000

Kenaikan menuju US$87.000 belum berarti Bitcoin terbebas dari tekanan jual. Pemegang BTC jangka pendek dilaporkan mulai merealisasikan keuntungan pada area harga saat ini.

Tekanan jual berpotensi meningkat di kisaran US$86.000–US$88.000, sebelum Bitcoin menghadapi zona resistensi yang lebih kuat di sekitar US$88.000–US$90.000.

Area tersebut juga berkaitan dengan level moving average 100 minggu. Penutupan mingguan atau bulanan yang konsisten di atas zona tersebut dapat menjadi perhatian penting dalam membaca kelanjutan struktur harga Bitcoin.

Sementara itu, Fidelity International menilai Bitcoin berpotensi memasuki fase bull market baru apabila mampu mempertahankan harga di atas sekitar US$85.500.

Di sisi lain, pendiri CryptoQuant Ki Young Ju sebelumnya menyampaikan bahwa investor tidak seharusnya mengharapkan kenaikan Bitcoin hingga 10 kali lipat dalam satu siklus. Ia memperkirakan skenario kenaikan 3–5 kali lipat lebih mungkin terjadi dalam siklus bullish berikutnya.

Altcoin Mulai Ikut Bergerak

Reli Bitcoin juga mulai diikuti oleh penguatan sejumlah altcoin. Kondisi ini memunculkan indikasi awal terjadinya rotasi dana dari Bitcoin menuju aset kripto lainnya.

Beberapa aset mencatat kenaikan signifikan dalam sepekan terakhir. Near Protocol (NEAR), misalnya, dilaporkan naik sekitar 90% dalam tujuh hari dan 126% dalam satu bulan. Uniswap (UNI) menguat sekitar 44% dalam sepekan dan 100% dalam sebulan.

Avalanche (AVAX) juga mencatat kenaikan sekitar 50% dalam sepekan. Sementara itu, Dogecoin (DOGE) naik 22%, Cardano (ADA) 24%, Chainlink (LINK) 16%, dan Hyperliquid (HYPE) 26%.

Ethereum (ETH) juga bergerak menuju area US$2.600–US$2.800, sedangkan XRP mencatat kenaikan sekitar 13%.

Meski demikian, pergerakan tersebut belum cukup untuk memastikan bahwa altcoin season telah dimulai. Indeks altcoin season masih berada di antara fase Bitcoin season dan altcoin season.

Penurunan dominasi Bitcoin sejak 25 Juli serta kenaikan kapitalisasi pasar altcoin di luar Bitcoin dan 10 aset terbesar menjadi sejumlah indikator yang menunjukkan adanya perubahan momentum. Namun, indikator tersebut masih perlu dikonfirmasi oleh pergerakan pasar berikutnya.

Data ETF Berikutnya Jadi Perhatian

Untuk jangka pendek, pasar akan mencermati dua faktor utama, yakni kemampuan Bitcoin mempertahankan level US$86.182 dan perkembangan arus dana ETF Bitcoin spot.

Jika support tersebut bertahan dan arus masuk ETF tetap kuat, Bitcoin berpotensi kembali menguji area US$87.265 hingga zona US$88.000–US$90.000.

Sebaliknya, pelemahan di bawah US$86.182 dapat membuka ruang koreksi menuju sekitar US$85.562.

Dengan demikian, pergerakan BTC saat ini menunjukkan momentum positif yang sedang memasuki fase konsolidasi. Arah selanjutnya akan sangat bergantung pada apakah permintaan spot mampu mempertahankan harga setelah efek short squeeze mulai mereda.

Bagi investor yang ingin memantau pergerakan dan trading Bitcoin, maupun aset kripto lainnya secarareal-time, aplikasi FLOQ menyediakan data harga, grafik, serta berbagai aset digital yang dapat dipantau kapan saja. Selain itu, kamu juga dapat belajar lebih dalam mengenai aset kripto lainnya melalui FLOQ Academy agar dapat mengambil keputusan investasi yang lebih bijak.

Download aplikasi FLOQ di Play Store atau App Store. FLOQ merupakan aplikasi aset digital yang telah berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Dapatkan informasi pasar, edukasi crypto, serta akses trading aset digital dalam satu aplikasi.

Baca juga: FLOQ Hadir di BINUS Crypto Week 2026, Bawa Edukasi Aset Digital ke Kampus

Disclaimer: Seluruh informasi yang disampaikan disusun oleh mitra industri dengan tujuan memberikan edukasi kepada pembaca. Kami menyarankan Anda untuk melakukan riset secara mandiri dan mempertimbangkan dengan matang sebelum melakukan transaksi.

Loading...
Blur 2

Belajar, Investasi, dan Tumbuh Bersama Kami

Jadilah bagian dari FLOQ. Mulai perjalanan investasimu dengan platform terpercaya dari hari pertama.

Google PlayApp Store
Blur 2Blur 2Device