Analisa Bitcoin Hari Ini (3/9): BTC Kembali Menguat Tembus US$78.000

Berita

03 Sep 2026

3 menit

Ditulis oleh: Bianda Ludwianto

Pattern 1
Article

Harga Bitcoin (BTC) hari ini, Kamis (3/9) kembali menguat pada perdagangan Kamis (3/9/2026) setelah muncul laporan bahwa Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump tengah berdiskusi dengan para penasihat senior mengenai kemungkinan mengakhiri perang AS-Iran.

Bitcoin naik lebih dari 1% dalam beberapa jam terakhir dan kembali berada di atas level US$77.000. Pergerakan ini terjadi ketika pasar juga mencermati perkembangan konflik di Timur Tengah serta dampaknya terhadap harga minyak dan kebijakan The Fed.

Menurut laporan The Wall Street Journal yang dikutip CoinGape, Trump secara pribadi membahas dengan sejumlah penasihat kemungkinan untuk secara resmi menyatakan perang AS-Iran berakhir. Trump disebut mendukung gagasan tersebut.

Trump juga meyakini tekanan ekonomi yang berkelanjutan dapat memaksa pemerintah Iran membongkar program nuklirnya atau menghadapi risiko keruntuhan rezim.

Namun, situasi di Timur Tengah masih belum sepenuhnya mereda. Pasukan Iran dilaporkan melancarkan serangan rudal dan drone terhadap sejumlah fasilitas militer AS di beberapa negara, termasuk fasilitas di Kuwait. Hingga laporan tersebut diterbitkan, AS belum memberikan respons terhadap serangan terbaru tersebut.

Harga Minyak Jadi Perhatian Pasar

Salah satu faktor yang menjadi perhatian investor adalah kenaikan harga minyak akibat eskalasi konflik. Harga minyak mentah WTI berada di bawah US$91 per barel, sedangkan Brent diperdagangkan di sekitar US$95 per barel pada Kamis.

Kenaikan harga minyak meningkatkan kekhawatiran terhadap inflasi AS. Jika tekanan inflasi kembali meningkat, pasar dapat memperkirakan ruang pelonggaran kebijakan moneter The Fed menjadi semakin terbatas.

Meski demikian, pernyataan Presiden Federal Reserve Bank of New York John Williams memberikan sedikit sentimen positif bagi aset berisiko. Williams menilai kenaikan imbal hasil Treasury AS lebih banyak dipengaruhi oleh kuatnya perekonomian AS serta besarnya investasi di sektor kecerdasan buatan (AI) dan teknologi, bukan semata-mata karena kekhawatiran inflasi.

Kondisi tersebut membantu Bitcoin mempertahankan momentum pemulihannya.

Bitcoin Kembali Dekati US$78.000

Bitcoin saat ini diperdagangkan di sekitar US$77.730, naik lebih dari 1% dalam beberapa jam terakhir. Dalam trading intraday, BTC sempat menyentuh level terendah US$76.297 sebelum naik hingga US$77.830.

Namun, aktivitas pasar masih relatif hati-hati. Volume perdagangan Bitcoin tercatat turun sekitar 12% dalam 24 jam terakhir menjelang rilis data ketenagakerjaan AS pada Jumat.

Data Non-Farm Payrolls (NFP) menjadi perhatian penting karena dapat memberikan petunjuk tambahan mengenai arah kebijakan suku bunga The Fed.

Jika data tenaga kerja menunjukkan pelemahan ekonomi, ekspektasi terhadap pelonggaran kebijakan moneter dapat kembali meningkat. Kondisi tersebut berpotensi menjadi katalis positif bagi Bitcoin dan aset berisiko lainnya.

Sebaliknya, data tenaga kerja yang terlalu kuat dapat memperkuat alasan bagi The Fed untuk mempertahankan kebijakan moneter ketat lebih lama.

Akankah Bitcoin Tembus US$85.000?

Selain faktor makroekonomi, pelaku pasar juga masih melihat peluang Bitcoin untuk melanjutkan kenaikan dalam beberapa bulan ke depan.

Data dari Polymarket menunjukkan sekitar 63% pelaku pasar memprediksi Bitcoin dapat mencapai US$85.000 pada 31 Desember 2026.

Meski demikian, perkembangan perang AS-Iran masih menjadi faktor risiko utama. Setiap eskalasi baru dapat kembali mendorong harga minyak lebih tinggi, meningkatkan kekhawatiran inflasi, dan menekan aset berisiko.

Sebaliknya, jika AS dan Iran benar-benar bergerak menuju penghentian konflik, meredanya tekanan geopolitik dapat memberikan ruang bagi investor untuk kembali meningkatkan eksposur terhadap aset berisiko, termasuk Bitcoin.

Dengan demikian, pergerakan BTC selanjutnya akan sangat bergantung pada kombinasi perkembangan konflik Timur Tengah, harga minyak, data ekonomi AS, serta ekspektasi terhadap kebijakan The Fed.

Bagi investor yang ingin memantau pergerakan Bitcoin, maupun aset kripto lainnya secara real-time, aplikasi FLOQ menyediakan data harga, grafik, serta berbagai aset digital yang dapat dipantau kapan saja. Selain itu, kamu juga dapat belajar lebih dalam mengenai Bitcoin dan aset kripto lainnya melalui FLOQ Academy agar dapat mengambil keputusan investasi yang lebih bijak.

Download aplikasi FLOQ di Play Store atau App Store. FLOQ merupakan aplikasi aset digital yang telah berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Dapatkan informasi pasar, edukasi crypto, serta akses trading aset digital dalam satu aplikasi.

Baca juga: Arbitrum (ARB) Naik 17%, Ada Katalis Besar dari Robinhood Chain

Disclaimer: Seluruh informasi yang disampaikan disusun oleh mitra industri dengan tujuan memberikan edukasi kepada pembaca. Kami menyarankan Anda untuk melakukan riset secara mandiri dan mempertimbangkan dengan matang sebelum melakukan transaksi.

Loading...
Blur 2

Belajar, Investasi, dan Tumbuh Bersama Kami

Jadilah bagian dari FLOQ. Mulai perjalanan investasimu dengan platform terpercaya dari hari pertama.

Google PlayApp Store
Blur 2Blur 2Device