Standard Chartered: Target UNI $100 Terlalu Rendah, Ada Potensi Lebih Tinggi

Altcoin

14 Aug 2026

4 menit

Ditulis oleh: Bianda Ludwianto

Pattern 1
Article

Prospek harga Uniswap (UNI) kembali menjadi sorotan setelah analis Standard Chartered, Geoffrey Kendrick, mengisyaratkan bahwa target harga UNI sebesar US$100 pada 2030 yang sebelumnya dipatok bank tersebut kini berpotensi terlalu rendah.

Perubahan pandangan tersebut muncul setelah aktivitas perdagangan di Robinhood Chain dalam enam pekan terakhir menunjukkan kontribusi besar terhadap pendapatan Uniswap. Kendrick menilai perkembangan tersebut dapat memperkuat mekanisme buyback and burn UNI dan berpotensi mengubah perhitungan valuasi token dalam jangka panjang.

Dalam catatan terbarunya, Kendrick bahkan menulis, “I fear my 2030 UNI target of USD100 is too low!

Sebelumnya, pada Juni 2026, Standard Chartered menetapkan target UNI sebesar US$100 untuk 2030. Target tersebut mencerminkan potensi kenaikan sekitar 37 kali lipat dari level harga saat itu, dengan asumsi pertumbuhan aset di sektor decentralized finance (DeFi) dan meningkatnya aktivitas Uniswap.

Uniswap Kuasai Mayoritas Volume Robinhood Chain

Salah satu faktor utama yang membuat Standard Chartered kembali memperhitungkan prospek UNI adalah performa Uniswap di Robinhood Chain.
Robinhood Chain mulai beroperasi pada 2 Juli 2026. Berdasarkan data DefiLlama yang dikutip dalam analisis tersebut, Uniswap menyumbang sekitar 76,5% dari total aktivitas perdagangan di jaringan tersebut.

Dalam satu hari, pool Uniswap mencatat volume sekitar US$409 juta. Aktivitas tersebut menghasilkan pendapatan biaya yang signifikan.

Dari total biaya harian Robinhood Chain sekitar US$2,28 juta, Uniswap mengumpulkan sekitar US$1,81 juta, atau setara dengan 78,8% dari total fee jaringan.

Dikutip BeInCrypto, dominasi tersebut menjadi penting karena Uniswap kini memiliki mekanisme yang mengarahkan sebagian pendapatannya untuk membeli kembali dan membakar token UNI.

Mekanisme buyback and burn tersebut mulai diterapkan pada Desember 2025. Sementara itu, mekanisme tambahan yang berkaitan dengan Robinhood Chain mulai berjalan pada 27 Juli 2026.

Menurut Kendrick, peningkatan aktivitas tersebut membuat laju pembakaran token UNI mencapai sekitar US$90 juta per tahun.

Jika menggunakan harga UNI sekitar US$3,48, US$90 juta setara dengan pembelian sekitar 25,7 juta UNI. Dengan jumlah pasokan beredar sekitar 624 juta UNI, tingkat pembakaran tersebut setara dengan sekitar 4,1% dari circulating supply per tahun.

Sejak diluncurkan, Uniswap telah memiliki pasokan awal sebesar 1 miliar UNI. Sekitar 109 juta UNI disebut telah dihancurkan melalui mekanisme burn.

Burn UNI Jadi Faktor Penting

Kendrick menilai laju burn tersebut dapat menjadi salah satu faktor struktural yang mendukung harga UNI dalam jangka panjang.

Bahkan jika harga UNI mencapai target akhir 2026 sebesar US$6,50 yang sebelumnya diproyeksikan Standard Chartered, tingkat pembakaran token masih diperkirakan berada di sekitar 2,2% dari pasokan beredar per tahun.

Kondisi ini berpotensi mengubah narasi lama mengenai UNI yang selama ini menghadapi tekanan akibat suplai token dan rendahnya nilai yang kembali kepada pemegang token.

Dengan semakin besar pendapatan protokol yang digunakan untuk membeli dan membakar UNI, pertumbuhan aktivitas Uniswap berpotensi secara langsung mengurangi jumlah token yang beredar.

Ada Satu Catatan dalam Analisis Standard Chartered

Meski demikian, tidak seluruh angka dalam analisis Kendrick sesuai dengan data on-chain yang tersedia.

Kendrick memperkirakan total value locked (TVL) Robinhood Chain berada sedikit di bawah US$1 miliar. Sementara itu, data DefiLlama menunjukkan sekitar US$506,97 juta aset berada di dalam aplikasi-aplikasi pada jaringan tersebut.
Jika menggunakan ukuran yang lebih luas, termasuk aset yang telah dijembatani (bridged) ke jaringan, nilainya mencapai sekitar US$1,55 miliar.

Artinya, angka yang digunakan Kendrick berada di antara kedua pengukuran tersebut.

Namun, perbedaan TVL dinilai tidak terlalu mengubah tesis utama terkait pendapatan Uniswap. Pasalnya, fee terutama berasal dari aktivitas perdagangan, bukan semata-mata dari jumlah aset yang tersimpan di jaringan.

Menariknya, Uniswap hanya menguasai sekitar 16,3% dari nilai yang terkunci di Robinhood Chain, tetapi mampu mengambil hampir 80% dari total fee jaringan.

Uniswap Hadapi Ancaman Kompetitor

Dominasi Uniswap di Robinhood Chain juga tidak berarti tanpa risiko.
Pada 5 Agustus 2026, Uniswap meluncurkan Pools.trade, sebuah fitur yang memungkinkan pengguna membuat token dan langsung memasukkannya ke dalam pool Uniswap.

Platform tersebut menawarkan opsi peluncuran melalui periode bidding selama empat jam maupun peluncuran secara instan. Biaya yang dikenakan juga relatif rendah, dengan sekitar 0,25% diberikan kepada penyedia likuiditas.

Strategi tersebut kemudian mendapat respons dari kompetitor. Pengembang pseudonim 0xDeployer tengah mengembangkan platform launchpad pesaing bersama SushiSwap dan menuding Uniswap berusaha menguasai seluruh ekosistem perdagangan di Robinhood Chain.

Namun, dari sisi volume, kompetitor tersebut masih tertinggal jauh.
SushiSwap hanya menyumbang sekitar 0,45% volume perdagangan Robinhood Chain, berbanding sekitar 76,5% yang dikuasai Uniswap.

Persaingan ini menunjukkan bahwa salah satu tantangan terbesar bagi tesis harga UNI bukan hanya pertumbuhan volume Robinhood Chain, tetapi juga kemampuan Uniswap mempertahankan pangsa pasar tersebut.

Target UNI US$100 Masih Bergantung pada Volume

Perubahan pandangan Standard Chartered memberikan sinyal bullish terhadap UNI, terutama karena mekanisme buyback and burn mulai menunjukkan dampak yang lebih signifikan.

Namun, ada faktor penting yang perlu diperhatikan investor. Sebagian besar volume yang menopang pendapatan Uniswap di Robinhood Chain berasal dari aktivitas trader yang secara teori dapat berpindah ke platform lain.

Dengan demikian, semakin besar volume perdagangan tidak otomatis berarti pendapatan Uniswap akan bertahan dalam jangka panjang.

Target US$100 untuk UNI pada 2030 kini bahkan dianggap terlalu rendah oleh Kendrick. Namun, apakah UNI benar-benar mampu melampaui target tersebut akan sangat bergantung pada kemampuan Uniswap mempertahankan dominasi volume, meningkatkan pendapatan, serta menjaga laju buyback and burn token.

Jika tren tersebut berlanjut, mekanisme deflasi UNI dapat menjadi salah satu katalis utama yang mengubah prospek valuasi token dalam beberapa tahun ke depan.

Kamu juga dapat belajar lebih dalam mengenai Bitcoin dan aset kripto lainnya melalui FLOQ Academy agar dapat mengambil keputusan investasi yang lebih bijak.

Download aplikasi FLOQ di Play Store atau App Store. FLOQ merupakan aplikasi aset digital yang telah berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Dapatkan informasi pasar, edukasi crypto, serta akses trading aset digital dalam satu aplikasi.

Baca juga: Harga Cosmos (ATOM) Hari Ini Melejit 9,5% ke $1,54, Ada Sinyal Bakal Tembus $1,62?

Disclaimer: Seluruh informasi yang disampaikan disusun oleh mitra industri dengan tujuan memberikan edukasi kepada pembaca. Kami menyarankan Anda untuk melakukan riset secara mandiri dan mempertimbangkan dengan matang sebelum melakukan transaksi.

Loading...
Blur 2

Belajar, Investasi, dan Tumbuh Bersama Kami

Jadilah bagian dari FLOQ. Mulai perjalanan investasimu dengan platform terpercaya dari hari pertama.

Google PlayApp Store
Blur 2Blur 2Device