
Programmable Privacy
Apa Itu Programmable Privacy?
Sahabat Floq, Programmable Privacy adalah fitur dalam teknologi blockchain yang memungkinkan pengguna mengontrol sejauh mana data mereka dapat diakses atau dibagikan melalui logika smart contract. Dengan programmable privacy, pengguna dapat menentukan bagian mana dari transaksi atau data mereka yang bersifat publik dan bagian mana yang tetap privat.
Konsep ini menyatukan dua hal yang sebelumnya saling bertolak belakang: transparansi blockchain dan privasi pengguna, menciptakan sistem yang fleksibel sesuai kebutuhan regulasi, bisnis, maupun personal.
Bagaimana Cara Kerja Programmable Privacy?
Berikut cara kerja programmable privacy agar Kamu memahaminya dengan mudah:
Integrasi Smart Contract dengan Privacy Protocol
Programmable privacy menggunakan smart contract yang terintegrasi dengan protokol privasi seperti zk-SNARK, zk-STARK, atau ring signature untuk menentukan data apa saja yang dienkripsi dan disembunyikan.
Kontrol Akses Data
Pengguna dapat mengatur melalui smart contract siapa saja yang diizinkan mengakses data tertentu. Misalnya hanya pihak auditor atau regulator yang dapat melihat data transaksi tertentu tanpa membuka data kepada publik.
Selective Disclosure
Programmable privacy mendukung selective disclosure, yaitu kemampuan membagikan sebagian data untuk verifikasi tertentu tanpa membuka keseluruhan data (zero-knowledge proof).
On-Chain dan Off-Chain Privacy
Sistem ini dapat mengatur privasi data on-chain melalui enkripsi dan off-chain dengan integrasi data external tanpa melanggar kerahasiaan pengguna.
Dynamic Privacy Rules
Aturan privasi dapat diprogram untuk berubah sesuai kondisi tertentu, seperti waktu, hasil voting DAO, atau persetujuan multi-party dalam smart contract.
Mengapa Programmable Privacy Penting?
Programmable privacy memiliki peran strategis dalam pengembangan blockchain dan Web3 karena:
1. Menggabungkan Transparansi dan Privasi
Blockchain bersifat transparan untuk audit dan verifikasi, sementara programmable privacy memungkinkan privasi data pengguna tetap terjaga sesuai kebutuhan.
2. Mendukung Compliance Regulasi
Dengan fitur selective disclosure, perusahaan dapat memenuhi regulasi (misalnya KYC atau AML) tanpa harus membuka seluruh data pengguna ke publik.
3. Meningkatkan Keamanan Data
Programmable privacy melindungi data sensitif seperti identitas, financial record, atau strategi bisnis di blockchain dari pengintaian publik yang tidak diperlukan.
4. Membuka Use Case Baru di Enterprise Blockchain
Perusahaan dapat menggunakan blockchain untuk supply chain, settlement, atau identity management dengan privasi terprogram sesuai SOP internal dan regulasi industri.
5. Mendukung Inovasi Web3
Programmable privacy menjadi pondasi penting untuk aplikasi DeFi, DAO, NFT, dan metaverse yang memerlukan perlindungan data user sekaligus transparansi untuk trustless ecosystem.
Contoh implementasi programmable privacy adalah Aztec Network yang menggunakan zk-rollup dengan privacy programmable smart contract di Ethereum, serta Secret Network yang menyediakan private smart contract untuk dApps Web3.
Dengan memahami Programmable Privacy, Sahabat Floq dapat melihat bagaimana blockchain berkembang menjadi sistem yang tidak hanya transparan, tetapi juga menghargai dan melindungi privasi pengguna dalam ekosistem digital terdesentralisasi.
Disclaimer: Seluruh informasi yang disampaikan disusun oleh mitra industri dengan tujuan memberikan edukasi kepada pembaca. Kami menyarankan Anda untuk melakukan riset secara mandiri dan mempertimbangkan dengan matang sebelum melakukan transaksi.
Bagikan melalui:

Kosakata Selanjutnya
Proof Market
Pasar terdesentralisasi di mana individu atau entitas dapat membeli atau menjual bukti atas klaim tertentu, seperti bukti kerja atau kontribusi. Berkontribusi pada transparansi dan akuntabilitas Web3.
Proof of Attendance Protocol
Sistem berbasis blockchain yang mencatat kehadiran individu dalam acara atau aktivitas digital melalui Non-Fungible Token (NFT) unik. Memberikan sertifikat keikutsertaan yang tidak dapat dipalsukan.
Proof of Authority (PoA)
Mekanisme konsensus di mana transaksi dan blok divalidasi oleh node tepercaya yang telah disetujui sebelumnya. Cocok untuk jaringan privat atau perusahaan yang membutuhkan efisiensi dan kontrol tinggi.
Proof of Burn (PoB)
Versi formal dari mekanisme Proof-of-Burn yang mengukur kepemilikan dan komitmen melalui pembakaran aset. Umumnya digunakan untuk menciptakan token baru atau mengatur distribusi blok.
Proof of Developer (PoD)
Skema untuk membuktikan bahwa proyek blockchain benar-benar memiliki tim pengembang aktif. Membantu pengguna menghindari penipuan dari proyek palsu atau anonim.


