
Pegged Currency
Apa Itu Pegged Currency?
Sahabat Floq, Pegged Currency adalah mata uang, baik digital maupun fiat, yang nilainya dijaga tetap terhadap nilai mata uang acuan lainnya, seperti United States Dollar (USD) atau Euro (EUR). Pegged Currency menjaga nilai tukarnya agar stabil dengan rasio tertentu terhadap mata uang acuan, sehingga mengurangi risiko fluktuasi yang tinggi.
Contoh paling umum dari Pegged Currency adalah stablecoin seperti USDT atau USDC yang nilainya dipatok ke USD dengan rasio 1:1. Dalam sistem fiat, Hong Kong Dollar (HKD) juga merupakan Pegged Currency karena nilainya dipatok di kisaran tertentu terhadap USD oleh otoritas moneter Hong Kong.
Bagaimana Cara Kerja Pegged Currency?
Pegged Currency bekerja melalui beberapa mekanisme bergantung pada jenis mata uang dan kebijakan penerbitnya. Berikut cara kerjanya secara umum:
Cadangan Mata Uang Acuan
Untuk menjaga peg, penerbit Pegged Currency menyimpan cadangan mata uang acuan yang nilainya setara dengan jumlah Pegged Currency yang beredar. Misalnya, stablecoin USDC menyimpan cadangan USD di bank kustodian sebagai jaminan agar nilai token tetap stabil 1:1 terhadap USD.
Intervensi Pasar oleh Bank Sentral
Dalam fiat currency, bank sentral negara dengan Pegged Currency akan melakukan intervensi di pasar forex dengan membeli atau menjual cadangan mata uang acuan mereka untuk menjaga nilai tukar tetap stabil pada kisaran yang telah ditetapkan.
Algoritma Smart Contract
Pada stablecoin algoritmik, peg dijaga melalui smart contract yang secara otomatis menyeimbangkan supply dan demand dengan mekanisme mint dan burn. Jika harga Pegged Currency turun di bawah nilai acuan, supply akan dikurangi agar harga naik kembali.
Penukaran Langsung
Pegged Currency biasanya dapat ditukar secara langsung dengan mata uang acuannya melalui platform resmi penerbit atau liquidity provider, sehingga memastikan peg tetap terjaga.
Mengapa Pegged Currency Penting?
Pegged Currency memiliki peran strategis dalam sistem keuangan tradisional maupun crypto karena:
1. Menjaga Stabilitas Nilai
Dengan peg yang stabil, Pegged Currency memudahkan perdagangan internasional dan transaksi lintas batas karena nilainya tidak berubah drastis dalam waktu singkat.
2. Memfasilitasi Transaksi Digital
Stablecoin pegged seperti USDT atau USDC digunakan secara luas dalam crypto exchange dan DeFi karena nilainya setara USD sehingga lebih mudah dihitung dan diterima secara global.
3. Mengurangi Risiko Volatilitas
Bagi pelaku usaha atau investor, Pegged Currency membantu melindungi nilai aset dari volatilitas pasar, terutama di negara-negara dengan mata uang lokal yang bergejolak.
4. Mendukung Ekosistem Blockchain
Stablecoin Pegged Currency menjadi fondasi likuiditas di berbagai protokol DeFi, lending, staking, hingga NFT marketplace karena memastikan transaksi berjalan dengan nilai stabil.
5. Meningkatkan Kepercayaan Pengguna
Karena nilainya dijamin terhadap mata uang kuat seperti USD atau EUR, Pegged Currency memberikan rasa aman bagi pengguna baru dalam mengadopsi teknologi blockchain dan aset digital.
Dengan memahami Pegged Currency, Sahabat Floq dapat melihat bagaimana stabilitas nilai mata uang diciptakan baik dalam sistem keuangan tradisional maupun blockchain, serta perannya dalam mendukung adopsi massal teknologi digital global.
Disclaimer: Seluruh informasi yang disampaikan disusun oleh mitra industri dengan tujuan memberikan edukasi kepada pembaca. Kami menyarankan Anda untuk melakukan riset secara mandiri dan mempertimbangkan dengan matang sebelum melakukan transaksi.
Bagikan melalui:

Kosakata Selanjutnya
Permissioned Blockchain
Blockchain yang aksesnya dibatasi untuk entitas tertentu dengan izin khusus. Umumnya digunakan dalam lingkungan perusahaan yang memerlukan kontrol dan privasi lebih tinggi.
Permissioned Ledger
Buku besar digital yang hanya dapat diakses, dibaca, atau dimodifikasi oleh entitas yang telah diberi izin. Digunakan dalam jaringan blockchain tertutup seperti korporasi atau institusi keuangan.
Permissionless
Sifat jaringan blockchain yang terbuka bagi siapa saja tanpa memerlukan izin untuk bergabung atau bertransaksi. Mendorong desentralisasi, transparansi, dan inovasi tanpa hambatan.
Permissionless Market Creation
Kemampuan pengguna untuk membuat pasar perdagangan atau produk keuangan tanpa persetujuan dari otoritas pusat. Umumnya terjadi di protokol Decentralized Finance (DeFi) seperti Automated Market Maker (AMM) dan prediction markets.
Perpetual Contracts
Kontrak derivatif tanpa tanggal kedaluwarsa yang memungkinkan posisi beli atau jual terbuka tanpa batas waktu. Harga disesuaikan secara berkala melalui mekanisme funding rate agar tetap mendekati harga spot.


