
On-Chain Governance
Apa Itu On-Chain Governance?
On-Chain Governance adalah mekanisme voting atau pengambilan keputusan yang dilakukan langsung di blockchain menggunakan smart contract. Setiap keputusan—baik itu pembaruan protokol, perubahan parameter, atau peluncuran fitur baru—ditentukan melalui suara yang diberikan oleh pemegang governance token.
Dengan kata lain, setiap pemegang token memiliki hak suara yang bisa digunakan untuk menentukan langkah strategis dari suatu proyek kripto. Semua aktivitas ini tercatat secara permanen di blockchain, menjamin transparansi dan akuntabilitas.
Contoh Penerapan On-Chain Governance:
- Voting pada proposal pengembangan DAO
- Pemilihan validator dalam protokol Proof-of-Stake
- Penentuan alokasi dana treasury komunitas
- Perubahan tingkat suku bunga dalam protokol lending DeFi
Bagaimana Cara Kerja On-Chain Governance?
Proses On-Chain Governance umumnya melalui beberapa tahapan yang jelas:
1. Pembuatan Proposal (Proposal Creation)
Seseorang atau sekelompok anggota komunitas membuat proposal perubahan. Misalnya: “Apakah protokol harus menaikkan imbal hasil staking sebesar 2%?”
2. Periode Voting
Proposal yang sudah diposting akan terbuka untuk divoting. Pemegang token governance bisa memberikan suara "setuju" atau "tidak setuju" tergantung pada kebijakan proyek tersebut.
Jumlah suara biasanya proporsional terhadap jumlah token yang dimiliki. Artinya, semakin besar token yang Kamu miliki, semakin besar pula kekuatan suaramu.
3. Eksekusi Otomatis (Jika Disetujui)
Jika proposal disetujui dengan jumlah suara yang cukup, sistem smart contract akan mengeksekusi perubahan tersebut secara otomatis ke dalam protokol—tanpa perlu campur tangan manusia atau pihak ketiga.
4. Pencatatan Permanen
Seluruh aktivitas voting dan hasilnya dicatat secara on-chain, sehingga siapa pun bisa memverifikasi prosesnya kapan saja melalui blockchain explorer.
Bagikan melalui:

Kosakata Selanjutnya
On Ledger Currency
Mata uang digital yang dicatat dan dikelola langsung dalam sistem ledger blockchain. Memungkinkan transaksi instan, transparan, dan dapat dilacak secara real-time.
Online Storage
Penyimpanan aset digital atau data yang terhubung langsung ke internet, memungkinkan akses cepat tetapi dengan risiko keamanan lebih tinggi. Umumnya digunakan oleh hot-wallet atau bursa sentral.
OP_Return
Field khusus dalam transaksi Bitcoin yang memungkinkan penyimpanan data kecil di blockchain. Digunakan untuk mencatat metadata, tag aset, atau pesan dalam jumlah terbatas.
Open/Close
Harga aset crypto saat awal (open) dan akhir (close) sesi perdagangan tertentu. Digunakan dalam analisis teknikal untuk mengidentifikasi pola pergerakan harga.
Open Finance (OpenFi)
Ekosistem keuangan terbuka berbasis blockchain yang memungkinkan siapa pun mengakses layanan keuangan tanpa perantara tradisional. Memungkinkan pinjam-meminjam, perdagangan, dan investasi secara terdesentralisasi.


