Cari

Klik huruf yang tersedia untuk mengetahui daftar glossary

Pattern 1

Node

Apa Itu Node dalam Jaringan Blockchain?

Dalam sistem blockchain yang bersifat desentralisasi, tidak ada satu server pusat yang menyimpan dan mengatur semua data. Sebaliknya, jaringan ini bergantung pada banyak komputer yang tersebar di seluruh dunia. Komputer-komputer inilah yang disebut node.

Node adalah unit dasar dari jaringan blockchain, bisa berupa komputer pribadi, server, atau perangkat lainnya, yang berpartisipasi dalam proses penyimpanan, validasi, dan penyebaran data transaksi. Peran node sangat penting karena merekalah yang memastikan bahwa seluruh transaksi yang terjadi di jaringan bersifat valid, transparan, dan tidak bisa dimanipulasi.

 

Fungsi Utama Node dalam Blockchain

Menyimpan Data Blockchain

Node menyimpan salinan data blockchain yang berisi catatan semua transaksi yang pernah terjadi di jaringan tersebut. Ada node yang menyimpan seluruh riwayat transaksi (full node), dan ada pula yang hanya menyimpan sebagian data sesuai kebutuhan (light node atau pruned node).

Memverifikasi Transaksi

Setiap kali ada transaksi baru yang masuk ke jaringan, node akan menjalankan serangkaian aturan dan logika (disebut consensus rules) untuk mengecek apakah transaksi tersebut valid. Hanya transaksi yang lolos verifikasi ini yang akan disebarkan dan akhirnya dicatat ke dalam blok.

Menyebarkan Informasi

Node juga berfungsi sebagai penyebar data antar node lain. Ketika sebuah blok baru diterima oleh satu node, informasi tersebut akan disebarkan ke node-node lain agar seluruh jaringan tetap sinkron. Ini yang memastikan semua peserta memiliki versi data yang sama.

 

Jenis-Jenis Node dalam Ekosistem Blockchain

Full Node

Full node adalah node yang menyimpan seluruh riwayat transaksi dari blok pertama (genesis block) hingga blok terkini. Node ini melakukan verifikasi independen terhadap semua transaksi dan blok, sehingga memainkan peran penting dalam menjaga integritas jaringan.

Light Node

Light node, atau SPV (Simplified Payment Verification), hanya menyimpan bagian kecil dari data blockchain. Biasanya digunakan oleh wallet mobile atau aplikasi ringan yang hanya memverifikasi transaksi tertentu tanpa perlu mengunduh keseluruhan data.

Validator Node

Dalam jaringan yang menggunakan mekanisme konsensus Proof of Stake (PoS), validator node bertugas untuk membuat dan mengonfirmasi blok baru. Mereka harus mempertaruhkan sejumlah token (staking) sebagai jaminan keamanan.

Miner Node

Di jaringan Proof of Work (PoW) seperti Bitcoin, miner node adalah jenis node yang menggunakan daya komputasi tinggi untuk memecahkan teka-teki kriptografi dan menambahkan blok baru ke blockchain.

 

Mengapa Node Penting dalam Blockchain?

Menjaga Desentralisasi

Keberadaan ribuan node yang tersebar di berbagai lokasi memastikan bahwa tidak ada satu pihak pun yang bisa mengontrol atau memanipulasi sistem. Desentralisasi ini menciptakan ketahanan terhadap sensor, serangan siber, dan korupsi data.

Memastikan Transparansi

Karena semua data blockchain dapat diakses dan diverifikasi oleh node mana pun, sistem menjadi terbuka dan auditabel secara publik. Tidak ada data yang tersembunyi atau dimonopoli oleh satu entitas.

Mendukung Ketahanan Jaringan

Jika satu node offline atau rusak, jaringan tetap bisa berjalan berkat adanya ribuan node lainnya. Ini membuat blockchain sangat tahan banting dibandingkan sistem terpusat tradisional.

 

Bagaimana Node Berinteraksi dalam Jaringan?

Setiap node dalam jaringan blockchain membentuk sistem peer-to-peer (P2P), di mana semua node berkomunikasi langsung satu sama lain. Ketika ada transaksi baru, node akan:

  1. Menerima transaksi dari pengguna atau node lain.
  2. Memverifikasi apakah transaksi tersebut valid (tidak ganda, saldo cukup, dsb).
  3. Menyebarkan informasi tersebut ke node-node tetangga.
  4. Menyimpan transaksi yang valid untuk kemudian dimasukkan ke blok berikutnya oleh miner atau validator.

Proses ini berlangsung terus-menerus, menciptakan jaringan yang dinamis, aman, dan sinkron.

 

Apakah Kamu Bisa Menjalankan Node Sendiri?

Tentu bisa. Dalam banyak jaringan blockchain seperti Bitcoin dan Ethereum, siapa pun bisa menjalankan full node tanpa izin dari pihak mana pun. Yang dibutuhkan hanyalah:

  • Komputer dengan spesifikasi memadai
  • Koneksi internet stabil
  • Ruang penyimpanan cukup besar
  • Kesabaran dan niat untuk ikut menjaga jaringan

Dengan menjalankan node sendiri, Kamu tidak hanya mendukung desentralisasi, tapi juga bisa memperoleh pemahaman teknis yang lebih dalam tentang cara kerja blockchain.

 

Node Adalah Fondasi dari Blockchain yang Terdesentralisasi

Node memainkan peran vital dalam menjaga keberlangsungan, kejujuran, dan kekuatan jaringan blockchain. Tanpa node, tidak akan ada validasi transaksi, tidak ada pencatatan blok, dan tidak ada sistem yang bisa bertahan secara mandiri. Bagi Sahabat Floq yang ingin memahami esensi teknologi blockchain, mengenal node adalah langkah awal yang fundamental. Dengan ribuan node yang bekerja sama tanpa henti, dunia Web3 terus berjalan secara transparan dan tepercaya.

 

Disclaimer: Seluruh informasi yang disampaikan disusun oleh mitra industri dengan tujuan memberikan edukasi kepada pembaca. Kami menyarankan Anda untuk melakukan riset secara mandiri dan mempertimbangkan dengan matang sebelum melakukan transaksi.

Bagikan melalui:

Pattern 1Pattern 1Pattern 1Pattern 1Pattern 1
Blur 2

Belajar, Investasi, dan Tumbuh Bersama Kami

Jadilah bagian dari FLOQ. Mulai perjalanan investasimu dengan platform terpercaya dari hari pertama.

Google PlayApp Store
Blur 2Blur 2Device