
Modular Blockchain
Apa Itu Modular Blockchain?
Sahabat Floq, jika kamu pernah merasa bahwa blockchain itu rumit dan terbatas, maka modular blockchain bisa menjadi solusi masa depan. Modular blockchain adalah pendekatan arsitektur di mana fungsi-fungsi utama blockchain—seperti konsensus, eksekusi, dan penyimpanan data—dipisahkan ke dalam lapisan-lapisan khusus. Ini berlawanan dengan desain monolitik yang menyatukan semuanya dalam satu jaringan.
Dengan desain modular ini, proyek blockchain bisa memilih komponen terbaik sesuai kebutuhan mereka, menciptakan sistem yang lebih fleksibel, skalabel, dan interoperabel.
Perbandingan: Modular vs Monolitik
Pada blockchain tradisional (monolitik) seperti Bitcoin atau Ethereum lama, semua fungsi utama dilakukan dalam satu layer. Mulai dari mencatat transaksi, mengeksekusi smart contract, hingga memastikan konsensus antara node dilakukan oleh satu sistem yang sama.
Sebaliknya, modular blockchain memisahkan tanggung jawab ini menjadi beberapa bagian:
- Execution Layer: Menjalankan transaksi dan smart contract.
- Consensus Layer: Memastikan semua node sepakat terhadap status jaringan.
- Data Availability Layer: Menyimpan dan menyebarkan data ke seluruh jaringan.
Contohnya, protokol seperti Celestia menyediakan layer data availability, sementara proyek seperti Rollup di Ethereum hanya fokus pada eksekusi transaksi.
Keuntungan Modular Blockchain
1. Skalabilitas Tinggi
Dengan memisahkan proses berat seperti eksekusi dan konsensus, jaringan dapat menangani lebih banyak transaksi per detik tanpa membebani satu sistem tunggal.
2. Fleksibilitas Pengembangan
Developer bisa membangun blockchain khusus tanpa harus membuat semua fungsi dari nol. Mereka hanya perlu memilih layer yang sudah tersedia sesuai kebutuhannya.
3. Inovasi Terdesentralisasi
Setiap lapisan dapat berkembang secara independen. Hal ini mendorong eksperimen dan inovasi di berbagai aspek blockchain tanpa harus mengganti keseluruhan sistem.
4. Interoperabilitas Antar Jaringan
Dengan komponen yang saling terpisah namun kompatibel, modular blockchain memungkinkan berbagai jaringan untuk berkomunikasi dan berbagi data secara efisien.
Contoh Implementasi Modular Blockchain
Beberapa proyek yang menerapkan arsitektur modular antara lain:
- Celestia: Layer khusus untuk data availability dan konsensus.
- Polygon 2.0: Mengembangkan sistem modular dengan rollup dan ZK (zero-knowledge) layer.
- Ethereum Rollups (Optimism, Arbitrum): Menggunakan Ethereum sebagai data layer dan konsensus, tetapi memiliki eksekusi terpisah di layer-2.
Tantangan Modular Blockchain
Meski menawarkan banyak keunggulan, modular blockchain juga menghadapi tantangan:
- Kompleksitas teknis: Pemisahan fungsi membuat sistem lebih kompleks untuk dipahami dan diintegrasikan.
- Keamanan antarlayer: Komunikasi antar lapisan harus dirancang secara ketat agar tidak membuka celah keamanan.
- Koordinasi komunitas: Memerlukan standar interoperabilitas yang disepakati bersama agar berbagai layer dapat bekerja mulus.
Modular Blockchain Membuka Jalan untuk Infrastruktur Web3 yang Lebih Canggih
Sahabat Floq, modular blockchain adalah tonggak baru dalam evolusi teknologi blockchain. Dengan memisahkan fungsi utama ke dalam lapisan yang berbeda, arsitektur ini membuka peluang bagi sistem yang lebih efisien, fleksibel, dan dapat disesuaikan dengan kebutuhan pengguna. Meskipun tidak bebas tantangan, pendekatan modular berpotensi menjadi fondasi utama infrastruktur Web3 di masa depan di mana setiap lapisan dapat tumbuh dan berinovasi tanpa harus merombak sistem secara keseluruhan.
Disclaimer: Seluruh informasi yang disampaikan disusun oleh mitra industri dengan tujuan memberikan edukasi kepada pembaca. Kami menyarankan Anda untuk melakukan riset secara mandiri dan mempertimbangkan dengan matang sebelum melakukan transaksi.
Bagikan melalui:

Kosakata Selanjutnya
Modular Blockchain
Arsitektur blockchain yang memisahkan fungsi-fungsi utama seperti konsensus, eksekusi, dan data menjadi lapisan terpisah. Dirancang untuk meningkatkan skalabilitas, fleksibilitas, dan interoperabilitas.
Modular Proof Verification
Teknik validasi terpisah yang memungkinkan bukti transaksi diverifikasi di luar jaringan utama. Mempercepat proses konfirmasi dan mendukung sistem blockchain yang modular dan efisien.
Moloch DAO
Organisasi otonom terdesentralisasi yang dikenal karena struktur tata kelolanya yang efisien dan sederhana, menggunakan model “rage quit”. Berfokus pada pendanaan proyek infrastruktur Ethereum dan open-source.
Monetary Authority of Singapore (MAS)
Bank sentral sekaligus regulator keuangan Singapura yang mengawasi aktivitas moneter, perbankan, dan crypto. Terkenal karena pendekatannya yang progresif terhadap regulasi aset digital.
Monetary Policy
Strategi yang digunakan oleh otoritas moneter untuk mengatur pasokan uang, suku bunga, dan stabilitas ekonomi. Dalam crypto, beberapa protokol juga memiliki kebijakan moneter melalui algoritma pasokan.


