Cari

Klik huruf yang tersedia untuk mengetahui daftar glossary

Pattern 1

Hedging

Sahabat Floq, di dunia investasi kripto yang terkenal sangat fluktuatif, menjaga portofolio dari guncangan harga bukan sekadar pilihan—tapi kebutuhan. Salah satu strategi yang paling umum digunakan oleh investor profesional maupun institusional untuk tujuan ini adalah hedging.

Strategi ini membantu kamu mengurangi potensi kerugian tanpa harus sepenuhnya keluar dari pasar. Nah, bagaimana cara kerja hedging dalam konteks crypto, dan alat apa saja yang bisa kamu manfaatkan? Yuk, kita bahas tuntas!

Apa Itu Hedging?

 

Hedging adalah strategi manajemen risiko yang dirancang untuk melindungi nilai portofolio dari pergerakan harga yang tidak diinginkan. Alih-alih bertaruh pada arah pasar, hedging justru bertujuan untuk menstabilkan nilai aset kamu, terutama saat menghadapi volatilitas tinggi.

Dalam konteks crypto, strategi ini semakin relevan karena harga aset digital seperti Bitcoin dan Ethereum bisa naik atau turun tajam dalam waktu singkat. Hedging memungkinkan kamu tetap berada di pasar tanpa terlalu terpapar risiko kerugian besar.

Bagaimana Hedging Bekerja?

 

Prinsip hedging sangat mirip dengan membeli asuransi. Misalnya, kamu memiliki 1 BTC dan takut nilainya akan turun dalam waktu dekat. Daripada menjualnya, kamu bisa membeli kontrak derivatif yang nilainya akan naik jika BTC turun. Jadi, jika skenario buruk terjadi, kerugian dari aset BTC akan "diimbangi" oleh keuntungan dari posisi hedging.

Dengan kata lain, hedging tidak menghilangkan risiko sepenuhnya, tapi mengalihkan sebagian risiko tersebut ke instrumen lain yang bergerak berlawanan arah.

Alat dan Instrumen Hedging dalam Crypto

 

Dalam ekosistem kripto, ada beberapa alat yang umum digunakan untuk melakukan hedging, antara lain:

- Futures

Kontrak berjangka yang mengikat kamu untuk membeli atau menjual aset di masa depan dengan harga tertentu. Dengan membuka posisi short (jual) pada futures, kamu bisa melindungi diri dari potensi penurunan harga aset yang dimiliki.

- Options

Kontrak derivatif yang memberi hak, tapi bukan kewajiban, untuk membeli atau menjual aset pada harga tertentu di masa depan. Opsi jual (put option) digunakan untuk melindungi portofolio dari penurunan harga.

- Stablecoin

Mengkonversi sebagian aset ke stablecoin seperti USDT atau USDC bisa dianggap sebagai strategi hedging pasif. Karena nilainya relatif stabil terhadap USD, stablecoin membantu mengurangi paparan terhadap volatilitas pasar crypto.

- Perpetual Contracts

Mirip dengan futures, tapi tidak memiliki tanggal kedaluwarsa. Cocok untuk hedging jangka menengah hingga panjang, terutama jika kamu ingin tetap fleksibel dalam waktu buka posisi.

Kapan Waktu yang Tepat untuk Hedging?

 

Sahabat Floq, hedging biasanya dilakukan saat:

  • Kamu memegang aset yang nilainya naik signifikan dan ingin mengamankan keuntungan.
  • Terdapat sentimen pasar negatif, seperti kabar regulasi ketat atau makroekonomi global memburuk.
  • Saat volatilitas meningkat drastis dan arah tren pasar tidak pasti.
  • Saat menjelang rilis data penting atau peristiwa besar seperti halving Bitcoin atau upgrade jaringan Ethereum. 

Namun, penting juga untuk diingat bahwa hedging bisa memiliki biaya tersembunyi, seperti biaya posisi derivatif, funding rate, atau kerugian jika prediksi tidak tepat. Oleh karena itu, strategi ini harus digunakan secara bijak dan terencana.

Contoh Skenario Hedging dalam Dunia Nyata

 

Bayangkan kamu membeli 5 ETH di harga $3.000 karena percaya harga akan naik dalam jangka panjang. Namun, dalam jangka pendek kamu melihat sinyal teknikal bahwa koreksi akan terjadi. Untuk melindungi diri:

  • Kamu membuka posisi short ETH pada platform derivatif seperti Binance Futures.
  • Jika ETH turun ke $2.500, kamu rugi pada posisi spot, tapi untung di posisi short.
  • Saat harga stabil kembali, kamu bisa menutup posisi short dan tetap memiliki ETH jangka panjang. 

Ini adalah bentuk hedging sederhana yang bisa diaplikasikan oleh siapa pun, bahkan pemula sekalipun.

Manfaat Hedging dalam Portofolio Crypto

 

  • Melindungi nilai aset dari volatilitas ekstrim
  • Menjaga profit yang sudah tercapai
  • Meningkatkan fleksibilitas strategi investasi
  • Mengurangi stres dan tekanan emosional saat market tidak stabil 
     

Risiko yang Perlu Diperhatikan

 

Walaupun bermanfaat, hedging juga memiliki sisi negatif, antara lain:

  • Biaya Transaksi Tinggi 
    Derivatif biasanya memiliki biaya spread, funding, atau komisi tambahan.
  • Over-Hedging 
    Melindungi terlalu banyak posisi bisa membuat kamu kehilangan peluang keuntungan.
  • Kebutuhan Manajemen Aktif 
    Posisi hedging perlu dipantau dan disesuaikan secara berkala.
  • Kesalahan Prediksi 
    Jika arah pasar tidak seperti yang diantisipasi, kamu bisa justru mengalami kerugian ganda. 
     

Hedging, Pilar Penting Strategi Investasi Cerdas

 

Sahabat Floq, hedging bukan strategi untuk mencari keuntungan cepat, melainkan untuk menjaga stabilitas portofolio dan membantumu tetap tenang di tengah badai pasar. Bagi investor yang ingin berinvestasi dalam jangka panjang tanpa tergerus emosi atau kehilangan nilai aset secara drastis, hedging adalah alat pelindung yang sangat berguna.

Dengan memahami cara kerja dan instrumen yang tersedia, kamu bisa memanfaatkan hedging sebagai bagian dari strategi investasi yang lebih solid dan profesional—baik di pasar bullish maupun bearish.

 

Disclaimer: Seluruh informasi yang disampaikan disusun oleh mitra industri dengan tujuan memberikan edukasi kepada pembaca. Kami menyarankan Anda untuk melakukan riset secara mandiri dan mempertimbangkan dengan matang sebelum melakukan transaksi.

Bagikan melalui:

Pattern 1Pattern 1Pattern 1Pattern 1Pattern 1
Blur 2

Belajar, Investasi, dan Tumbuh Bersama Kami

Jadilah bagian dari FLOQ. Mulai perjalanan investasimu dengan platform terpercaya dari hari pertama.

Google PlayApp Store
Blur 2Blur 2Device