Cari

Klik huruf yang tersedia untuk mengetahui daftar glossary

Pattern 1

Digital Currency

Digital Currency atau mata uang digital adalah bentuk uang yang sepenuhnya tersedia dalam format elektronik, tidak memiliki bentuk fisik seperti koin atau uang kertas. Mata uang ini dapat digunakan sebagai alat tukar, penyimpan nilai, dan satuan hitung, sebagaimana fungsi uang pada umumnya.

Yang membedakan digital currency dari uang tradisional adalah medium penyimpanannya—yakni melalui sistem komputer, jaringan blockchain, atau infrastruktur digital terpusat. Jenis yang paling dikenal luas adalah cryptocurrency seperti Bitcoin dan Ethereum, namun Central Bank Digital Currency (CBDC) juga termasuk dalam kategori ini meski dikelola secara terpusat oleh bank sentral.

 

Jenis-Jenis Digital Currency

Dalam dunia keuangan digital, terdapat beberapa kategori utama dari digital currency berdasarkan mekanisme pengelolaan dan penerbitannya:

Cryptocurrency

Diciptakan di atas jaringan blockchain, bersifat terdesentralisasi, dan tidak dikontrol oleh otoritas pusat. Contohnya meliputi Bitcoin, Litecoin, dan Solana. Transaksi berlangsung melalui sistem peer-to-peer dan divalidasi oleh node jaringan.

Central Bank Digital Currency (CBDC)

Diterbitkan langsung oleh otoritas moneter resmi seperti bank sentral. CBDC bertujuan mendigitalkan uang fiat dengan kontrol penuh oleh negara. Contohnya adalah Digital Yuan (Tiongkok) dan eNaira (Nigeria).

Stablecoin

Merupakan aset digital yang nilainya dipatok ke mata uang fiat atau komoditas seperti dolar AS atau emas. Stablecoin seperti USDT atau USDC memadukan keunggulan digitalisasi dengan kestabilan harga.

 

Perbedaan Digital Currency dan Uang Elektronik

Meskipun keduanya sama-sama tidak memiliki bentuk fisik, digital currency berbeda dari uang elektronik (e-money) seperti saldo dompet digital. E-money hanya mencerminkan nilai dari mata uang fiat dan tetap bergantung pada sistem perbankan konvensional. Sementara itu, digital currency bisa bersifat independen dari sistem keuangan tradisional, terutama dalam kasus cryptocurrency.

 

Cara Kerja Digital Currency

Penggunaan digital currency dimungkinkan melalui dompet digital (digital wallet) yang menyimpan kunci akses. Setiap transaksi dicatat dalam sistem terdistribusi (untuk crypto) atau dalam server bank sentral (untuk CBDC). Dalam sistem blockchain, transaksi dicatat secara publik dan tidak dapat dimanipulasi, sementara pada sistem terpusat, otoritas pengelola memiliki kendali atas semua proses verifikasi dan distribusi.

 

Manfaat Penggunaan Digital Currency

Digital currency menawarkan banyak keunggulan dibandingkan uang fisik maupun sistem keuangan tradisional. Beberapa manfaat utamanya antara lain:

  • Transaksi cepat dan global: Tanpa batas wilayah atau jam operasional.
  • Biaya rendah: Terutama dalam transfer lintas negara yang biasanya mahal jika menggunakan bank.
  • Transparansi dan keamanan: Terutama dalam sistem blockchain, semua transaksi dapat diverifikasi publik.
  • Inklusi keuangan: Membuka akses ke sistem keuangan bagi individu yang tidak memiliki rekening bank.

 

Risiko dan Tantangan

Meski menjanjikan, digital currency juga memiliki tantangan yang perlu dipahami:

  • Volatilitas harga: Terutama pada cryptocurrency yang tidak dijamin oleh aset fisik.
  • Risiko kehilangan akses: Jika pengguna kehilangan private key atau seed phrase.
  • Pengawasan terbatas: Regulasi masih terus berkembang, dan beberapa negara membatasi penggunaan crypto.
  • Privasi dan keamanan: Meski data dienkripsi, ancaman peretasan tetap ada.

 

Masa Depan Digital Currency

Dengan makin banyak negara yang menguji coba CBDC dan semakin luasnya adopsi cryptocurrency, digital currency tampaknya akan menjadi pilar penting dalam sistem ekonomi global di masa depan. Teknologi ini memungkinkan interaksi ekonomi yang lebih efisien, inklusif, dan berbasis data.

Proyek seperti Bitcoin telah membuktikan bahwa kepercayaan terhadap mata uang tidak harus selalu berasal dari negara. Sementara itu, CBDC menunjukkan bahwa pemerintah juga mulai mengakui pentingnya digitalisasi keuangan tanpa menghilangkan kontrol moneter.

 

Digital Currency, Evolusi Uang di Era Blockchain

Digital currency adalah representasi uang yang berevolusi seiring kemajuan teknologi. Ia bisa bersifat terdesentralisasi seperti crypto, maupun terpusat seperti CBDC. Memahami jenis, cara kerja, dan implikasi penggunaannya akan membantumu lebih siap menghadapi transformasi finansial yang sedang terjadi di seluruh dunia. Dalam ekosistem Web3, digital currency bukan sekadar alat pembayaran, tetapi juga fondasi dari sistem ekonomi yang lebih terbuka, efisien, dan inklusif.

 

Disclaimer: Seluruh informasi yang disampaikan disusun oleh mitra industri dengan tujuan memberikan edukasi kepada pembaca. Kami menyarankan Anda untuk melakukan riset secara mandiri dan mempertimbangkan dengan matang sebelum melakukan transaksi.

Bagikan melalui:

Pattern 1Pattern 1Pattern 1Pattern 1Pattern 1
Blur 2

Belajar, Investasi, dan Tumbuh Bersama Kami

Jadilah bagian dari FLOQ. Mulai perjalanan investasimu dengan platform terpercaya dari hari pertama.

Google PlayApp Store
Blur 2Blur 2Device