Cari

Klik huruf yang tersedia untuk mengetahui daftar glossary

Pattern 1

Buy Wall

Sahabat Floq, pernahkah kamu melihat grafik order book yang menampilkan “tembok” besar di sisi pembelian? Itulah yang disebut Buy Wall. Konsep ini penting untuk dipahami karena bisa memberikan sinyal kuat tentang arah pasar atau bahkan potensi manipulasi harga.

 

Apa Itu Buy Wall?

Buy Wall adalah akumulasi pesanan beli dalam jumlah besar yang ditempatkan pada level harga tertentu dalam order book. Secara visual, ia terlihat seperti “tembok” tinggi di grafik kedalaman pasar yang mengisyaratkan adanya banyak minat beli di titik harga tertentu.

Buy wall bertindak sebagai semacam “benteng” yang menjaga agar harga aset tidak turun melewati level tersebut. Jika penjual ingin menjual dalam jumlah besar, mereka harus terlebih dahulu “menembus” buy wall tersebut dengan volume yang lebih besar lagi.

 

Fungsi Buy Wall di Dunia Crypto

1. Menahan Penurunan Harga

Buy wall menciptakan ilusi dukungan harga yang kuat. Semakin tebal wall-nya, semakin sulit harga untuk turun melewati level tersebut. Ini dapat memberikan kepercayaan diri bagi investor lain untuk ikut beli.

2. Indikasi Minat Beli yang Tinggi

Buy wall sering mencerminkan bahwa banyak pelaku pasar yang yakin harga akan naik, sehingga mereka siap membeli di level tersebut. Ini bisa menjadi sinyal bullish.

3. Strategi Manipulasi Pasar

Tidak semua buy wall asli. Beberapa whale atau trader besar bisa menempatkan buy wall palsu hanya untuk menciptakan ilusi permintaan, lalu membatalkannya sebelum eksekusi. Taktik ini dikenal sebagai spoofing.

 

Cara Mengidentifikasi Buy Wall

Kamu bisa melihat buy wall dengan membuka order book dari exchange yang kamu gunakan, lalu perhatikan grafik market depth:

  • Buy wall berada di sisi kiri grafik (pembelian).
  • Tampak sebagai lonjakan vertikal dari volume beli di satu titik harga.
  • Jika dinding tersebut jauh lebih tinggi dari sisi penjual (sell wall), maka pasar sedang menunjukkan tekanan beli yang tinggi.

 

Peran Buy Wall dalam Strategi Trading

- Membaca Sentimen Pasar

Trader berpengalaman menggunakan buy wall untuk mengukur minat beli. Wall yang konsisten dan stabil bisa menandakan level support yang kuat.

- Menentukan Entry Point

Buy wall juga bisa menjadi patokan untuk menentukan entry point yang aman. Jika kamu yakin wall tersebut solid, kamu bisa beli tepat di atasnya untuk mengantisipasi pantulan harga.

- Waspadai False Wall

Sahabat Floq harus berhati-hati dengan wall yang “muncul dan hilang” dalam waktu singkat. Bisa jadi itu hanya strategi manipulatif untuk menjebak trader ritel.

 

Buy Wall vs Sell Wall

AspekBuy WallSell Wall
LokasiDi sisi pembelian order book Di sisi penjualan order book 
Efek Pasar Menahan harga agar tidak turun Menahan harga agar tidak naik 
Sinyal Pasar Sinyal bullish Sinyal bearish 
Tujuan Umum Menarik trader ikut membeli Mendorong trader untuk menjual lebih cepat 

 

Buy Wall Adalah Indikator Kuat, Tapi Harus Ditafsirkan Dengan Bijak

Buy Wall adalah indikator teknikal visual yang bisa mengisyaratkan kekuatan dukungan pasar di harga tertentu. Namun, tidak semua wall merepresentasikan minat asli. Penting bagi Sahabat Floq untuk membedakan antara aktivitas organik dan manipulatif dalam order book.

Gunakan buy wall sebagai bagian dari analisis menyeluruh, bukan satu-satunya acuan dalam mengambil keputusan trading. Dengan pemahaman yang matang, kamu bisa lebih percaya diri dalam membaca dinamika pasar crypto.


Disclaimer: Seluruh informasi yang disampaikan disusun oleh mitra industri dengan tujuan memberikan edukasi kepada pembaca. Kami menyarankan Anda untuk melakukan riset secara mandiri dan mempertimbangkan dengan matang sebelum melakukan transaksi.

Bagikan melalui:

Pattern 1Pattern 1Pattern 1Pattern 1Pattern 1
Blur 2

Belajar, Investasi, dan Tumbuh Bersama Kami

Jadilah bagian dari FLOQ. Mulai perjalanan investasimu dengan platform terpercaya dari hari pertama.

Google PlayApp Store
Blur 2Blur 2Device