
Asset-Based Lending
Memahami Konsep Asset-Based Lending
Sahabat Floq, dalam dunia bisnis modern, kebutuhan akan pendanaan fleksibel dan likuiditas cepat sering kali menjadi tantangan utama. Salah satu solusi yang semakin populer adalah Asset-Based Lending (ABL) atau pembiayaan berbasis aset.
ABL adalah bentuk pinjaman yang diberikan kepada peminjam berdasarkan nilai dari aset yang mereka miliki, seperti piutang usaha, persediaan barang, peralatan, atau properti. Jadi, alih-alih menjual aset untuk mendapatkan dana segar, Kamu bisa menggunakannya sebagai jaminan untuk memperoleh pembiayaan.
Bagaimana Cara Kerja Asset-Based Lending?
1. Penilaian Aset
Lender (pemberi pinjaman) akan mengevaluasi jenis, nilai pasar, dan likuiditas aset yang ditawarkan sebagai agunan. Aset yang paling sering digunakan meliputi:
- Piutang dagang
- Inventaris atau stok
- Aset tetap (mesin, kendaraan, properti)
2. Penentuan Plafon Pinjaman
Pinjaman biasanya diberikan dalam bentuk persentase dari nilai aset (misalnya 70-85% dari nilai piutang atau 50% dari nilai inventaris).
3. Pengawasan Berkala
Karena nilai aset bisa berubah seiring waktu, lender biasanya melakukan evaluasi berkala dan mewajibkan laporan keuangan atau daftar aset terbaru.
Keuntungan Asset-Based Lending untuk Bisnis
Akses Cepat ke Modal Kerja
ABL memungkinkan bisnis mendapatkan dana tanpa perlu melalui proses panjang seperti pinjaman konvensional. Ini sangat penting untuk menjaga kelangsungan operasional.
Tidak Mengorbankan Kepemilikan Ekuitas
Berbeda dengan pembiayaan venture capital atau investor ekuitas, ABL tidak membuat pemilik kehilangan bagian dari perusahaannya.
Cocok untuk Bisnis Bertumbuh
Perusahaan yang sedang berkembang tetapi belum punya histori kredit panjang bisa memanfaatkan ABL sebagai solusi pendanaan jangka pendek atau menengah.
Risiko dan Hal yang Perlu Diwaspadai
- Volatilitas Nilai Aset: Jika nilai agunan menurun, Kamu mungkin perlu menambah aset baru atau melunasi sebagian pinjaman.
- Pengawasan Ketat: Lender sering meminta laporan rutin dan hak audit terhadap aset yang dijaminkan.
- Biaya Tambahan: Beberapa fasilitas ABL datang dengan biaya setup, appraisal, dan monitoring.
Perbedaan Asset-Based Lending vs. Collateralized Lending
Walaupun sama-sama melibatkan agunan, ABL berfokus pada nilai bisnis saat ini seperti piutang dan inventaris, sedangkan collateralized lending seringkali berbasis pada aset tetap atau jaminan properti.
| Fitur | Asset-Based Lending | Collateralized Lending |
| Fokus Aset | Piutang & Inventaris | Properti & Aset Tetap |
| Tujuan | Modal kerja | Pinjaman jangka panjang |
| Fleksibilitas | Tinggi | Relatif terbatas |
Asset-Based Lending dalam Dunia Web3 dan Fintech
Dengan meningkatnya adopsi blockchain dan DeFi, konsep ABL mulai merambah ke dunia digital. Misalnya:
- DeFi Lending: Menggunakan crypto sebagai agunan untuk pinjaman stablecoin.
- Tokenisasi Aset: Aset dunia nyata ditokenisasi dan digunakan sebagai jaminan dalam protokol peminjaman.
Asset-Based Lending sebagai Pendukung Pertumbuhan Bisnis
Asset-Based Lending adalah strategi pendanaan yang efektif untuk bisnis yang memiliki aset tetapi membutuhkan dana cepat tanpa mengorbankan kepemilikan. Cocok bagi UKM, perusahaan skala menengah, maupun pelaku ekonomi digital yang ingin menjaga likuiditas dengan cerdas.
Dengan ABL, aset yang sebelumnya pasif kini bisa diubah menjadi sumber daya aktif untuk mendukung pertumbuhan.
Disclaimer: Seluruh informasi yang disampaikan disusun oleh mitra industri dengan tujuan memberikan edukasi kepada pembaca. Kami menyarankan Anda untuk melakukan riset secara mandiri dan mempertimbangkan dengan matang sebelum melakukan transaksi.
Bagikan melalui:

Kosakata Selanjutnya
Asset Financing
Pendanaan yang diperoleh dengan menggunakan aset sebagai jaminan atau dasar pembiayaan. Umumnya digunakan oleh bisnis untuk membeli peralatan atau kendaraan tanpa mengganggu arus kas.
Astroturfing
Praktik manipulatif yang menciptakan kesan dukungan publik palsu melalui akun atau organisasi tiruan. Sering digunakan dalam kampanye politik atau promosi produk untuk memengaruhi opini publik.
Attestation Ledger
Buku besar digital yang mencatat bukti keaslian atau validitas informasi dalam sistem blockchain. Umumnya digunakan untuk audit, sertifikasi, atau pelacakan identitas.
Audit
Proses pemeriksaan sistematis terhadap catatan keuangan atau sistem teknologi untuk memastikan keakuratan, kepatuhan, dan transparansi. Dapat dilakukan secara internal maupun oleh pihak independen.
Augmented Reality (AR)
Teknologi yang menggabungkan elemen digital ke dunia nyata melalui perangkat seperti smartphone atau kacamata khusus. Sering digunakan dalam game, belanja online, hingga pelatihan industri.


